04

27.9K 1.2K 2
                                        

Hari ini kantor sedang sibuk-sibuknya karena akhir bulan.

"Emm berkas-berkas kemarin udah selesai?" tanyaku pada Emma

"Sebentar lagi, eh tolong photocopy ini dong kate" titah Emma

"oke" balasku sambil mengambil setumpuk kertas di mejanya.

Aku berjalan menuju ruang photocopy dan tepat melewati Ruang CEO

Aku sedikit mengintip, entah kenapa aku penasaran dengan manusia menyebalkan itu.

"Sepi" gumam ku sambil berlalu.

Tak lama aku pun selesai memphotocopy semua kertas-kertas tadi dan kembali ke ruanganku

"Emm nih udah selesai" ucapku

"terimakasih kate" ucapnya yang masih sibuk berkutat dengan komputernya

Akupun kembali ke mejaku dan menyelesaikan semua pekerjaanku.

"Tinggal di tanda tangan" gumamku puas

Tiba-tiba Cruz datang dengan setumpuk berkas laporan yang eumm lumayan banyak.

"Kate kamu sudah selesai?" tanyanya

"sudah, kenapa?" tanyaku

"kamu berikan tumpukan berkas ini kepada Tuan Thompson untuk di tanda tangan" titahnya

"tapi kan ini tugasnya Rose" balasku

"dia masih sibuk dengan laporannya, cepat!" titahnya serius.

Ah, menyebalkan memang jika kau terlalu cepat menyelesaikan pekerjaanmu

Dengan terpaksa aku membawa tumpukan berkas ini ke tempat terkutuk itu lagi.

"Permisi tuan" ucapku agak berteriak

"Masuk!" balasnya singkat.

Akupun masuk dengan tergopoh-gopoh oleh berkas yang banyak ini.

Dan si Thompson itu, malah melihatku dengan tatapan aneh, sungguh inginku patahkan lehernya.

"Anda harus menandatangani berkas ini Tuan" ucapku yang akhirnya bisa sampai di mejanya dan mencoba duduk

"wait! Siapa yang menyuruhmu duduk?" ucapnya

"hah?" bingungku
Sungguh dia tak memperbolehkan aku duduk?

Dengan kesal aku kembali berdiri.

"silahkan duduk Nona Collins" ucapnya sok ramah.

Oh Tuhan ingin ku lempar tumpukan berkas ini ke wajahnya!!

Aku membuang nafasku kasar.
"Terimakasih Tuan Dave Thompson" ucapku sinis.

Dia hanya tersenyum meledek.

"ohiya nona Collins..." ucapnya menggantung.

"berhetilah mengintipku begitu" ucapnya sambil tersenyum meledek

Oh Tuhan, aku ketahuan.
Sungguh mukaku sekarang sudah merah padam

Aku hanya menunduk menutupi muka merahku ini karena malu.

Dia pun terkekeh.

"katanya kerjamu cepat, benar begitu?" tanya nya.

"hah? Eumm itu ah entahlah"

"jika benar tolong susun jadwal pertemuan saya hari ini ya" titahnya santai

"tapi maaf Tuan saya bukan Sekretaris anda" ucapku menahan amarah.

"aku hanya mengetesmu, apakah kau layak jadi karyawanku atau tidak. Dan ingat kau mempertaruhkan pekerjaanmu ya" ucapnya sambil tersenyum.

Ya Tuhan, apalagi ini.
Kenapa ada manusia semenyebalkan ini.

I Hate My New CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang