Chapter 13

3.3K 181 9
                                        

Caramel memarkirkan asal mobilnya.  Ia segera turun dan menghampiri Calliesta yang sedang menengahi 2 pria yang sedang berkelahi. 

Caramel dan Caddaric menahan salah satunya.

"STOPPPP!!!!!"

hingga akhirnya suara lantang Nathanael yang baru saja sampai menghentikan kegiatan 2 pria itu. 

2 pria itu Andio dan Winky.

Winky terengah menatap tajam Andio dengan Caramel yang memeluk Winky dari belakang.  Begitupun Andio yang ditahan Caddaric. 

"Kalian kenapa harus berantem segala?!" suara Calliesta sedikit serak karena dari tadi berteriak untuk menghentikan Andio dan Winky. 

"Cowo ini hampir ngebunuh kita kalo gue ga ngerem." jawab Andio dengan cepat dan menyalahkan Winky. 

Winky berdecih.  Jelas dia tau alasan apa Andio memukulnya terlebih dahulu,  karena jujur awalnya Winky gatau siapa yang bersama Calliesta. 

Winky jelas kenal Andio,  bahkan kenal dengan baik. 

"Lo kenapa tiba-tiba berhenti didepan mobil Andio?" tanya Calliesta pada Winky yang kini sudah berdiri dengan tenang juga tanpa pelukan Caramel.

"Gue ditelepon sama Natha,  dia bilang lo belum balik,  dia nanya lo sama gue. Karena gue lagi diluar gue sekalian bantu cari lo.  Gue ga sengaja liat lo waktu di lampu merah dan akhirnya gue ikutin lo." jelas Winky.

Winky memang menjelaskan pada Calliesta.  Namun matanya tak lepas dari Andio yang menatapnya tajam.

"Lo siapa?" tanya Nathanael.  Sedari tadi dia memperhatikan pria disamping Caddaric.  Ia merasa pernah lihat. Tapi dimana. 

"Ah!  Lo Andio. Adiknya Dira?" akhirnya Nathanael mengingatnya. 

"Yang suka nitipin hadiah buat Calliesta?" lanjut Nathanael.

Andio lantas mengalihkan penglihatannya pada Nathanael. Dia menyeringai. Menatap Nathanael dengan tatapan yang sama dengan tatapannya pada Winky.

"Iya gue." jawab Andio.

Caramel menarik Calliesta,  ia memeriksa apakah Calliesta terluka atau tidak mengingat apa yang ia lihat dari akun Instagramnya.

"Teteh gapapa kan?" tanya Caramel.

"Kenapa emang?" Calliesta balik bertanya pada Caramel.

"Tadi gue liat diakun haters gue, mereka ngejar teteh yang disangka gue."

"Ah, iya tadi Andio nolongin teteh."

Caramel lantas menatap Andio.

"Thanks udah nolong teteh gue." ucap Caramel.

"Udah seharusnya Car, gausah bilang makasih." jawab Andio. jelas memancing emosi Nathanael,  kernyitan dahi Winky dan tatapan bersalah Calliesta. 

Nathanael paham betul maksud Andio,  Andio menyukai Calliesta.

Winky menangkap maksud lain dari ucapan Andio.  Winky sangat mengenal Andio.

Dan Calliesta menatap tak enak pada Andio yang mempunyai perasaan padanya. 

Maaf Dio,  gue ga bisa bales perasaan lo.  Meski gue gatau perasaan yang gue punya sepihak atau nggak.  Yang jelas gue gak bisa suka sama lo.  Batin Calliesta. 

Setelah semua beres Calliesta pamit pada Andio yang sebelumnya Calliesta menawarkan diri untuk mengobati Andio,  namun Andio bilang dia gapapa dan bisa ngobatin sendiri. 

Calliesta & Caramel Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang