Lia merasa bahwa Henry sejak pulang kerja selelu bertanya hal yang sama dan Lia pun tak tahu apa sebenarnya. Semenjak Lia bertemu dengan pengacarany yang diutuskanya untuk mengurus surat – surat cerainya, Lia mencoba untuk tetap sepeti biasa, namun Lia sudah belajar untuk mengurangi kedekatan dan ketergantungannya kepada Henry.
Seperti, ‘Sayang, tadi siang apa ada orang yang datang?’ dan akan selalu Lia jawab dengan ‘Tidak’
Dan itu terus Henry tanyakan saat berada dikamar untuk tidur.
Tapi hari ini, Lia mersakan Henry sangat lelah, bagaikan sedang menyimpan sebuah beban besar, Lia berfikir mungkin Henry sudah tahu apa kesalahan yang dibuatnya.
Dan saat kesabaran Lia sudah diujang batas, Lia segera menanyakan dengan serius.
“Sebenarnya apa yang kau cari sejak tadi? Kau tahu aku sudah bosan saat mendengarmu selalu menanyakan apa ada orang yang datang, atau apa ada paket yang datang, dan kamu pasti tahu apa jawabanya TIDAK” ujar Lia dan mengakhiri dengan penekanan dibelakan ucapanya.
“Maaf” ujar Henry minta maaf karna kebodohannya, sampai membuat Lia menjadi marah padanya, Henry juga sempat kaget saat pertama kalinya Lia berani marah kepadanya sampai Henry hanya bisa diam menatapnya.
“Maaf? Hanya itu saja yang kau ucapkan. Kalau kamu tidak percaya denganku kamu bisa langsung bertanya kepada para pembatu disini kalau kamu sampai berfikir bahwa aku berbohong” ujar Lia, seraya berjalan meninggalkan Henry menuju Ruang baca.
Henry segera mengejara Lia, karna Henry tak ingin Lia terjadi apa – apa. Setelah dekat dengan Lia, Henry segera menarik tangan Lia yang mudah terjangkau dengannya. Karna tarikan Henry pada pergelangan tanganya, Lia pun berbalik menghadap Henry, dan berusaha melepaskan cekalan tanga Henry, namun Lia hanya berutuki bahwa Lia tak bisa menandingin kekuatan Henry.
“Cepat Lepaskan” ujar Lia marah.
“Jangan harap aku akan melepaskannya sebelum kamu bisa memaafkanku” ujar Henry.
“Cih! Kamu masih meminta maafku setelah apa yang kamu perbuat selama ini”
“Maka dari itu aku memohon maaf darimu, dan aku tak akan pernah mengulainginya lagi. Jadi tolong maafkanlah Suamimu ini, Please” pinta Henry memohon.
Liapun memandangi wajah Henry untuk melihat keseriusannya, dan Lia hanya melihat keseiusan dari ucapan Henry. Lia pun tak tahu mengapa selalu saja bisa luluh dengan semua kata – kata yang Henry berikan, bagaikan terkena sihir Lia bagaikan melupankan masalah yang selama 1bulan ini Lia hadapi karna kelakuan Henry.
“Baiklah aku akan memaafkanmu, tapi kalau kamu berbuat lagi aku tak akan pernah memaafkanmu” ujar Lia.
“Ok. Kamu bisa pegang kata – kataku. Jadi...” Henry melepaskan cekalan tangan Lia. Setelah itu Henry merentangkan kedua tanganya untuk Lia segera peluk.
“Jadi apa?” tanya Lia karna Henry tiba – tiba merentangkan tanganya bagaikan ingin dipeluk.
“Jadi....” ujar Henry mengantungkan ucapannya.
“Jadi..?” ulang Lia.
“Jadi....... segera peluk Suamimu ini’ Henry segera menarik tangan Lia dan mengakibatkan Lia berada didalam pelukan Henry. ‘dan apa kamu tahu aku sangat merindukanmu, jadi kamu tak akan pernah aku lepaskan. Dan ingat kamu harus menebus malam – malam kemarin dimana aku tak bisa memelukmu atau sekedar menciummu saat tidur” lanjut Henry di sela – sela pelukannya dengan Lia.
Lia yang mendengar hanya bisa merona malu karna Henry mengodanya seperti itu.
Setelah Lia berbaikan dengan Henry dan memaafkan kesalahan yang Henry perbuat, Henry segera mengajak Lia menuju kekamarnya, dan setelah itu mereka tidur dalam pelukan yang nyaman dan bermimpi indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Regret and Loss
RomanceCopyright © 2014 by kwaty1110 Hak Cipta Terlindungi © 2014 oleh kwaty1110 Cinta itu datang tiba tiba dan tidak ada yang tahu kapan itu akan kamu rasakan. Penyeselan itu pasti datang belakangan tidak ada penyesalan yang datang diawal. Kehilangan ada...
