Chapter 8

396 58 0
                                        


"Noona, lihat Hani nggak?" tanya Jinyoung yang baru saja pulang dari latihannya.

"Nonton... di bioskop..." jawab Harim dengan mata yang fokus ke televisi.

"Nonton? Di bioskop? Sama siapa?"

"Nggak tau ah. Telepon aja trus tanya sendiri..."

Jinyoung nggak menjawab. Begitu Harim menoleh anak itu uda hilang masuk ke kamar, "Noona pulang malam hari ini. Kunci pintu ya!" teriak Harim kepada Jinyoung. Terdengar respon Jinyoung beberapa detik kemudian. Yang disusul dengan suara klakson mobil yang tak lain tak bukan adalah mobil Park Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

.

.

Malam ini Harim memang punya janji dengan Park Chanyeol. Dia akan datang ke pesta ulang sepupunya Chanyeol. Harim benar-benar tidak bisa menolak. Waktu itu dia sudah berhasil tidak datang ke pesta ayah Chanyeol karna bekerja. Jadi untuk yang kali ini, Harim nggak enak kalau harus nolak lagi. Apalagi karna Chanyeol seakan uda nyiapin semuanya. Termasuk nyiapin dress dan sepatu cantik yang sekarang sudah melekat di tubuh Harim. Ia urai rambut panjangnya malam ini. Dengan make up sederhana Harim pun bergegas keluar karena Park Chanyeol sudah menunggu lama.

"Woahh... noonaaa!" teriak Jinyoung begitu Harim keluar dari kamar. "Yeppeuda!"

Harim tersenyum kecil mendengar pujian Jinyoung. Sementara Chanyeol juga tampak tersenyum melihat penampilan Harim.

.

.

.

.

.

"Kamu cantik hari ini, Rim..."

Kalimat pertama yang dilontarkan Park Chanyeol langsung membuat pipi Yoo Harim merah merona, "Ya... aku memang cantik..." kata gadis itu penuh percaya diri.

"Hahaha... dasar kamu ini!"

Harim tertawa, "Tapi oppasering bertemu yang lebih cantik dariku kan?"

"Ya..." jawab Chanyeol santai.

Tempat party ulangtahun sepupu Chanyeol adalah sebuah club malam mewah bernama Star Club. Ini memang bukan pertama kalinya Harim masuk ke dalam club. Harim hanya tak pernah masuk ke club yang mewah seperti tempat ini.

Lihat saja siapa-siapa yang ada di sini. Sederet orang-orang seumurannya yang sedang berjoget mengikuti dentuman musik. Dari penampilan mereka sudah pasti mereka semua adalah anak orang kaya. Sama seperti Park Chanyeol bossnya.

"OMAIGAD?" gumam Harim menemukan sesuatu. "Itu Kang Daniel kan?"

Chanyeol menoleh ke tempat yang ditunjuk Harim, "Ya... benar... dia adik sepupuku juga, Rim..." kata Chanyeol.

Harim melebarkan mata menatap sosok Kang Daniel, salah satu member Wanna One yang terkenal itu. Oh, bahkan bukan dia saja. Di sudut ruangan Harim bisa melihat dua personil BTS, Suga dan Rap Monster sedang berkumpul dengan beberapa orang. Park Chanyeol tak pernah bilang jika akan banyak selebriti yang datang ke pesta ini. Dan bolehkah Harim foto bersama mereka?

"Pacar lu, Yeol?" tanya seseorang dengan suara kencang di tengah ricuhnya suasana di club malam ini.

"Calon..." jawab Chanyeol membuat Harim langsung bertingkah seakan tak mendengarnya. "Ah, ngomong-ngomong saengilchukkamida, Hyungnim!"

Smile FlowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang