Kate POV
Akhirnya aku sampai di Kantor,
Rekan-rekan kantorku menyambutku baik.
Ya walau tak semua.. Ada saja yang membenci kedatanganku.
Tapi.. Aku tak peduli!
Aku kembali menyusun Jadwal Tuan Thompson.
"Aku tak melihat Emma dan Cruz" gumamku dalam hati.
Tak lama Cruz pun datang.
"Wahh putri tidur kita sudah kembali" ledeknya.
"ahh Pria menyebalkan ini datang" ucapku
"kau pasti menunggu aku dan Emma kan?" godanya
"ya aku mencari kalian.. Aku rindu padamu Cruzzz" manjaku
"lihatlah Ibu satu anak ini" ledeknya seraya mengacak rambutku.
"Ohiya Kate, aku mengantarkan ini untuk Tuan Thompson, dia harus menandatanganinya" ucap Cruz
"baiklah, silahkan masuk" balasku
"tidak, aku titip padamu.. Aku harus ke Toilet panggilan alam" ucapnya seraya berlari
Aku terkekeh dengan tingkah laku sahabatku itu.
Aku pun bangkit dari dudukku dan masuk ke dalam ruangan Tuan Thomoson.
"Permisi tuan" panggil ku
Tapi tak ada jawaban.
"Tuan..." panggilku lagi.
"kau baik-baik saja Tuan?" tanyaku yang melihat dia duduk dengan tangan di lipat di meja dan kepalanya dia taruh di atas tangan.
"oh.. Kate" balasnya parau.. Wajahnya pucat.
Aku segera mendekat.
"kau baik-baik saja tuan? Apa kau kurang sehat?" tanyaku panik
"aku baik-baik saja" balasnya lemah.
Aku memegangi dahi nya.. Panas.
"anda demam tuan.. Apa anda kurang tidur? Sebaiknya anda pulang" ucapku.
"sudah lah aku baik-baik saja" kekehnya.
"Tuan Thompson ku mohon.. Kesehatanmu yang terpenting sekarang" ucapku melemah.
"Aku baik-baik saja" kekehnya lagi
Oh Tuhan, kenapa ada manusia sebatu ini.
"Dave.. Kumohon... Biar aku antar kau pulang" ucapku lelah.
"Baiklah Kate.." luluhnya
Aku mencoba membantunya berdiri, badannya sangat lemat dan kau tahu aku memapah tubuhnya yang.... Berat!
"sepertinya dosamu sangat banyak Tuan" gumamku.
"gajihmu akan ku potong karena sudah memanggilku Dave tadi! Ini masih jam kantor" bisiknya.
Masabodo dengan gajihku, yang jelas kesehatannya lah yang paling penting.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate My New CEO
Romance"Sepertinya aku tertarik padamu?" ucap pria itu "Tapi aku terauma oleh pria kaya raya sepertimu?!" balas Kate dingin. ************* "aku merindukan mu, merindukan anak kita" ucap pria brengsek itu "tapi aku tidak! Siapa yang kau sebut anak kita? Dia...
