Jinyoung menjilat leher mulus si manis, sesekali meninggalkan tanda kepemilikannya sembari menuntun tangan kanannya untuk menilin puting Jihoon yang sudah tegang di dalam baju itu. Jari-jarinya memutar, menekan, hingga menarik benda kecil itu dengan lihai, hal tersebut mampu membuat si manis mengeluarkan desahan tipis dari mulutnya.
Kini Jinyoung menempelkan bibir Jihoon dengan miliknya, mencium sekaligus melumatnya, entah kenapa benda lunak itu manis seperti gula, sangat manis hingga membuat dirinya melumatnya lagi dan lagi.
"Mmhhh~"
Jihoon mengalungkan kedua lengannya di leher jenjang Jinyoung, meremas rambut si dominan ringan, sesekali desahan erotis itu di keluarkan dari mulutnya, membuat kejantanan Jinyoung semakin sesak.
Sang dominan menggigit bibir bawah tersebut dengan nafsunya, sehingga Jihoon mendesah hebat sekaligus membuka mulut lebar, hal itu tak ingin di lewatkan Jinyoung, ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Jihoon lalu memainkannya di dalam sana.
Tangan kiri Jinyoung yang menganggur, kini membuka celana jeans Jihoon dengan paksa, lalu memasukkan benda itu di dalam boxer milik si manis. Jinyoung mengelus batang kecil itu dengan lembut yang masih terbungkus dengan sempak Jihoon, ternyata disana si kecil sudah menegang dengan hebatnya. Langsung saja, Jinyoung memasukkan tangannya ke dalam celana dalam lalu mengocok benda kecil tersebut..
"AAAAKKKKHHHHH"
Teriak Jihoon, ia terbangun secara tiba-tiba, kepalanya pening di tambah peluh yang berada di pelipisnya. Mimpi itu. Kenapa dirinya bisa bermimpi seperti itu, terlebih orang yang berada di dalam mimpi itu tak lain adalah Jinyoung.
Ia mengangkat selimutnya dan sial, si adik kecilnya itu tengah berdiri tegang meminta sang empu untuk menservicenya.
Langsung saja ia berlarian masuk ke dalam kamar mandi, bermain solo, menuntaskan servicenya secepat mungkin akibat mimpi basah tadi. Desahan kecil mulai mengepung di ruangan itu, kocokannya semakin cepat sampai ia tak tahu kalau Jinyoung sedang mengetuk pintu toilet itu.
Memakan beberapa menit akhirnya si kecil kembali tidur pulas lalu Jihoon melangkah keluar dan betapa terkejutnya ia melihat Jinyoung tanpa baju, si tinggi itu hanya menggunakan boxer hitam. Langsung saja ia menutup keduanya matanya..
"Lo apa-apaan sih masuk kamar sembarangan" yang lebih tinggi mengacuhkan perkataan itu, ia berjalan mendekati Jihoon.
"Masih sakit gak?" tanya Jinyoung, lalu Jihoon menjauhkan telapak tangannya, menyerngitkan dahi, menatap pemuda itu tak mengerti.
"Itu kepala lo, biasanya orang abis mabok ya gitu pas bangun" Jihoon ber-oh ria lalu mengangguk pelan. "iya masih, sedikit" Lalu Jinyoung yang menyodorkan obat kearahnya, "Nih minum, gue biasa minum obat itu kalo habis mabok. Ini hari lo gak usah keluar, diem aja di hotel"
"Terus lo?"
"Ya mau jalan lah!" Jinyoung beranjak keluar.
"Gue ikut" dirinya berbalik melihat Jihoon, baru saja ia akan menolak itu tetapi Jihoon memasang raut muka memohon. Akhirnya Jinyoung menyetujuinya, kemudian masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dirinya melihat kaca tersebut, pandangannya melihat bibir tipis itu..
Dia gak inget ya
***
Liburan kali ini benar-benar di atur oleh Jinyoung jadi mau tidak mau Jihoon mengikuti kemana Jinyoung pergi, di dalam taksi si manis terus menanyakan kemana mereka akan pergi tetapi ia tak mendapatikan jawaban dari Jinyoung.
Sesampainya di tenpat, disana terlihat beberapa wisawatan yang berlalu lalang, Jinyoung melangkah duluan lalu memasuki ruangan diikuti Jihoon di belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The worst wedding
FanfictionFANBOOK INI SUDAH DI CETAK [on private] Perjodohan dan menikah di usia muda, bagaikan mimpi buruk di siang hari oleh Jinyoung dan Jihoon terlebih mereka mempunyai kekasih masing-masing. Namun siapa sangka ada sesuatu yang terjadi antara keduanya? [f...
