Hola, this is update! Selamat membaca!
---
Hari ini adalah hari pertama aku memulai bekerja kembali di penugasanku di kapal yang lama. Aku benar-benar merasakan rindunya bersama-sama di kapal. Aku memakai baju dinasku berwarna biru kelabu. Masa cutiku sudah usai, sekarang waktunya beraktivitas seperti sedia kala.
Aku turun dari tumpangan seorang tentara yang kebetulan memasuki dermaga. Aku berdiri di tepi dermaga sambil membawa tasku. Suara mesin kapal begitu terdengar sangat familiar dan hampir terlupakan.
Aku berjalan menaiki tangga yang mengantarkanku ke geladak kapal. Aku disambut meriah dengan teman-teman satu kapalku. Semua berdatangan memelukku dan menanyaiku bagaimana selama bertugas di Lebanon. Perayaan kecil-kecilan menyambutku datang kembali.
"Dika, apa kabar lah kau?!" teriak Mukhlas sambil memelukku erat.
"Gue baik, gue baik!"
"Kau tahu, Dika? Junior kita di AAL si anak Bali masuk kapal ini. Gayanya setil kali lah dia."
"Tunggu, yang siapa nih?"
"Putu Shinta, masih ingatkah dikau?"
"Aduh, lupa. Yang mana ya?"
"Coba kau lihat di anjungan, aku ketemu tadi sama orangnya!"
Aku segera berjalan ke arah anjungan. Aku membuka pintu anjungan yang setengah tertutup, lalu menaiki tangga yang mengantarkanku ke anjungan.
Aku melihat seorang wanita yang sedang menikmati minumannya menghadap jendela kapal. Tubuhnya ramping dan tinggi sekali kalau kukatakan ia seorang wanita. Aku mengira-ngira kalau tingginya sekitar 175 sentimeter. Ia mengenakan seragam biru kelabu, sama sepertiku.
"Mohon maaf, Anda siapa?" tanyaku berpura-pura lugu. Walaupun aku tahu dia adalah juniorku.
Wanita itu berbalik ke arahku, dengan sigap ia memberi hormat kepadaku, "Selamat pagi, Bang." ia berjalan ke arahku.
"Siapa saya?" aku menutup name tag-ku, dan sedikit menyeringai.
"Siap, Letda Laut Pelaut Randika Kusuma Hermawan."
Aku tersenyum sambil menjauhkan tanganku dari name tag-ku, "Masih ingat aku rupanya."
Ia tertawa kecil, "Siapa yang tidak ingat dengan seorang tambur mayor satu ini? Saya pikir tidak ada yang lupa dengan Abang." ia tertawa.
Aku pun duduk di bangku, "Gimana, sudah berapa bulan tugas di sini? Kamu baru lulus kan?"
"Siap. Sekitar tiga bulan, Bang. Saya tidak menyangka kalau Bang Dika juga di sini."
"Divisi apa kamu?"
"Siap. Divisi bahari, Bang. Mohon izin, Abang?"
"Aku navigasi. Tapi sama lah, di anjungan juga tempatnya. Hahaha."
"Dika, ini ada undangan dari si Hendra. Hari Sabtu di Graha Samudera Bumimoro." kata Ansori sambil melemparkan kartu undangan di meja, "Hendra mau nikah."
"Sumpah?! Wih, nih anak ngebut banget pengen nikah!" seruku sambil mengambil kartu undangan itu, "Oh, ya, kemarin si Farid udah nikah. Posisi lo pulang dari Lebanon."
"Kok anak-anak angkatan pada nikah semua sih? Gue denger-denger kemarin si Nyoman barusan tunangan sama ceweknya."
"Ah, udah musimnya kali, Dik. Lo kapan nyusul sama Dara?"
Aku terbelenggu. Aku melengos ke arah undangan itu, yah pura-pura membaca lah, "Nanti gue pengen ngomong sama lo setelah jam makan siang, ajak si Mukhlas juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
SANDARANDIKA 2
Romance[COMPLETED] Randika Kusuma Hermawan seorang perwira muda angkatan laut harus siap menjadi seorang abdi negara yang ditugaskan di mana saja. Suatu hari, Dika terdaftar sebagai pasukan kontingen Garuda satuan tugas Maritime Task Force di Lebanon membu...
