The Broken Heart

861 78 4
                                        

Luhan tiba disekolah lima belas menit sebelum bel berbunyi. Mengacuhkan pesan dari Kris untuk berangkat bersama. Dia bukannya menghindar dari Kris, hanya saja dia masih memikirkan kata kata Kris. Dia mengibaskan payungnya didepan gerbang sekolah. Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

"Pagi Lu. Baru sampai."

"Ah kamu Kyungie. Ya, aku baru saja tiba. Kamu kok ga diantar Kai?"

"Tidak. Tadi Kai sms ga bisa jemput karena mobilnya mogok. Jadi ya~aku naik taksi aja."
"Kamu jalan kaki lagi?"

"Emm." Luhan menganggukkan kepalanya.

Luhan dan Kyungsoo terus mengobrol sambil berjalan menuju kelas mereka.

"Kamu kok ga minta Sehun untuk jemput kamu sih?"

"Ga pa pa Kyungie. Aku ga mau ngerepotin dia."

"Kok ngerepotin? Kamu kan pacarnya."

Luhan hanya tersenyum miris. Memang dia dan Sehun adalah sepasang kekasih, tapi mungkin itu hanya buat Luhan dan tidak untuk Sehun. Sehun terlalu acuh padanya. Tidak pernah menelepon Luhan sebelum Luhan yang meneleponnya. Sehun juga tidak pernah mengirim sms untuknya. Kalau Luhan yang mengirim pesan, balasannya pun sangat singkat dan terkesan dingin. Yang paling menyakitkan bagi Luhan, tidak pernah sekalipun Sehun menatapnya dengan penuh cinta.

Kyungsoo yang melihat sahabatnya seperti itu merasa bersalah.

"Ekhem. Maaf ya Lu. Aku ga bermaksud un-"

"Kyungie, ga apa apa kok."
"Jja kita sudah sampai. Ayo masuk!"

Luhan berusaha mengalihkan pembicaraan mereka. Kyungsoo sadar akan itu. Dia pun mengikuti Luhan dan duduk di bangkunya di  belakang bangku Luhan. Mereka terus mengobrol sambil sesekali bergurau. Sampai kedatangan Sehun menghentikan obrolan mereka.

Luhan memandang sendu Sehun yang masuk kekelas mereka. Kyungsoo pun mengikuti arah pandang sahabatnya. Dia kemudian sadar akan apa yang menjadi penyebab Luhan terlihat sedih. Baekhyun. Dia masuk bersama Sehun yang berjalan disampingnya. Kyungsoo pun tau pasti kalau Sehun dan Baekhyun berangkat bersama. Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Luhan dan memberikan tatapan yang mengatakan pada sahabatnya untuk bersabar.

Luhan tau arti tatapan Kyungsoo. Dia pun berpura pura ceria dengan menyapa Sehun dan Baekhyun.

"Pagi Sehun, pagi Baek."

"P-pagi Lu."

Hanya Baek yang membalas sapaannya. Sedangkan Sehun terus melanjutkan langkahnya untuk duduk di bangku paling belakang. Luhan hanya tersenyum kecut.

Baek duduk disamping Kyungsoo karena mereka berdua sebangku.
Baek tersenyum canggung kepada kedua sahabatnya. Dia berusaha menghindari sepasang netra rusa yang melihatnya dengan tatapan penasarannya.

"Mmm. Kyungie kamu udah siap pr kimia? Aku lihat dong!"

"Emang kamu lom siap?"

"Udah sih. Tapi aku cuma ingin mengeceknya lagi. Takut banyak yang salah. Kamu tau kan kalau Choi saem sangat kejam. Salah lebih dari dua. Siap siap menerima hukuman."

"Kamu minta aja tugas kimianya Luhan. Dia kan jago."

"I-itu. Mm. A-aku~"

"Nih Baek. Cek saja tugasmu dengan tugasku. Perbaiki mana yang salah. Arra."

Baekhyun terkesiap. Dia hanya mengerjapkan matanya. Tak menyangka Luhan menyerahkan tugasnya dengan tersenyum tulus. Baekhyun membalas dengan senyuman hangat. Ada rasa bersalah pada Luhan sahabatnya. Dia pun langsung mengecek tugasnya.

The Angels HeartStories to obsess over. Discover now