Damai

7.6K 946 132
                                        

Apa ini update terlama kita? Haha mian..  .. ..  happy reading...





Tepat seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, saat matahari mulai turun ke peraduannya, dua lelaki berbadan jangkung dengan bentuk tubuh yang atletis saling bertemu diperbatasan kota dan hutan. Keduanya berkeringat tapi tak membuat ketampanan mereka luntur. Nampak wajah lelah akibat menyisir daerah hutan dan kota karena mencari sosok yang hilang.

Siapalagi mereka kalau bukan pengawal atau kepercayaan Yunho. Choi Minho dan Park Chanyeol. Dua demon tampan itu harus mencari puteri bungsu dari pemimpin mereka. Puteri yang sejujurnya keduanya belum lihat wajahnya apalagi bertemu.

Minho memilih duduk dibawah sebuah pohon yang rindang sementara Chanyeol duduk diatas batang pohon yang rendah. Mereka saling menceritakan apa yang mereka dapat sejauh ini.

“Aku menyisir hutan ini, bahkan aku terbang diatas kedua pack besar di Jeju. Tapi, aku tak melihatnya. Bahkan seujung kukupun tak nampak,” keluh Minho.

“Bagaimana bisa seujung kuku nampak, jika orangnya tak ada,” gumam Chanyeol yang berakhir dengan suara orang terjatuh. Pria dengan kaki panjang itu terjatuh karena Minho menarik kakinya yang menggantung bebas sebagai wujud kekesalannya karena Chanyeol tak bisa serius disaat yang cukup genting.

“Sakit, hyung! Aiishhhh,” Chanyeol segera berdiri membersihkan bajunya yang kotor karena tanah. Ingin rasanya dia memukul wajah tampan Minho. Tapi mengingat pria dihadapannya itu lebih tua darinya dan bisa dikatakan senior, Chanyeol memilih diam.

“Kenapa kau diam? Kau tak mau bercerita tentang penemuanmu atau pencarianmu selama ini?,” Minho mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol yang berdiri disebelahnya sambil berkacak pinggang.

Nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya Chanyeol duduk disamping Minho. “Aku mencari diantara ribuan orang yang tengah menikmati liburan di Jeju ini, Hyung…,” Chanyeol membuka ceritanya. Cerita tentang pencarian puteri dari Yunho.

“Lalu?,” Minho sedikit tak sabar dengan kelanjutan dari cerita Chanyeol karena jeda pada ceritanya sedikit lebih lama.

“Lalu… Aku tak menemukan apapun,” jawab Chanyeol disertai dengan cengiran tanpa merasa bersalah sama sekali.

“Jangan katakan apapun jika kau tak menemukan petunjuk, Park Chanyeol,” geram Minho. Dia sungguh menyesalkan sifat Chanyeol yang ceroboh dan suka bermain-main ini. Padahal sebenarnya lelaki bermarga Park ini cukup bisa diandalkan.

Mereka terdiam beberapa saat sebelum Minho memutuskan untuk berdiri. Tangannya tergerak untuk membersihkan tanah yang menempel dibagian belakang celananya. Chanyeol yang tak mengerti apa-apa tentang rencana Minho juga ikut berdiri.

“Apa yang kau pikirkan, hyung? Apa kau akan melakukan sesuatu?”

Minho mengangguk. “Aku akan menyisir kota lagi,” jawaban singkat dari Minho membuat Chanyeol terkejut.

“Apa kau tak percaya padaku? Kenapa kau mau menyisir kota lagi? Aku sudah katakan bukan, kalau dia tak ada disana….”

“Terkadang kau ceroboh, Chanyeol… Jadi, tak ada salahnya jika kita mengulang pencarian disana.”

Chanyeol merasa tersinggung. Namun dia bisa apa? Sekali lagi, melawan perkataan Minho terkesan tidak baik. Karena Minho lebih tua darinya. Tapi menurut? Oh, Chanyeol merasa tak dihargai sama sekali. Ekspresi cemberut terpatri diwajah Chanyeol. Minho tau, lelaki itu merasa kesal karena merasa tak dihargai. Namun, apa boleh buat? Jika mengulang adalah jalan terbaik, kenapa tidak?

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang