Kate POV
Hari ini aku akan pergi ke pusat kota New York.
Untuk menyelesaikan penjualan rumahku.
Ya, aku menjualnya benar-benar semuanya akan hilang.
Semoga aku mampu melupakan semuanya.
Tapi, rasa rindu selalu datang berderu bersama kepingan kenangan yang menghitam mengerikan.
Aku tak mampu mengelak, benar adanya aku merindukannya.
"Mom ayo" Suara Dave yang membuatku bangun dari lamunanku.
"Oh kau sudah selesai sayang?" tanyaku yang di balas anggukan mantap olehnya.
"Baiklah Ayo" ajakku seraya merangkulnya.
Aku pergi menggunakan mobil Kakakku.
Dia menyimpan satu mobilnya untukku agar aku tak perlu bingung saat harus berbelanja untuk keperluan Toko baruku.
Ah, iya aku baru ingat bahwa aku harus membeli Peralatan untuk toko ku.
"Jac, ingatkan mommy nantu untuk membeli peralatan untuk toko ya" ucapku
"Ya Mom, kau memang pelupa" ledeknya.
Aku hanya terkekeh mendengar jawabannya.
Bagaimana keadaannya?
Apa dia baik-baik saja?
Aku takut dia sakit?
Aku takut jika tidurnya tak nyenyak,
Dave... Semoga kau tetap bahagia.
Aku pernah ingin kembali, tapi aku tak mampu untuk berdiri.
Sungguh, awalnya aku tak mampu hidup tanpamu.
Apa kau sama?
Apa kau bisa tidur tanpaku?
Apa kau tak melupakan handukmu saat mandi?
Bagaimana makanmu?
Aku ingin kembali membuatkan makanan untukmu.
'Citttt' aku menginjak Rem saat hampir saja menabrak pembatas jalan.
"oh Shit!" umpatku.
"Mom, kau baik-baik saja?" tanya Jac ketakutan.
"Maafkan Mommy Jac, Mommy tak fokus" ucapku seraya menggeleng membuang semua pikiran tak berguna tentang Pria itu.
Akhirnya setelah beberapa jam aku sampai di sebuah Cafe tempat yang mereka janjikan untuk bertemu.
Aku mencari sepasang manusia yang sedang duduk.
"Permisi.. Apa kalian Sandra dan Kelvin?" tanyaku ragu.
Mereka langsung menjawab.
"Ya aku Sandra dan ini suamiku Kelvin, apa kau Nona Katherin?" tanyanya.
"ya aku Katherin, senang bertemu dengan kalian, maaf jika menunggu lama" balasku tak enak.
"Tak apa santai saja, kami baru sampai" balas Kelvin ramah.
"Oh, biaklah daripada berlama-lama lebih baik kita mulai kegiatan jual beli kita" ucapku to the point karena aku tak punya banyak waktu.
Mereka setuju dan berakhir dengan kesepakatan untuk membeli rumahku.
"Terimakasih Sandar, Kelvin semoga kalian nyaman tinggal disana ya" ucapku seraya menyalami mereka.
"Terimakasih kembali Nona, kami sangat menyukai rumahmu" balas Sandra tersenyum.
"Ohiya Nona Katherin, beberapa minggu yang lalu ada seorang Pria datang mencarimu, dia bilang dia atasanmu di tempat kerjamu"
"Dan dia meminta alamat rumahmu yang baru" ucapnya menejelaskan.
Aku yakin dia pasti Dave!
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate My New CEO
Romance"Sepertinya aku tertarik padamu?" ucap pria itu "Tapi aku terauma oleh pria kaya raya sepertimu?!" balas Kate dingin. ************* "aku merindukan mu, merindukan anak kita" ucap pria brengsek itu "tapi aku tidak! Siapa yang kau sebut anak kita? Dia...
