'Kalau aku bisa suka kamu tanpa alasan berarti aku bisa benci kamu tanpa alasan' -okta azzahra
"Gue gak suka banget sama dia, tengil gayanya padahal calon ketua osis" ucap gita.
"Jangan gitu loh, gitu-gitu dia banyak mantannya sampai ada yang gagal move on gara-gara manusia kaya dia" jawab arin
Setelah penyampaian visi misi. Masing-masing CKO kita semua istirahat di lobi dan berbincang sederhana cenderung serius. Namun, seonggok manusia berani-berani nya mengubah suasana yang tadinya seperti es menjadi seperti lilin.
Iya, dia adalah laki-laki tengil itu. Si CKO yang tampangnya paling meragukan. Kalau boleh aku memilih aku tidak ingin bertemu dengannya lagi bahkan di kehidupan yang akan datang.
***
"Duluan ya" kata si CKO menyebalkan itu, dengan senyum Bulan sabit yang bersinar di langit.
Karena melihat senyumanya, hampir-hampir aku luluh karenanya, sial! Aku hanya mengangguk kepala dan membalasnya dengan senyum miring.
Beberapa hari kemudian. Pengumuman ketua osis yang baru diumumkan. Laki-laki tengil itu terpilih menjadi ketua osis untuk 1 tahun kedepan. Sialnya aku terpilih menjadi wakil ketua osis dan akan menjadi partner nya selama setahun lamanya.
"Gue gak pengen jadi ketua osis. Tapi gue gak pengen dia jadi ketua osis" jelas gita kepada okta.
Okta yang sedang asik menggambar sesuatu dibukunya terganggu saat gita datang menghampirinya. Sambil mengucapkan sumpah serapah tentang si tengil yang menjadi ketua osis. "Lo kenapa?" tanya okta.
Kini mereka saling menatap. Gita menjelaskan semuanya kepada okta. "Ya, lu jalanin aja dulu, siapa tau dia berubah sikap saat jadi ketua osis"
"Ish apaan sih lu, bocah tengil kaya gitu yang akan mimpin sekolah kita selama setahun? Plis deh! Apa engga si Bayu aja yang udah gak masuk 3 Bulan dan sekarang lagi tawuran. Mending dia aja" marah gita sambil melipat tangannya tepat di dada.
Okta hanya tertawa kecil melihat ekspresi gita saat marah-marah. Dan mengelus pelan punggung gita.
"Jajan yuk" ajak okta
"Ga ah males"
"Yaudah gue jajan dulu ya"
(PERKENALAN)
Aku. Sama saja seperti gadis pada umumnya. Namun, aku tidak cantik. Tidak tinggi. Tidak kurus. Dan tidak berambut panjang. Tidak kaya seperti gadis remaja seusia ku. Tidak berlesung pipit dan tidak bergigi gingsul.
Maka, jauhkanlah angan-angan kalian tentang kesempurnaan diriku seperti tokoh-tokoh novel pada umumnya.
Namaku Gita Putri. Gadis usia 16 tahun yang tidak pernah merasakan apa itu Cinta. Bukan tanpa alasan tapi karena temanku yang jelas-jelas disakiti dengan alasan Cinta.
Dan satu alasan lain yabg membuat ku berfikir tak perlu jatuh Cinta dan percaya kepada siapa pun. Dasar bajingan!
Hari ini. Hari pertamaku menjadi seorang wakil ketua osis. Kami, calon osis yang baru berbaris rapi di lapangan. Kami akan mengucapkan sumpah janji dalam osis untuk setahun yang akan datang.
Tinggal beberapa menit lagi kami akan dilantik sebagai osis yang baru oleh kepala sekolah. Betapa sulitnya aku harus berdiri disamping laki-laki tengil itu dan memegang bahunya.
"Baru megang bahu aja udah grogi, gimana nanti kalau kita pegangan tangan di pelaminan" bisik laki-laki tengil itu tepat di telinga ku.
"Jijik" jawab ku.
***
Setelah pelantikan osis selesai. Aku masuk kedalam ruangan kelas ku X IPS 1. Untuk memulai pelajaran pertama.
Suasana kelas sangat gemuruh. Di kelas ada geng berandal yang isinya, fuad, Putra, fahri, jiman, zidan, Farhan, herdy, Farel, dan ikhwan. Juga member perempuan yaitu, milla, manda, visca, jihan, Nisa. Salah satu diantara mereka wajib membawa gitar setiap harinya.
"Siapa yang mau request lagu?" tanya fuad.
"Remember of today, pergi hilang dan lupakan" jawab Andre.
"Yoiiii" teriak semua siswa di dalam kelas kecuali AKU.
Kelas aku termasuk kelas yang paling di benci semua guru. Kelas yang diminati oleh banyak siswa karena murid dan kesolidtannya. Kelas yang selalu dipenuhi canda, tawa dan nyanyian setiap harinya. Dan nanti akan berubah saat kami semua naik kelas. Xixixixi
"Tok tok tok"
Suara ketukan pintu di luar kelas ku. Seketika suasana kelas berubah 360°. Semua siswa berpindah ke tempat duduk nya masing-masing. Dan terlihat membaca buku.
"Siapa yang gak masuk hari ini?" tanya salah satu siswa dari kelas sebelah yang disuruh guru piket untuk mendata kehadiran siswa hari ini.
"Ahh kampret lo"
"Ehh sempak kirain siapa"
"Sekali lagi kek gitu gue cium lo"
"NIHIL" teriak milla sekretaris kelas.
Siswa itu kembali ke kelas sebelah untuk mendata kembali.
"Lanjut lagi" teriak putra.
***
Gita berjalan melewati koridor sekolah bersamaan dengan okta. Sesekali mereka menjawab sapaan teman dan berterima Kasih atas ucapan selamat dari teman-teman, karena telah terpilih menjadi wakil ketua osis.
Mereka mangambil meja kantin disebelah pojok kanan. Kebiasaan okta jika memilih tempat selalu di pojok. "Kane" katanya kalau duduk di pojok.
"Lu mau pesen apa?" tanya okta.
"Gue mau cilok 5000 yang super pedes, gue laper"
"Yaudah tunggu disini"
Sambil menunggu cilok datang aku mengambil ponsel ku di saku seragam sekolah. Saat memeriksa notifikasi yang masuk. Ternyata benar ada line yang masuk.
RANA JAYA : "pulang sekolah nanti, saya tunggu di ruang osis. Jangan TELAT! "
"Ish apaan sih bocah, suka-suka gue dong mau dateng kapan, maksa aja" gumam ku.
DARI SINI PENDERITAAN KU DIMULAI.
KARYA : MARINTAN MAHARANI
SHAFIRA NUR SHAUMU
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Bukan Dilan
Romance"Jangan nyenyak-nyenyak tidurnya ntar kelewatan sholat subuh. Trus kalau gak bangun-bangun nanti aku nangis gimana?" "Ia kak" Kita saling sayang. Tapi,bukan berarti aku tidak bisa memiliknya hanya karena masa lalu nya.
