At some point you became the root of my happiness
After I realised I kept staying near you
Turn right and turn left
I keep going around you every day
"Boom Boom" - Seventeen
.
.
.
.
.
Yoo Harim POV
"APAAA? Kamu uda bebas?"
Ya Tuhan, makasi banget. Akhirnya Jinyoung dibebasin dan dinyatain nggak bersalah.
Duh, aku akhirnya bisa pergi dari sini. Agak kesal sih uda nunggu di sini, di depan apartmentnya orang brengsek itu. Belnya hampir bablas kayaknya gara-gara aku pencet-pencet nggak berhenti selama dua jam. Bodoh amat. Siapa suruh nuduh-nuduh orang sembarangan.
Dan aku sumpahin tuh orang sial deh hidupnya. Sama kayak dia bikin Jinyoung sial karna pernah ngerasain gimana ngerinya ditahan polisi.
.
.
.
.
.
Hampir lima menit aku nunggu di depan lift. Salah satu dari enam lift yang ada pun akhirnya berhenti di lantai 22. Waktu pintu lift terbuka, ada satu orang cowok keluar. So, aku tungguin sampai dia keluar baru aku berniat masuk. Cowok yang kayaknya seumuran aku itu pun keluar, dan ngelewatin aku. Otomatis aku bisa kecium bau tubuhnya dia yang...
Tunggu!
Bau ini...
Aku noleh ke dia yang uda menghilang karna belok ke lorong kanan. Pintu lift uda ketutup lagi karna aku dari tadi diam di tempat.
Cowok itu baunya... mirip banget sama seseorang!
Seseorang yang aku kangenin banget sekarang.
.
.
.
.
.
Pagi ini aku mulai kerja di tempatku yang baru. Tentu saja di rumah orang yang membutuhkan jasa perawat pasien stroke. Aku agak beruntung karna katanya aku adalah pengirim CV pertama untuk kerjaan ini. Tapi setelah dipikir-pikir, apa kerjaannya susah ya sampai-sampai nggak ada yang lamar selain aku?
Dan aku sempet amsyong waktu tau siapa yang membutuhkan jasa itu. Waktu aku baca alamat yang dikasi ke aku, aku kaget aja karna alamat yang dikasi adalah alamat rumahnya keluarga Jeon. Siapa sih yang tahu keluarga Jeon? Keluarga konglomerat pemilik Jeonhwa Groups. Aku tahu banget rumah mereka karna itu dekat dengan rumah Jieun. Dan rumahnya gede banget.
Saking gedenya aku sampe nganga waktu aku uda sampai di depan pintu gerbang rumahnya mereka sekarang. Gerbangnya tinggi banget. Uda kayak benteng istana. Ya, emang di dalamnya istana sih.
"Mau cari siapa, Mbak?" tanya seorang satpam yang ngeliat aku nganga di depan pintu.
"Eng... aku kerja di sini, Pak..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Smile Flower
Fanfiction[ COMPLETED ] Harim punya trauma cinta yang membuatnya ragu untuk jatuh cinta lagi. Lalu takdir mempertemukannya dengan Wonwoo, pria dingin yang perlahan hidupnya berubah semenjak Harim hadir mengisi kesehariannya. . . . . "Because we're together...
