Chapter 22 • Complication

2.6K 509 416
                                        

Hari ini, tepatnya pada sore hari Jinyoung menyempatkan diri menemani sang istri untuk melakukan check up ke dokter kandungan. Selain itu, ia juga ingin mengetahui apakah memang ada janin yang berkembang di dalam perut Jihoon.

Kini keduanya di minta oleh seorang suster agar segera masuk ke ruangan, kemudian Jinyoung menarik tangan Jihoon dan mengelus punggung tangan tersebut. "Gausah takut, ada aku disini" sang empu menarik kedua ujung bibirnya tipis dan mengekori Jinyoung dari belakang.

Sang suster menyuruh mereka duduk di kursi yang disediakan, benda itu berhadapan langsung depan meja sang dokter. Tak lama, yang di tunggu pun menampakkan dirinya, Dokter tersebut tersenyum ramah dan menggunakan jas putih tersebut.

"Maaf ya udah nunggu lama, kenalin saya Hwang Minhyun.." ucap sang Dokter lalu kedua pemuda tersebut menundukkan kepalanya kecil dan membalas senyuman ramah itu. Kemudian ia menanyaka kondisi Jihoon selama ini, langsung saja pemuda manis tersebut mengatakan keluhan-keluhannya kepada sang dokter yang sedangkan Jinyoung hanya bisa menyimak percakapan mereka.

"Hmm.. Kalo gitu kita langsung USG aja ya, mau lihat emang ada janinnya apa enggak" saran dokter Hwang, lalu Jihoon diminta untuk berbaring terlentang di atas kasur dan diikuti Jinyoung yang berdiri disamping benda itu.

Detak jantung kedua orang itu berdegup kencang bak berpacu akan waktu, entah kenapa mereka merasa penasaran sekaligus cemas yang melanda. Dilihatnya wajah sang istri yang tegang sedari tadi, lalu Jinyoung mencium punggung Jihoon lembut. "Aku sayang kamu" ucapnya tanpa bersuara dan hal tersebut masih di mengerti oleh Jihoon.

Setelah semuanya siap, Dokter Hwang menghampiri Jihoon, menyuruh pemuda itu untuk membuka resleting celananya sendiri. Kemudian, dirinya  memberikan cairan seperti gel di atas perut Jihoon dan mengusapnya perlahan. Kini sang suster menyerahkan alat laser USG kepadanya lalu ia menempelkan benda tersebut di atas perut Jihoon.

Kedua manik milik sang Dokter terpaku di sebuah layar cukup besar yang menampilkan bagian dalam perut itu, seraya menggerakkannya kesana kemari dengan lembut. Dokter Hwang mengerutkan keningnya lalu tersenyum tipis. "Ada janin yang berkembang disana"

Jihoon dan Jinyoung kaget dengan penuturan sang dokter, mereka memperhatikkan jari telunjuk dokter yang mengarahkan kepada sebuah benda berukuran jari telunjuk orang dewasa di layar itu. Lantas keduanya tersenyum dan memandang satu sama lain.

"Jadi dok kandungan istri saya sudah menginjak minggu keberapa?"  tanya Jinyoung

"Baru masuk minggu ke 4, nanti setiap 2 atau 3 minggu kedepan check up lagi ya biar tau kondisi janinnya. Terus saya saranin, ini wajib untuk yang lagi hamil muda, pola makan istrinya di jaga dan harus teratur, kalo bisa porsi buah sama sayur dibanyakin daripada porsi karbohidrat. Jangan lupa minum air yang banyak, apalagi di pagi hari. Harus sering olahraga juga ya biar kandungannya sehat dan yang terakhir jangan sampai stress istrinya, itu akan bisa nimbul akibat buruk pada janin atau bayinya" jelas dokter Hwang panjang lebar, kemudian Jihoon dan Jinyoung mengangguk mengerti dan tak lupa untuk berterima kasih kepada sang dokter.

Kini kedua pemuda itu beranjak keluar dari ruangan, menuju parkiran yang terdapat mobil Jinyoung. Jihoon tak henti-hentinya melihat hasil foto USGnya sendiri, ia senyuman puas dan merasa terharu jika ia bisa memberi seorang anak untuk suaminya.

Tepat disaat keduanya melangkah menjauh dari pintu masuk rumah sakit, terlihat sosok seseorang yang menggunakan topi hitam dan jaket biru tua tersebut. Ia perlahan masuk ke dalam rumah sakit, tiba-tiba ia mendapati mendapati seorang suster yang tadi berada di ruangan dokter Hwang.

"Misi suster.. saya mau nanya" ujarnya, suster tersebut menoleh ke samping

"Iya, ada apa?" nada sang suster terdengar ramah membuatnya semakin berani untuk menanyakan hal tersebut.

The worst weddingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang