●
●
●
●
●
Jungkook melangkah angkuh menuju ruang bawah tanah tempat dia menyekap Yerim bersama Seokjin dan Yoongi dibelakangnya. Jujur, sebetulnya Ia tak tega melihat Yerim namun rasa benci dan jijik pada jenis demon mengalahkan segalanya. Ia kehilangan orangtua, dan kejayaan pack hanya karena demon yang haus kepuasan. Tidak, dia tak akan mau menerima demon di wilayahnya. Tak akan pernah.
Jungkook melihat seorang gadis tertidur dengan pakaian di bagian punggung yang sedikit robek karena sayap yang menembus baju itu ketika keluar semalam. Gadis itu meringkuk dengan rantai mengikat kedua kaki dan tangannya. Terlihat jelas dimata Jungkook tanda yang ia banggakan tergambar di tengkuk gadis itu, namun Jungkook mengabaikannya. Justin lagi-lagi merintih tapi juga tak digubris oleh Jungkook.
Byur
Salah seorang penjaga mengguyur tubuh Yerim dengan seember air atas perintah Jungkook membuat gadis itu gelagapan. Ketika menyadari disekitarnya, ia melihat Jungkook yang berdiri didampingi Seokjin dan Yoongi. Jungkook sama sekali tak mau melihatnya. Tatapan lelaki itu menatap ke atas bagian ventilasi yang ada di ruangan gelap dan minim udara itu.
“Jungkook..,” lirih Yerim. Ia sudah tau jika dirinya dikurung karena perintah Jungkook. Ia tau jika semalam adalah perubahan pertamanya dan itu membuat Jungkook jijik padanya.
“Aku telah memutuskan posisimu disini,” ucap Jungkook dengan nada dingin yang membuat merinding sekujur tubuh Yerim. Tak pernah sekalipun ia mendengar nada itu keluar dari mulut Jungkook untuknya.
“Maafkan aku, Jungkook… Aku mungkin dari kelompok yang kau benci, tapi sungguh aku bukan bagian dari mereka… Aku…”
“Diam!!! Kau menolak kenyataan kalau kau berasal dari kelompok mereka pun tak akan membuatku luluh dengan mudah!!! Kau tetap bagian dari iblis-iblis sialan itu! kau tau?! Sekali iblis tetaplah iblis!!!”
Jungkook meluapkan emosinya. Kilatan-kilatan kematian sang ayah, dan penyerangan packnya bahkan ketika ia, Jimin, Taehyung dan Seungwan naik ke punggung Seokjin untuk menyelamatkan diri masih tergambar jelas dalam pikirannya. Ia tak bisa mengabaikan fakta penderitaan dirinya di masa lalu hanya untuk menerima keturunan iblis yang melenyapkan keluarganya.
“Jungkook,” Yerim tak mampu lagi membendung air matanya. “Sungguh, aku tak tau jika aku bukan manusia… Aku tak bohong padamu…. Tolong jangan bersikap kejam dan apatis padaku, Jungkook…”
“Meminta untuk peduli? Kau bahkan tau betapa bencinya aku pada Demon dan sekarang kau memintaku untuk peduli?! Tak akan pernah!”
“Sekalipun aku mate-mu?,” Yerim menatap netra Jungkook yang berapi-api dengan mata basahnya. Berharap mendapatkan sedikit saja kemurahan hati dari seorang Alpha Jeon.
“Bahkan jika kau … mate-ku,” ucap Jungkook dengan ragu namun pengucapannya sangat mantap membuat dunia Yerim seakan runtuh.
“Tak perlu kau menyiksanya secara verbal seperti itu. Cukup katakan saja apa posisi dia dan pergi. Ini semua diluar dugaan kita. Dan ini semua juga bukan sepenuhnya salah dia,” Yoongi mencoba menengahi suasana yang semakin panas.
“Penjaga, buka rantai itu,” perintah Seokjin.
“Kau… bukan nyonya apalagi mate-ku. Aku akan mencari cara untuk memutuskan ikatan kita, sekalipun aku harus mencari air suci untuk melenyapkanmu,” Jungkook meninggalkan Yerim dengan tatapan sulit diartikan. Hatinya terasa sangat sakit mengucapkan kalimat itu didepan sosok Yerim. Gadis yang ia cintai. Namun, menerimanya adalah hal yang menyakitkan pula bagi Jungkook, karena dengan begitu ia merasa telah menghianati darah yang tumpah dari bangsanya di masa lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Mate √
FanficKim Yerim sudah yakin betul bahwa ia hanyalah seorang gadis biasa tetapi mengapa ibunya selalu bersikeras membawanya pergi seolah dia adalah sebuah ancaman besar bagi orang lain.. Hingga suatu hari... Kehidupan Yerim berubah drastis ketika dirinya...
