Good News

9.8K 958 339
                                        






Keadaan Yerim masih sama. Dan mereka berpikir tak mungkin ramai-ramai di Rumah sakit saat itu. Melihat perkembangan sang kakak sudah lebih baik, mereka mengambil keputusan untuk membawa sang kakak pulang. Sementara Seulgi ingin tetap berada di Rumah sakit menjaga si adik yang masih membutuhkan alat bantu.

“Aku akan meminta perawat untuk menyiapkan apa yang dibutuhkan dirumah,” kata Jungkook. Wajahnya masih menunjukkan kekhawatiran. Ibu dan salah satu anaknya masih belum menunjukkan kemajuan.

“Tenanglah, Kook. Noona akan membawa bayi perempuanmu pulang dan menjaganya. Kau tak perlu khawatir,” Seungwan menenangkan. Sampai saat ini si kembar belum diberi nama karena Jungkook masih mengharapkan Yerim bangun dan bersama-sama memberikan nama untuk kedua bayi mereka. Entah mengapa dirinya merasa yakin bahwa Yerim akan sadar secepatnya dari komanya.

“Itu lebih baik. Jika seperti ini takut akan mengganggu pasien lain juga mengganggu Yerim karena keadaan terlalu ramai,” Tiffany memberikan usul. Taeyeon masih berada di tempat lain bersama Yunho dan Tiffany tak peduli akan hal itu.

“Terima kasih, ahjumma. Kau sudah bisa berpikir secara rasional dan menengahi keadaan yang sempat memanas,” Seungwan meraih tangan Tiffany dan tersenyum begitu tulus. Ia tak membenarkan Jungkook. Sama sekali tidak. Tapi, ia juga tak ingin kehilangan Yerim serta kedua keponakannya dan tak ingin melihat Jungkook jatuh untuk kesekian kali.

“Jangan berterimakasih. Sekarang, kita harus membagi siapa yang akan tinggal dan siapa yang pulang.”

Jungkook mengangguk.

“Rimmie kecilku, " nama sementara Putri tertua  Jeon Jungkook yang diberikan oleh ayahnya karna begitu miripnya wajah cantik Putri kecilnya itu dengan Yerim, "Akan pulang bersama noona dan Yoongi Hyung. Taehyung, kau ikutlah pulang bersama mereka. Aku akan disini bersama Seokjin hyung. Dan Seulgi…”

“Aku mau tinggal disini, aku mau menjaga alpha kecil..” jawab Seulgi cepat.

Jungkook mengangguk. Ia tak mau berdebat dengan Seulgi. Dan menjaga alpha kecil juga keputusan yang bagus mengingat Seulgi akan melahirkan dalam waktu dekat ini, setidaknya itulah yang dikatakan oleh dokter Seo selaku dokter kandungan yang sering memeriksa perkembangan bayi Seulgi dan Jimin.

“Berarti Jimin juga ada disini,” Seokjin mengambil kesimpulan yang mendapat anggukan kepala dari Jimin. “Taemin-ssi, bagaimana denganmu?”

“Aku akan ada di luar rumah sakit ini. Aku, Yukhei dan Jongin tak akan berkeliaran di area kamar karena kami akan memberikan privasi untuk Luna dan keluargamu yang lain, Alpha. Tapi kami tak akan pulang.”

“Terimakasih, Taemin-ssi,” ucap Seokjin.

“Chanyeol, kembalilah ke kerajaan dengan Minho. Aku akan memanggil kalian jika ada sesuatu. Dan Sooyoung, ikutlah bersama Rimmie. Aku akan disini, berjaga-jaga jika Taeyeon mengamuk lagi bersama Heechul oppa dan Donghae oppa,” Tiffany memberikan perintah pada demon anak buahnya.

Seorang perawat keluar dari tempat dirawatnya sikembar. Dalam gendongannya ada Rimmie, bayi perempuan Jungkook yang tertidur dengan begitu tenang. Wajahnya terlihat begitu damai, tak peduli dengan konflik yang terjadi di sekitarnya.

Jungkook mengambil alih Rimmie dari tangan perawat. Ia tersenyum begitu hangat. Tatapan yang teduh. Tatapan yang Seokjin, Taehyung, Jimin bahkan Seungwan tahu, jika itu adalah tatapan ketulusan yang dahulu mendiang Alpha Jeon berikan ketika ia melihat Jungkook kecil. Mereka sangat mirip. Seokjin mengerjapkan matanya menahan agar air mata itu tak jatuh.

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang