Siwon membelalakan matanya kaget, sementara kini para tetua hanya bisa meringis melihat fakta yang seharusnya belum diungkapkam secepat ini.
Siwon mengangkat alisnya meminta penjelasan orang tuanya yang kemudian disela Presdir Park yang mengajak mereka segera menuju boggy car yang sudah menunggu.
Siwon menyetir mobil itu memasuki area golf yang tak terlalu luas ini bersama Presdir Park juga ayahnya dan tak ketinggalan bersama Yoona. Sedangkan ibunya dan Seul Yi lebih memilih duduk di restoran yang menghadap lapangan golf.
"Nyonya Choi maaf atas kelancangan saya tadi," pungkas Seul Yi. Nyonya Choi dalam hati meruntuki aksi keceplosan Seul Yi yang ia tahu akan membuat Siwon marah bahkan sebelum ia mulai menjelaskannya. Namun meski begitu ia tetap mengulas senyum keibuannya.
"Tidak apa-apa, Seul Yi-ya. Lagipula cepat atau lambat Siwon juga akan mengetahuinya bukan?"
Seul Yi mengangguk dan antusias.
"Benar. Bahkan beberapa gosip tentang perjodohan kami sudah mulai tersebar." Ucapan santai gadis muda dihadapannya membuat Nyonya Choi menghela napasnya lagi. Ia tahu sebentar lagi anaknya pasti akan mulai mengeluarkan semburan naga miliknya.
"Oh benarkah?" Nyonya Choi menanyakan dengan basa-basi yang lagi-lagi diangguki penuh antusias oleh Seul Yi yang kemudian melebar hingga membahas konsep pertunangan dan stuff perintilannya yang sekali lagi berhasil membuatnya membulatkan matanya.
That too far, Seul Yi-ya. Batinnya sambil meringis membayangkan penolakan yang akan sang anak keluarkan.
***
Mau tak mau Siwon harus mengakui kepiawaian Yoona dalam permainan bola kecil ini. Untuk ukuran wanita kantoran kemampuan Yoona setara dengan seorang profesional. Dan Siwon hanya mengungkapkan dalam hati tanpa mau menyuarakannya karena terlalu malas untuk menambahkan kalimat-kalimat pujian yang sejak tadi putus dikeluarkan dua pria disebelahnya juga para candy yang ikut mereka.
"Wahh!! Nona Im kau memang yang terbaik!" Puji Tuan Choi yang sekali lagi membuat seorang Im Yoona tersenyum penuh terima kasih atas pujian yang terlontar padanya.
Sebenarnya Siwon pun sejak tadi tak putus dipuji juga hanya saja entah mengapa terasa menyebalkan saat mendengar kemampuannya disejajarkan dengan Yoona yang notabennya seorang wanita. Ia tak suka fakta itu.
"Siwon-ah bukankah Yoona sangat hebat, huh?" Pertanyaan penuh sindiran yang dilontarkan Tuan Choi hanya mampu Siwon balas dengan melengoskan kepalanya tanpa minat membuka suara.
Yoona yang sudah terbiasa dengan kearoganan Siwon hanya bisa tersenyum saja. Toh ia merasa kemampuan Siwon masih jauh diatasnya. Jadi ia tak mau berkomentar soal kearoganan pria itu meski hatinya sudah berkali-kali memaki kelakuan minus Siwon.
"Ayo kembali, kurasa matahari sudaj semakin panas." Ajak Presdir Park yang langsung disetujui. Musim panas ini memang udara panas yang menguar tidak tanggung-tanggung. Payung dan minuman dingin yang menjadi tameng sudah tak mempan lagi menghalau hawa panas setelah satu setengah jam dipanggang dibawah matahari.
Mereka berenam duduk dimeja yang sudah penuh dengan makanan penutup. Suara deheman Presdir Park kemudian membuat penghuni meja bundar itu memfokuskan pandangan kepadanya.
"Ehh.. Jadi bagaimana Siwon-ah?" tanyanya.
Siwon menatap balik dengan wajah bingung, "Maksud anda Presdir?"
"Anakku, uri Seul Yi. Bagaimana dia menurutmu?" Siwon diam ditempatny, Ia tidak bodoh untuk menangkap maksud dibalik pertanyaan itu hanya saja mengingat ucapan gadis itu dipertemuan awal mereka tadi membuatnya enggan menjawab dan lebih memilih menatap kedua orang tuanya yang kini menatapnya dengan sorot memintanya bertindak sopam dan tidak berbuat memalukan.
"Hm. Dia hebat Presdir. Kudengar dia baru lulus bukan?" Jawaban yang tak diharapkan dan melenceng jauh dari maksud pertanyaan yang ditanyakannya membuat Presdir Park menatap sepasang suami istri dihadapannya.
"Hmm, kurasa orang tuamu belum menjelaskannya Siwon-shi. Jadi kami bermaksud menjodohkanmu dengan putriku, Seul Yi."
"Mwo?" Pekik Siwon kaget. Meski sudah menebak nyatanya ia tetap kaget saat mendengarnya secara langsung. Apalagi dengan ekspresi berbeda-beda yang dikeluarkan oleh pengisi meja ini.
"Ya, kami menjodohkan kalian Siwon-shi. Maaf sebenarnya aku tak bermaksud tidak sopan dengan mengatakannya langsung tanpa pemberitahuan dari orang tuamu lebih dulu seperti ini Siwon-shi," Presdir Choi menatap kedua orang tua Siwon dengan permohonan maaf sebelum ia menggenggam tangan sang putri. "Jadi bagaimana pendapatmu Siwon-shi?"
Nada masih yang dikeluarkan Presdir Park yang biasanya terdengar bijaksana entah mengapa kini terasa memuakan ditelinga Siwon hingga tanpa sengaja ia tersenyum sinis sebelum dengan kedua tangannya merangkam tangan Yoona yang sedang tertaut diatas kakinya dan membawanya keatas meja.
Ia menatap Yoona sekilas sebelum mengalihkan menatap para tetua juga Seul Yi yang kini menatapnya dengan penuh tanya.
"Sebelumnya saya harus mengatakan bahwa saya merasa sangat tersanjung dengan dengan permintaan anda Presidir Park. Hanya saja," Siwon menatap Yoona lagi kini dengan tatapan mesranya. "Saya sudah memiliki tunangan," Siwon membawa punggung tangan Yoona kebibirnya dan mengecupnya sekilas. "Dia tunangan saya Presdir, Im Yoona."
Wattpad sudah normal belum, guys?
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BOSSY BOSS
FanfictionHidup sempurna yang selama beberapa tahun ini melekat di seorang Im Yoona harus berhenti tepat ketika boss barunya datang. Sosok tampan dengan segala kearoganannya membuat Im Yoona berkali-kali berpikir untuk resign. Bagaimana kehidupan Im Yoona s...
