VOMENT KUYYYY;*
Sumpah gue stuck disini:( wkwk
.
.
.
Jinyoung tiba dan berdiri tepat di club malam tersebut, ia melangkah masuk walau tempat itu sebenarnya belum buka, tetapi berkat Haknyeon yang notabane bekerja sebagai DJ di club itu, membuat Jinyoung mempunyai akses masuk begitu saja. Dirinya kini berusaha menangkap sosok sahabatnya dan tak membutuhkan waktu yang lama, Haknyeon yang tadinya sibuk dengan laptopnya kini menghampiri Jinyoung..
“Main kesini lagi lo” ucapnya lalu mengajak Jinyoung duduk di bar dan Jinyoung segera memesan minuman favoritenya ke bartender.
“Stress gue”
“Jadi presiden BEM emang bikin stress”
“Ya mending itu.. daripada yang ini”
“Lah yang ini yang mana? Kena masalah lagi lo?”
“Bukan masalah lagi. Tapi bencana!” Haknyeon terkekeh kecil
“Emang apa sih?” Jinyoung menghiraukan pertanyaan Haknyeon, ia lebih fokus ke minuman yang ia pesan tadi. Sudah lama ia tak meminum cairan itu. Dengan kandungan alkohol yang rendah serta rasa manis yang membuat Jinyoung semakin ingin meminumnya lagi dan lagi, tetapi itu bisa membuatnya jatuh mabuk jika di minum dengan dosis yang banyak.
Tanpa pikir panjang, langsung saja ia menghabiskan minuman tersebut dan meminta si bartender itu menuangkannya lagi ke gelas kaca yang berada di tangan kanannya. Kini Jinyoung memutar-mutarkan gelas tersebut, seperti otaknya yang tanpa henti memutar memikirkan perjodohan ini.
“Kalo lo butuh orang buat nampung masalah lo, gue ada disini buat lo” ucap Haknyeon dengan nada serius, tetapi itu membuat Jinyoung tertawa kecil dan mengahlikan maniknya kearah Haknyeon.
“Geli bangsat” kedua pemuda itu tertawa selagi menikmati minuman beralkohol tersebut
“Gue di jodohin” lanjut Jinyoung sedangkan Haknyeon tak bisa menyembunyikan rasa kaget nya yang tertampang jelas di wajahnya. “Lo serius sat? Mana ada di jodohin jaman sekarang anjing”
“Kalo gak serius ngapain gue main kesini lagi buat nenangin diri”
“Terus lo mau? Si Hyungseob udah tau?”
“Gila aja. Gak lah! Dia gak boleh tau dan gue gak mau anjing. Hmm lo ada saran gak?” Jinyoung meneguk minuman itu lagi dan lagi, kini sudah terhitung gelas ke 5 untuknya.
“Kalo gue diposisi lo, yah gue jalanin aja. Kan enak 2 sekaligus.. ya gak” Haknyeon terkekeh kecil sembari membuang asap rokok yang sudah penuh di dalam mulutnya.
“Serius bangsat!”
“Iya gue serius. Lo jalanin aja dulu, kan masih dijodohin belum disuru nikah”
Jinyoung mengangguk mengerti dan kembali meneguk minuman favoritenya, dirinya masih kalut dengan soal perjodohan ini. Ia tak mau memutuskan hubungan yang ia rajut dengan Hyungseob putus begitu saja hanya karna ini, Hyungseob menjadi saksi nyata yang membuat dirinya menjadi sekarang, susah senang ia lalui bersamanya, tapi disisi lain, orang tua yang menjadi dorongan terkuatnya, Jinyoung tak mau mengecewakan kedua orang tersebut, apalagi bundanya, ia tak mau..
Otak Jinyoung terus berputar, disana ada Team Hyungseob dan Team Jihoon yang sedang bentrok. Hyungseob atau Jihoon.. ia tak tahu.. Perlahan kepalanya semakin berat dan tangannya yang tak berhenti menuangkan minuman itu ke dalam mulutnya. Kini kedua maniknya perlahan mengabur dan sampai akhirnya kepala Jinyoung jatuh tepat di atas meja bar berwarna hitam..
KAMU SEDANG MEMBACA
The worst wedding
Fiksi PenggemarFANBOOK INI SUDAH DI CETAK [on private] Perjodohan dan menikah di usia muda, bagaikan mimpi buruk di siang hari oleh Jinyoung dan Jihoon terlebih mereka mempunyai kekasih masing-masing. Namun siapa sangka ada sesuatu yang terjadi antara keduanya? [f...
