Gita tidak mengikuti permintaan julio sama sekali, gita harus balik ke indonesia sekarang juga, dia tidak peduli sama sekali dengan kesehatan ataupun dampak operasi yang akan timbul pada dirinya, yang ia mau. saat ini, detik ini juga ia bertemu dengan anaknya.
sesampainya di bandara internasional sukarno hatta, gita langsung menaiki taxi menuju rumah adam. jalanan di jakarta selalu saja macet.
Ketika taxi berwarna biru itu memasuki komplek perumahan suaminya, adam melihat jam yang ada di tangan kirinya.
syukurlah, masih jam 3 sore. ia yakin adam pasti masih sibuk di rumah sakit.
namun ia salah, ketika gita melangkahkan kakinya memasuki rumah itu, ia melihat ada semua orang disana, Papa dan mamanya, Ayah mertua dan ibu mertuanya, Adam, kemudian bayinya, serta perempuan yang selama ini ia anggap sebagai adiknya, tetapi ia adalah iblis.
gita berusaha berjalan kearah mereka, tetapi yang ia rasakan adalah sesuatu yang tidak bisa ia tahan, kepalanya pusing, tanpa di komando matanya mulai menutup dengan sendirinya. kemudian akhirnya kakinya lemah tak berdaya. akhinya gita pingsan di lantai.
***
Adam tahu dirinya adalah suami bajingan, dan sekarang ia juga akan menjadi ayah yang bajingan karena memisahkan anak dari ibunyaa. tetapi adam tahu, gita adalah wanita yang keras kepada, bagaimanapun juga ia memohon, gita tidak akan pernah kembali ke indonesia atau kerumahnya, yang bisa membuat gita tetap ada bersamanya adalah anak ini.
jika adam membawa anak ini bersamanya, maka gita juga akan berada bersamanya.
ternyata adam memang benar, hanya berselang dari 3 hari perjalanannya dari canada, ia sudah melihat gita berjalan masuk ke dalam umahnya. tidak bisa adam pungkiri, wajah istirnya sangat lelah, adam ingin memukur dirinya sendiri karena membiarkan wanita itu terbang melintasi benua seorang diri, padahal dia baru saja menjalani operasi yang besar. tetapi adam tidak peduli dengan semua itu. asalkan gita akan selalu bersamanya, ia akan mengorbankan segala cara.
****
"Anak ku, Anak ku" hanya itu gigawan gita selama 1 hari dia tidak sadarkan diri. dokter yang adam datangkan adalah salah satu dokter terbaik di rumah sakitnya.
sang dokter hanya mengatakan bahwa istrinya harus banyak beristirahat.
hal tersebut mengurangi rasa bersalah di dalam diri adam.
ketia gita membuka matanya, ia berusaha mengingat dan mencari tahu dimana ia berada, ternyata ini adalah kamarnya, kamar yang selalu ia tempati selama pernihan mereka.
kemudian gita melihat adam, laki-laki itu hanya berdiri di sudut ruangan.
dengan mengumpukan semua tenaganya, ia berusaha duduk dan berkata.
"mana anak ku?"
"Ada dibawah, dengan gia"
"kamu tahu seberapa besar aku membenci kamu?" gita memperlihatkan expresinya kesal yang begitu jelas kepada suaminya.
"TAHU" jawab adam santai
"Karena itu, jaga kesehatan kamu. Agar bisa terus membenci aku" setelah mangatakan itu adam keluar dari kamar istrinya.
sepeninggal adam, gita menangis sejadi-jadinya dalam hati, tanpa suara, tetapi air matanya tidak berhenti mengalir selama bermenit-menit.
Pintu di ketuk, gita tidak ingin menjawab atau menerima tamu siapapun.
tetapi kali ini yang masuk adalah ibu mertuanya.
"Gita, ini anak kamu. dia sangat haus dan dari tadi selalu menangis"
