Merry Christmas 🎄🎉🎊🎁 bagi yang merayakan. 😍😘
.
.
.
Bertahun-tahun sudah pria ini tidak bertemu dengan pujaan hatinya. Tidak melihat canda tawanya dan senyum manis yang terukir dibibirnya. Tak tau bagaimana kabarnya dan rupanya sekarang, tapi pria itu sangat yakin bahwa pujaan hatinya masih sangat cantik mungkin bertambah lagi kecantikannya.
Semenjak kepergian pria ini ke Amerika, dia kehilangannya. Kehilangan semangat hidupnya. Sang pujaan hati.
Pernah dulu disaat usianya tergolong remaja, sempat dia ingin mengutarakan perasaannya namun semua itu tak dilakukan karena dia fikir akan merusak suatu hubungan pertemanan yang baru saja mereka jalin. Hingga akhirnya status friend zone bertengger diantara mereka.
Hingga.......
Waktu berlalu cepat, pria yang bernama Mondy Valdes Said. Yang baru saja sampai di Jakarta bergegas pergi menuju rumah sakit. Seharusnya hari itu dia akan menyatakan perasaannya kepada sang pujaan hati namun semua berubah seketika dia mendapat kabar bahwa Raya -pujaan hatinya- harus dilarikan kerumah sakit akibat kecelakaan. Dan dihari itu juga dia akan melakukan penerbangan, setelah dia menyatakan perasaannya namun semuanya tak semulus yang diharapkannya.
Mondy yang sudah bertahun-tahun menyimpan perasaannya terhadap Raya hanya bisa mengamati tubuh lemah Raya dari balik kaca besar diruangan yang didalamnya terdapat Raya dan beberapa dokter yang sedang menanganinya.
Hari ini Mondy berniat menyatakan perasaannya kepada wanita yang mampu mewarnai hidupnya. Namun sepertinya moment itu harus disimpan Mondy dulu.
Setelah sampai pada giliran dia menemui Raya diruang rawatnya, Mondy duduk disebelah Raya lalu mengampit jari-jarinya ke sela-sela jari Raya.
"Hai babs..." Mondy menghembuskan nafas beratnya saat pemandangan didepannya tak lagi sama, wanita yang aktif dengan senyum ceria yang selalu menghiasi wajahnya kini terlihat pucat dan sayu.
Babs- adalah panggilan sayang Mondy untuk Raya. Panggilan sayang yang tercipta akibat dari kebersamaan mereka yang tanpa sengaja menimbulkan rasa itu diantara mereka.
Rasa yang belum sempat teruraikan sampai detik ini dan dengan terpaksa menyimpannya dahulu sampai waktu yang belum ditentukan.
Mondy memberikan kecupan singkat dipungung tangan Raya,
"Emm.... gue harus mulai dari mana ya Ray... kita bertemu dalam situasi yang kurang baik, dan kurang baik itu menjadi hubungan baik dengan berjalannya waktu. Gue percaya lo itu takdir gue, dan lo juga harus percaya kalau gue takdirnya elo. Gak boleh protess!!"
Sekejap Mondy terdiam, belum ada tanda-tanda bahwa wanita didepannya akan merespon ucapannya,
"Sekarang...., kenapa sekarang kita ketemu lagi dalam keadaan yang kurang baik lagi, lo nggak bosen apa buat gue was-was , gak cukup kejadian dijurang tempo dulu? Lo bikin jantung gue hampir lepas dari sarangnya.." Mondy menarik sudut bibirnya, senyum yang tak sampai menyentuh mata menandakan dia sedang tertawa tak bahagia.
"Namun itulah daya tariknya, gue seorang Mondy tertarik dengan gadis sok yess kayak elo, sok berani tapi sebenernya penakut, gak suka dianggap remeh tapi suka ngeremehin, tapi yang lo remehin cuma gue doang..." Mondy terkekeh miris,
"Gak nyangka ya kita bisa sedekat ini, gue mau jujur sama elo Ray..." Mondy mencium tangan Raya lama lalu melanjutkan bicaranya,
"Babs... boleh Mr. Nyett bilang love you sama Mrs. Raya?? Gue gak tau pasti, tapi rasa itu sama sekali gak pernah ber kurang malah semakin lebih"
KAMU SEDANG MEMBACA
You're The One
RandomSEMBILAN PULUH DELAPAN KOMA DELAPAN PULUH SEMBILAN PERSEN CERITA INI GAK ADA FAEDAHNYA. NGAWUR BIN GAJE. Beneran dehh !! Suwer !! Coba aja baca, dari prolog same epilog. PASTI MEMILUKAN. Haha yang bikin aja gak jelas, XD . Terbelenggu oleh rasa yang...
