SELAMAT HARI RABU!!! Oh ya, Dika mau berangkat nih wkwk, acian Dara ditinggal lagi tambah jauh wkwkwk xD so enjoy guys!!
---
Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Lebanon. Aku sudah siap dengan seragam lapangan khas pasukan garuda lengkap dengan baret biru muda yang kukenakan serta menggunakan kacamata hitam. Sebelum berangkat, aku melakukan apel. Semua keluarga bergerombol di tepian. Melihat detik-detik kami akan berangkat ke Lebanon sebagai prajurit UNIFIL Maritime Task Force.
"Saya izinkan, lima menit untuk bertemu dengan keluarga kalian!"
"Siap! Garuda!"
Semua langsung semburat pergi mendatangi keluarga masing-masing. Aku segera menjumpai Mama, Papa, Ratih yang rela bolos kuliah, dan Dara yang meminta izin untuk pergi ke sini.
Aku memeluk Mama sambil menangis. Aku yakin ini bukan perpisahanku dengan Mama. Mama yang selalu memberiku motivasi untuk menjadi seorang tentara, yang selalu mendengarkan bila aku memiliki banyak masalah saat di AAL. Aku mengecup kening Mama yang masih berlinang air mata.
"Kamu hati-hati ya, Nak. Jangan nakal, di negara orang. Jadi pemimpin yang amanah ya, sayang." sudah berapa kali Mama mengatakan ini. Tetap aku ingat dan kudengarkan.
"Iya, Ma. Pasti." aku mengangguk sambil menghapus air mata Mama yang berlinang menganak sungai di pipinya.
"Kak, Papa nggak tahu menahu soal dunia militer. Tetapi, sebagai seorang prajurit harus kuat untuk meninggalkan keluarga demi tugas negara. Papa pesan, tetap jaga kesehatan ya. Buat bangga orang tua, bangsa, dan negara. Semoga kamu selamat berangkat-pulang. Papa bangga sama kamu, Kak." Kata Papa sambil memelukku. Beliau menepuk pundakku sebanyak tiga kali.
"Iya, Pa. Doakan Dika bisa pulang dan bisa kumpul sama keluarga lagi."
Aku mulai memeluk Ratih. Ia menangis sejadi-jadinya, aku mengecup keningnya dengan gemas, "Kak Dika, lebaran pulang kan?"
Aku tersenyum, "Kakak harus setahun full di sana, nggak sampai setahun sih, insha Allah, delapan bulan Kakak udah sampai Indonesia. Dan, delapan bulan itu, aku nggak boleh pulang ke Indonesia. Tapi, Kakak bakal pulang buat kamu. Mau Kakak kenalin cowok ganteng ala Lebanon?" Godaku.
Ia menggeleng sambil tersenyum, "Nggak, Kak. Kayaknya lebih keren cari yang lokal buat dukung kearifan lokal."
"Bisa ae lah, Dek. Hahahaha." aku tertawa sambil mengacak-acak rambutnya.
Aku berlalu dari Ratih dan berjalan ke arah Dara. Dara tersenyum sambil memelukku, "Sayang, hati-hati ya. Jangan putus asa, bangkit terus. Aku tetap menanti kamu pulang." Air matanya mulai berlinang, matanya berkaca-kaca. Ya Tuhan, aku benar-benar tidak tega.
Aku tersenyum sambil menyeka air matanya, "Makasih, sayang. Kamu nggak usah sedih, nggak usah nangis. Kan aku nggak sampai setahun kan? Kalau aku punya lenggang waktu, aku telepon kamu."
"Lima!"
"Kayaknya aku harus pergi sekarang!" aku memeluk semua keluargaku termasuk Dara.
"Empat!"
"Jaga dirimu baik-baik, Dika!" kata Papa. Semua saling melepaskan pelukannya.
"Tiga!"
"Sampai jumpa satu tahun lagi, Mama, Papa, Ratih, Dara." kataku perlahan-lahan sambil berlari menjauh.
"Dua!"
"Assalamualaikum!" ucapku salam memberi hormat sebentar dan lari menuju barisan sebelum angka satu tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SANDARANDIKA 2
Romance[COMPLETED] Randika Kusuma Hermawan seorang perwira muda angkatan laut harus siap menjadi seorang abdi negara yang ditugaskan di mana saja. Suatu hari, Dika terdaftar sebagai pasukan kontingen Garuda satuan tugas Maritime Task Force di Lebanon membu...
