Hari senin, hari yang dibilang banyak orang sangat sibuk. Bahkan anak anak sekolah pun menyebutnya dengan hari keramat karena harus melaksanakan upacara pagi. Sama halnya bagi seorang pekerja, tak beda dengan seorang Aliandraxa, pagi ini dia diributkan dengan keperluan untuk berangkat ke kantor, dia kesiangan karena semalam tak bisa tidur tanpa adanya istri disampingnya, emang kemana istrinya? Kemarin Prilly izin dengan Ali untuk diizinkan menginap di rumah Daddy, Katanya kangen. Kalau sudah begitu Ali takkan bisa menolaknya. Yasudahlah ia hanya bisa mengalah toh nanti setelah Istrinya pulang dari rumah Daddy, dia bisa bermanja-manja kembali dengan istri kesayangannya itu. Juan juga diajak untuk dibawa ke rumah Opa nya.
"Gini banget ya gue, ada meeting pagi, bangun telat, kagak ada istri caem gue, anak juga dibawa, alamat telat nih." dumel ali sendiri yang merasa kesal dari tadi tak bisa-bisa memasang dasinya dengan benar.
"Elah, udah telat banget nih. Makan nanti ajalah!" putusnya setelah dasinya telah terpasang ya walau kagak rapi-rapi banget, jelaslah biasanya kan yang benerin Prilly,sekarang mana bisa lawong orangnya juga kagak lagi dirumah.
Sudahlah dari pada tambah telat, Ali langsung menuju ke mobil dan mengendarainya dengan cepat, ia tak ingin semakin telat karena diingat bagaimana jalanan di Jakarta yang sangat padat oleh kendaraan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, Ali langsung turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil ke security untuk memakirkannya ditempat parkir khusus petinggi perusahaan.
Ali bergegas memasuki gedung perusahaannya itu dengan tergesa, sapaan sapaan dari karyawannya pun hanya ia balas dengan anggukan singkat. Banyak pula bisikan bisikan karyawati yang menilai penampilannya hari ini, sungguh sedikit berantakan.
Gue gak salah liat kan, itu pak Ali?
Kok berantakan banget sih.
Rambut yg biasanya rapi juga sedikit berantakan.
Dasinya aja sedikit melenceng.
Kagak diurus sama istrinya apa?
Yaelah pak kalo gitu mending nikah sama saya aja, saya rela deh jadi yang kedua.
Rata-rata seperti itu, Ali yang merasa geram pun langsung mengalihkan pandangannya menatap karyawan tadi dengan sorotan tajam, menandakan dia tak suka mereka menjelek-jelekan istrinya.
Sadar Bos nya yang menatap tajam pun, mereka langsung menunduk takut dan berkutat kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Tak lagi memperdulikan Ali langsung menuju ruangannya untuk mengambil berkas-berkas yang nanti untuk meeting pagi ini dengan beberapa kolega bisnisnya.
"Selamat pagi pak, meeting nya sudah siap!" ujar Ririn sekretarisnya.
"Baiklah saya segera kesana!" jawab Ali yang langsung menuju ruangan meeting.
Ali pun langsung bergegas ke ruang meeting dengan kolega bisnisnya.
Kurang lebih 2 jam meeting tersebut berlangsung, Perusahaan Aliandraxa bersepakat menjalin kerjasama dengan perusahaan Andrean Corp .
"Senang bisa menjalin kerjasama Pak Andra..." ucap Pak Andre selaku pemilik perusahaan Andrean Corp. Mengulurkan tangan bermaksud untuk saling berjabat tangan.
"Senang juga bisa bekerja sama dengan bisnis anda Pak Andre" ujar Ali sembari membalas jabatan tangan Andre.
"Kalau begitu saya duluan Pak Andra" pamit Andre.
"Baiklah."
Setelah itu pun Andre berlalu keluar dari ruang meeting, tak lama setelah itu Ali juga beranjak menunu ruangannya untuk berniat istirahat diingat tadi pagi dia belum makan sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYANDRA (2)
Fanfiction"Tidak ada yang tau bagaimana takdir kita nanti, karena peran di dunia kita hanya sebagai pelaksana, skenario telah diatur oleh sang kuasa, kita hanya bisa menjalankan dan bbagaimana untuk kita membuat kehidupan kita bahagia." Lanjutan kisah dari...
