4. Ketidakjelasan Figuran

540 71 30
                                        

Look the judul ☝☝☝
Chapter ini kadar gak jelasnya hampir 96,98% , jadi jangan salahkan author jika setelah baca chapter ini kalian gak nemu faedahnya.

Karena emang gak ada faedahnya.
😁😁😁

*
*
*

"Im home"

"Harusnya kamu bilang im human, im people, im woman, im girl, or im crazy"

Raya menutup pintu utama perlahan, tanpa ada niat menanggapi suara itu.

"Im home? Emang kamu rumah ? Kamu kan manusia,"

Raya menatap jengah kepada wanita yang sedari tadi berbicara, langkah penatnya menuju sofa yang terdapat wanita yang lebih muda darinya.

"Kamu manusia kan???"

Pertanyaan macam apa itu ?

Krik

Krik

Krik

Krik

Krik

Krik

Suara jangkrik menggema diseluruh ruangan yang sepi.

"Hallo.... Iya Ma. Raya udah pulang"

Ternyata eh ternyata , lantunan suara jangkrik tersebut adalah Nada dering hape Raya.

" Iya ini Finni udah nyampe , dia lagi makan makaroni basi Ma.... Nggak bakal sakit,  paling langsung Ko.iT, " Raya menoleh sekilas ke arah Finni lalu terkekeh.

"Dasar sepupu gila" cibir Finni

"Take care Ma. Love you too"

Raya mematikan sambungan telepon itu. Menyambit makaroni yang berada dipangkuan Finni yang kemudian diletakkan dipangkuannya.

"Kapan nyampe??" Tanya Raya sembari memasukan beberapa makaroni kedalam mulutnya.

"Sekitar sejam yang lalu dehh"

"Kenapa gak ngabarin?"

"Gue tadi udah Wa lo, tp gak kekirim-kekirim ... eh ternyata kuota gue abis" Finni tertawa garing.

"Ck.... gembel."

****

"Fin, gue keluar dulu ya. Ada urusan" pamit Raya kepada Finni yang sedang rebahan dikasur.

"Lo ninggalin gue sendirian? Tante Merry Chrisrmas kan belum pulang?"

"Besok apa lusa tante udah pulang kok. Gue cuma pergi sebentar. Paling gak ada sejam. Mau nitip?"

Finni menggeleng sebagai jawaban.

"Ya udah . Hati-hati dirumah. Kalo denger suara-suara aneh jangan lupa baca do'a "

"Anjjjiirrrr..... gue gak penakut kayak elo ya Ray...."

Raya memutar bola matanya, "Hahah...."

"Gue nitip beliin kuota yang 100 GB ya, "
Raya yang hendak menutup pintu kamar finni menghentikan tarikannya pada knop pintu, ditatapnya mata sepupunya yang sedang sok manja dengannya.

"Kalo inget"

****

Finni berulang kali menggerutu kesal.  Sudah 30 kali panggilan teleponnya tidak direspon oleh yang dihubunginya. 25 kali video call yang tak diindahkan orang diseberang sana.

You're The OneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang