We're same, We're Hurt

7.4K 933 338
                                        


Jungkook memejamkan matanya, dadanya terasa sakit, tubuhnya pun serasa remuk. Ia tau dengan pasti alasan kesakitan ini namun dia terlalu pengecut untuk memperlihatkan kelemahannya dihadapan semua orang. Jungkook akan lebih memilih menekan perasaan itu sedalam-dalamnya.

Kim Yerim, gadis itu adalah alasan lemahnya tubuh Jungkook saat ini..

"Jungkook, gwenchana?," tanya Seokjin khawatir melihat Jungkook yang meringis tertahan.

"Iya, Hyung, aku baik-baik saja."

.

Jika seorang pria akan bertindak sesuai otaknya maka seorang wanita lebih memilih mendengar kata hatinya. Dan inilah yang sedang dilakukan oleh Yerim di kamarnya yang kecil dan sempit. Ia diperhadapkan pada sebuah pilihan yang sulit dimana ia diminta untuk pergi dan menyerah akan perasaan cintanya ketika ia dinyatakan mengandung benih pria itu.

Tidak!! Yerim tidak akan sanggup namun jika bertahan hatinya seakan tidak akan pernah berhenti merasa sakit hingga membuat dirinya beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya saja. Bodoh! Naif! Tentu, tapi apa daya, cintanya membutakan jalan pikir Yerim.

"Ini demi kebaikanmu, Yer, kau sedang hamil dan tadi, kau hampir saja keguguran, Kim Yerim," bujuk Seulgi pada Yerim yang hanya diam saja. Gadis bermata sipit itu menggengam erat kedua tangan Yerim yang bertumpu diatas pahanya sedang tubuh lemah itu bersandar di dashboard ranjang kecil yang bermuatan satu orang saja.

Yerim tidak menjawab, ia menundukkan kepalanya dalam.

Setelah mendengar kabar kehamilan Yerim dari dokter Choi. Seulgi tidak membuang waktu lagi memaksa Yerim untuk pergi. Dokter Choi telah pamit meninggalkan keduanya di kamar setelah memberikan Yerim ramuan yang ia buat kilat dari dapur pack dan juga memberikan resep vitamin yang harus diambil di rumah sakit tempatnya bekerja. Seulgi juga telah meminta dokter Choi untuk merahasiakan kehamilan Yerim dari Jungkook dan lainnya mengingat Yerim yang tidak diterima lagi disana. Dan sesuai kesepakatan, hanya mereka bertiga saja yang mengetahui hal ini.

"Yer..," panggil Seulgi gemas melihat Yerim hanya diam saja.

"Aku lelah, Seul..," gumam Yerim menatap Seulgi lemah. Setetes air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya.

"Pergilah, Yer, ini demi kebaikanmu dan dua keponakanku, apa kau mau kejadian seperti ini terulang lagi? Jungkook tidak akan berhenti menyakitimu, berhentilah bersikap egois, tolong pikirkan kesehatan si kembar.."

Yerim menunduk mengelus perut ratanya. Ia tersenyum tipis mengingat ada kehidupan lain didalam sana. Buah cintanya bersama Jungkook. Yerim menangis kembali, ia sudah membuat keputusan untuk pergi demi keselamatan kedua janin yang sedang ia kandung.

Yerim mengangguk. "Ya, aku akan pergi, aku memang harus pergi, Seul..," putusnya berat hati.
"Tapi kemana aku harus pergi? eomma, paman, mereka semua menghilang dan kau ada disini..," lanjutnya bertanya.

"Biar aku yang urus..."

Clekkk

"Mencariku?," ujar seseorang membuka pintu kamar. Pria yang sedari tadi menunggu dibalik pintu muncul dengan senyum bodohnya didepan Seulgi dan Yerim yang terkejut melihat kedatangannya.

"Jongin, bagaimana caranya kau bisa masuk lagi kesini..," cecar Seulgi.

"Aku melewati jalur jalan rahasia, Seul, aku mendengar pembicaraan kalian dengan dokter Choi lalu memutuskan kembali ke ruangan yang ada diujung lorong sampai dokter Choi pergi sebelum kembali lagi kesini..," jelas Jongin.

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang