Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya kita sampai, di sebuah hotel termewah di New York.
Sungguh ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tempat mewah seperti ini.
Tiba-tiba Pria itu membukakan pintuku.
"Terimakasih" ucapku sambil tersenyum.
Dia menggenggam tanganku.
Apakah Sekretaris harus sedekat ini?
Aku sedikit tidak nyaman dengan perlakuannya ini.
"Tuan Thompson" ucapku
"sudah ku bilang panggil aku Dave" ucapnya.
"baiklah, Dave.... Bisakah kau lepaskan tanganku?" tanyaku
"tidak!" balasnya singkat.
Arghht kenapa ada manusia sebatu dia di dunia ini?
Akhirnya kita memasuki ruangan yang.
Sangat mewah!!!
Ternyata benar ini pertemuan para pengusaha.
Terlihat dari muka-muka menyebalkan mereka.
"nikmatilah pestanya" bisiknya di kupingku yang berhasil membuatku bergidik.
Tiba-tiba seseorang mendekat pada kami dan langsung merangkul Dave
"Wahh tuan Thompson" ucapnya sambil merangkul Dave
"wahh Tuan Hamings apa kabar" merekapun tertawa bersama sungguh manusia-manusia aneh.
Tunggu!
Apa yang tadi dia bilang 'Hamings?'
Oh Tuhan semoga bukan dia...
"Dave apakabar sahabatku ini" pria itu
"Aku baik-baik saja Petter" balas Dave
'Dekk' jantungku tiba-tiba berhenti
Petter? Hamings? Haruskah dia lagi? Haruskah aku bertemu dengan pria brengsek itu.
"ohya mana Angela si Sekretaris Seksimu?" tanya Pria itu
"Dia sedang sakit jadi aku mengajak Sekretaris baruku" ucap Dave.
"Kate" panggil Dave
Aku masih diam
"Kate" panggilnya lagi
Akhirnya aku tersadar.
Oh God, benar itu Petter!! Pria yang selama ini aku hindari di dunia ini.
"Kate" gumam Petter kaget.
"ohya Dave ada apa?" ucapku sambil tersenyum ramah.
Dave bingung dengan gelagatku ini.
"perkenalkan Petter dia Katherin Collins, dan Kate dia Petter Hamings" ucap Dave memperkenalkan.
Kami hanya diam terpaku satu sama lain.
"hey apa kalian saling mengenal?" tanya Dave lagi.
"iy-" ucap Petter yang langsung aku potong
"Tidak!! Aku belum mengenalnya, hallo tuan Petter senang berkenalan denganmu" ucapku sok ramah.
Dave masih terlihat bingung dengan gelagatku.
"ah Kate, aku akan menemui rekanku yang lain. Nikmatilah pestanya ya" bisik Dave lagi.
Sungguh aku takut Dave meninggalkanku sekarang.
Aku terus berdoa semoga ini hanya mimpi, tapi saatku membuka mataku aku masih tetap di tempat itu.
Ah, dengan terpaksa aku menyibukkan diriku dengan makanan yang ada disini, aku pun duduk di salah satu meja yang ada disana.
Tiba-tiba seseorang mendekatiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate My New CEO
Romance"Sepertinya aku tertarik padamu?" ucap pria itu "Tapi aku terauma oleh pria kaya raya sepertimu?!" balas Kate dingin. ************* "aku merindukan mu, merindukan anak kita" ucap pria brengsek itu "tapi aku tidak! Siapa yang kau sebut anak kita? Dia...
