Pagi ini Hani nggak berangkat sekolah bareng Jinyoung. Jinyoung harus pergi ke tempat lain dulu sementara Hani ada piket kelas. Jadi dia harus datang lebih awal dari biasanya.
Di sekolah ini, Hani nggak begitu punya banyak teman. Teman dekatnya hanya Choi Yein dan Kang Eunbi. Hani bisa dekat sama mereka, karna mereka nggak sombong kayak murid-murid lain.
Hani nggak heran kalo murid-murid di sekolahnya pada sombong dan nggak friendly. Mereka semua dari kalangan sosial menengah ke atas ya jadinya begitu. Makanya Hani merasa nggak cocok aja berteman sama mereka. Toh dia sekolah di sini karna yang dia kejar adalah beasiswa.
Hani punya impian sejak kecil. Dia mau jadi dokter. Dan Hani sangat tahu kalau sekolah dokter nggak murah. Kakaknya pasti nggak mampu buat biayain. Kebetulan SMA Cheongnam adalah salah satu sekolah yang bisa kasi beasiswa untuk lulusannya bisa sekolah dokter gratis. Makanya Hani daftar ke sekolah ini. Makanya juga Hani nggak pernah main-main sama pelajaran.
"Dua babi cantik itu mana ya..." tanya Hani dalam hatinya. Dia baru selesai piket dan sekarang dia lagi nyari Yein – Eunbi.
Hani keluar dari gedung menuju lapangan. Anak-anak cowok lagi main basket di sana. Hani ke sini karna pacar Yein, Ahn Hyeongseob suka main basket sebelum pelajaran mulai.
Dan benar aja. Hani ketemu Yein lagi nyuapin makanan ke Hyeongseob sementara Eunbi lagi ngobrol serius sama Park Woojin.
"Lah mereka balikan?" celetuk Hani waktu liat Eunbi – Woojin.
Pandangan Hani pun pindah ke angle lain. Kali ini ke enam cowok yang lagi main basket tiga lawan tiga. Dua di antaranya adalah teman sekelas Hani, Lai Guanlin dan Yoo Seonho. Tiga lainnya Hani nggak kenal. Yang jelas mereka senior. Dan satu orang itu...
Hani kenal banget.
Makanya Hani ngeliatin dia sekarang.
Sambil senyum-senyum lagi.
"Duh, dia kenapa bisa ganteng begitu sih?"
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Siang harinya... ]
Nam Gyuri lagi check up di rumah sakit dekat Café XOXO. Di saat itulah Harim mampir ke café untuk sekedar ngobrol bareng Jieun. Harim emang sering banget cerita soal pekerjaannya di rumah Jeon Wootak. Yang kadang bikin Jieun iri karna bisa masuk ke rumah istana mereka.
"Rim, bantuin gue dong!" seru Jieun begitu Harim masuk. "Anterin ini ke meja ajussi itu..."
Harim langsung ngelirik ke deretan meja. Siang bolong gini café emang paling sepi. Buktinya meja mereka hanya terisi dua. Satu meja didudukin sama bapak-bapak, sedangkan meja satunya lagi didudukin sama...
"Itu kan Kwon Soonyoung?"
"Hehe... iya... ini gue lagi buatin minuman special buat dia!"
Harim mengeryit, "Tumben yang dibawa cowok? Berubah homo tuh orang?"
"Apaan sihh... nggak usa sembarangan ngomong deh. Itu Wonwoo... temen deketnya Soonyoung..."
"Wonwoo? Kayak pernah denger..."
Harim pun mengangkat nampan pesanan seorang ajussi di meja nomor sebelas. Sementara Jieun menyusul tapi membawa dua gelas moccacino untuk Soonyoung dan temannya yang bernama Harim itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Smile Flower
Fanfiction[ COMPLETED ] Harim punya trauma cinta yang membuatnya ragu untuk jatuh cinta lagi. Lalu takdir mempertemukannya dengan Wonwoo, pria dingin yang perlahan hidupnya berubah semenjak Harim hadir mengisi kesehariannya. . . . . "Because we're together...
