Dua Belas: Telepon

5.3K 447 49
                                        

SURPRISE UPDATE!!

BAGI YANG NUNGGU-NUNGGU GREGET KELANJUTANNYA WKWKWKWK. SEBENERNYA INI MASUK PART 11, CUMA KEPANJANGAN AKHIRNYA AKU CUT INI DI PART 12 HEHEHEHE, ENJOY!

***

Aku berdiri di anjungan kapal. Memantau lautan Mediterania yang berbisik dengan tenang. Siang ini terasa sangat terik sekali.

Aku melihat sebuah kapal yang lama kelamaan mendekati perairan Lebanon. Aku merasa curiga kalau itu adalah kapal bermuatan barang-barang ilegal.

Kulihat dari bendera kapal sipil tersebut, rupanya itu adalah bendera negara Brazil yang akan memasuki zona perairan Lebanon.

“Aku curiga kalau kapal itu positif membawa barang-barang ilegal.” kataku kepada Serda Arie, “Persiapkan sekoci dan pasukan segera!”

Aku sebagai dantim, langsung sigap mengambil helm berwarna biru muda dan senapanku. Semua yang ditugaskan melakukan operasi ini sudah bersiap di geladak heli. Aku memberi arahan kepada mereka.

“Kapal sipil yang akan memasuki perairan Lebanon kurang lebih jaraknya sekitar dua mil. Berjaga-jaga, kita beri tembakan peringatan, lalu naik ke kapal melalui tangga yang ada di lambung kapal. Setelah itu, kita langsung masuk ke anjungan kapal. Geledah semua tempat-tempat yang mencurigakan. Jelas?!”

“Siap, jelas!” seru tim operasi ini.

“Bubar, jalan!” kami pun turun kapal dan menaiki sekoci.

Kami mendekati kapal target, menghentikan kapal dengan seruan peringatan. Aku langsung naik melalui tangga besi yang ada di lambung kapal.

Kami tiba di atas geladak kapal. Aku memerintahkan untuk membawa personil ke anjungan untuk menemui sang nahkoda.

We are UNIFIL, Maritime Task Force. We guess that this ship is suspicious.—Kami adalah UNIFIL, Maritime Task Force. Kami menduga bawah kapal ini mencurigakan.” kataku setiba di anjungan, aku mengacungkan senapanku kepada mereka semua.

Sorry, sir, what's a problem?—Maaf, Pak, apa masalahnya?”

We guess this ship bring some illegal items. We want to make sure that this ship is properly carrying illegal items or not. —Kami menduga bahwa kapal ini membawa beberapa barang ilegal. Kami ingin memastikan bahwa kapal ini membawa barang ilegal atau tidak.”

“Penggeledahan mulai!” teriakku lagi.

“Dantim, mohon izin lapor, ditemukan barang-barang elektronik tanpa ada surat lisensi dari pihak perusahaan. Di duga, ini semua adalah barang ilegal.” Serda Arie menemukan ruang kosong yang penuh dengan elektronik tanpa surat lisensi dari perusahaan.

“Laporan diterima. Jaga mereka!” semua kru awak kapal mengangkat tangannya. Aku langsung berjalan berjingkat sambil waspada.

Are you have a licence about this?—Apa kalian mempunyai lisensi tentang ini?”

We don't!—Kami tidak punya.”

“Giring mereka ke geladak kapal, segera!” teriakku. Semua kru awak kapal digiring menuju geladak kapal.

Dengan waspada dan mawas diri, aku telah menyelesaikan simulasi Boarding Exercise yang singkat ini. Ini memang latihan kerja sama antara Indonesia-Lebanon-Brazil. Kami pun saling bersalaman dan memeluk satu sama lain.

Good job, Garuda!—Kerja bagus, Garuda!” seru awak kapal Brazil memelukku dan menepuk punggungku.

You too. Thanks for make this simulation very important for us.—kalian juga. Terima kasih telah membuat simulasi ini menjadi sangat penting bagi kami.”

SANDARANDIKA 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang