ANGGA POV
Dentuman musik di dalam bar menggetarkan jantungku. Semua orang yang ada di dalam sini berhura-hura. Pesta minum alkohol dan berlomba-lomba menari yang paling sensual.
Namun di dalam sini, di dalam ruangan yang pecah ini, aku malah merasa hampa. Kosong. Sepi. Gundah. Sendirian. Dan hanya di temani banyak botol minuman.
Sudah dua puluh gelas minuman ku minum. Kini aku kelenger karena minuman alkohol ini.
Ini hanya sebagai penenangku saja. Agar aku terlupa sebentar dari masalahku. Namun, sepertinya ini mulai berfungsi. Sedikit.
Aku benar-benar membutuhkan teman. Aku butuh orang disampingku. Menemaniku dalam melalui semua masalah ini. Aku tidak sanggup menahannya sendirian.
Lebih baik aku menelepon Syifa saja. Dengan kondisi yang sudah setengah mabuk, aku merogoh saku untuk mengambil ponsel. Lalu ku telepon ia.
Nada panggilan sudah tersambung. Hanya menunggu seseorang mengangkatnya saja.
Tuut.. tuut.. tuut..
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan--
Aku langsung mematikan panggilan. Aku terus menelepon Syifa. Terus dan terus hingga Syifa menjawab panggilanku.
Namun, lagi, Syifa tidak mengangkat panggilan dariku lagi.
Sungguh. Aku benar-benar membutuhkan seseorang disampingku sekarang.
●●●
SYIFA POV
Hari ini aku dapat job penuh. Aku mendapat panggilan job pemotretan untuk beberapa majalah terkenal.
Aku sangat antusias. Aku tidak boleh melewatkan semuanya.
Huh. Semuanha berlangsung cukup lama. Setelah melakukan pemotretan untuk majalah yang ini, aku lanjut melakukan pemotretan yang lain. Terus begitu hingga ponggangku pegal sekali. Aku mati gaya.
Masih ada sisa satu sesi pemotretan lagi. Dan aku tidak boleh melewatkannya.
Aku melakukan beberapa gaya. Beberapa pasang kamera menegak di sekelilingku. Kilauan cahayanya berkedip banyak kali. Aku terus bergaya, saat kameramen terus mengambil gambarku.
Aku melakukannya dengan hati yang antusias sekali.
Tiba-tiba ponselku berdering di atas meja di ujung sana. Nadanya terdengar sampai sini. Membuat beberapa orang di sekitarku merasa risih.
Kiranya beberapa kali ponselku berdering, aku masih melakukan pemotretan, namun orang-orang di sekitarku sudah tidak tahan lagi.
"Rasyifa! Matikan dulu teleponmu! Bunyinya itu sangat mengganggu jalannya pemotretan ini." Ujar salah satu kameramen.
Aku menggaruk tengkuk salh tingkah. Ya, telepon itu cukup membuatku malu.
"Iya, iya. Sebentar."
Aku lalu menghampiri meja dimana ponselku berada. Mengambil ponsel tersebut dan melirik layar ponsel.
MY BEE is calling..
Angga meneleponku. Angga meneleponku! Tunggu, Angga meneleponku? Ada apa? Tumben sekali.
Biasanya aku yang selalu meneleponnya duluan, itu pun juga jarang. Bukannya Angga tidak pernah duluan. Paling biasamya hanya melalui chat saja, dia memang sering mengechatku, hanya saja aku sering sibuk.
Dan kini ia meneleponku. Namun saat ini aku sedang sibuk, lagi.
"Rasyifa! Ayo cepat! Pemotretan ini belum selesai!"
KAMU SEDANG MEMBACA
If I'm Yours [SELESAI]
Romance"Sehebat apapun sandiwaramu, hatimu tetap tak akan bisa berbohong." Copyright©2017-All Rights Reserved
![If I'm Yours [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/106192368-64-k277260.jpg)