...
.......
............
"Uisanim eotthokae...??" tanya sejin pelan.
"Kami sudah berusaha sebisa mungkin namun tuhan berkehendak lain, pasien kim taehyung ada diambang batas antara hidup dan mati
Tim medis tidak dapat lagi menolongnya bahkan ia tidak dapat menerima cairan apapun kedalam tubuhnya baik itu infus ataupun yang lainnya.
"Mwo gotjimal..."
"tidak banyak yang kami bisa lakukan karena kanker yang dideritanya sudah hampir mengambil alih seluruh tubuhnya dan menyebar sampai keorgannya satu persatu..
Kejadian ini tidak dapat dikatakan pertanda baik karena berkat alat medis yang ada ditubuhnya taehyung masih dapat hidup.
Jika sampai besok malam dia juga belum sadar. Mianhae, kami menyatakan bahwa pasien kim taehyung tidak dapat diselamatkan" jelas uisa itu lagi dan membuat semua yang ada didihadapannya terdiam tidak dapat mengeluarkan satu katapun.
"Ahh aniya, mwo ige... Aniya eotthoke, jebal uisanim nae dongsaeng dowajusaeyo" mohon seokjin, seakan untuk bicarapun sangat susah.
"Kalian hanya perlu berdoa, agar taehyung kembali sadar meskipun hanya 20%... Mian saya harus meninggalkan kalian karena masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan, ada dua ganosha yang menjaga didalam dan kalian dapat menemui taehyung secara bergantian karena sepuluh menit sekali saya akan kembali memeriksa perkembangannya" ujar uisa itu lagi dan pergi meninggalkan keenam member bangtan itu dan juga sejin.
"Hikss..hikss eotthokae hyung, dua hari lagi kita akan kejepang untuk wings tour dan aku tidak ingin pergi tanpa V hyung" tangis jungkook dipelukan hyung tertuanya.
Tangan seokjin terangkat mengusap kepala jungkook lembut berusaha untuk menenangkan dongsaengnya itu. Namun nihil, sang dongsaeng malah bertambah keras menangis dipelukannya.
"Kookie-ya uljima, jika kau menangis siapa yang akan menguatkan hyungmu huhh... Kau satu-satunya dongsaeng yang tae miliki setelah kepergian dongsaeng kandungnya geuge uljima" lirih seokjin lagi.
Jungkook perlahan meredakan tangisnya meski ia masih sedikit tersedu namun tetap saja apa yang seokjin katakan padanya sepenuhnya benar, jika dirinya menangis maka hyungnya itu tidak akan kuat.
.
.
Semua member menunggu taehyung dengan sabar hingga membuat jungkook yang sehabis menangis tertidur dipundak jimin yang duduk dikursi didepan ruang rawat taehyung dengan seokjin yang duduk disebelah kiri jimin dan juga sejin yang duduk disebelah kanan jungkook.
"Namjoon-ah bagaimana jika taehyung tidak sadar juga sampai besok malam" tanya yon-gi pelan sembari bersandar disamping pintu ruang rawat taehyung dengan namjoon yang berdiri disampingnya.
"Hyung jangan berfikir yang macam-macam karena uri tae pasti akan sadar dan kembali sehat" jawab namjoon.
Hingga detik berikutnya semuanya kembali terdiam dengan fikiran masing-masing bahkan hoseok hanya terduduk bersandar ditembok dengan kedua tangan yang berada diatas kepalanya, namun semua itu tidak berlangsung lama karena terdengar suara kaki sesorang yang berjalan cepat mulai mendekati ketujuh namja itu hingga membuat semua yang berada disitu menolehkan kepala keasal suara kecuali jungkook yang masih setia dengan matanya yang terpejam.
"Taehyungie eotthoke...??" tanya seseorang yang ternyata sihyuk sang PD-nim.
Tidak ada yang membuka mulut hanya sekedar untuk memberi sedikit jawaban kepada sihyuk, semuanya terdiam tidak mengeluarkan sepata katapun dengan kepala yang tertunduk seolah tidak sanggup untuk membuka mulut meaki sedikit saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
diary book (END)
FanfictionKalian bahkan membenciku hyung, kookie.. Geunde, aku tidak mengingatnya meski sedikit. Entah apa yang aku lakukan salah dimata kalin. Bahkan aku bingung, siapa yang menulis catatan didalam DIARY BOOK milikku semua catatan itu tertuju saat kalian mem...
