Menemukan

7.6K 933 470
                                        

Mulmed gambaran rumah pohon serigala rasa monyet. Btw, kami muncul lagi. Nggak bosen kan? Happy reading..

Yerim duduk sendirian di teras rumah pohonnya. Wanita itu termenung menatap lurus kedepan dengan segelas susu coklat digenggamannya menikmati indahnya pemandangan dan juga kesejukan pagi hari diatas rumah pohon. Yerim tidak pernah melewatkan kegiatan favoritenya itu sejak ia tinggal dirumah pohon tersebut.

Rumah pohon yang letaknya sekitar beberapa puluh kaki diatas permukaan tanah itu tertutup dan tak terlihat dari bawah karena semak-semak pohon yang tumbuh didahan menutupi rumah yang dibangun diatasnya. Untuk alasan itulah para warrior tidak dapat menemukan letak sebenarnya persembunyian para Rogue yang sempat mengacau pack mereka karena pada dasarnya rumah pohon itu dirancang sedetail mungkin agar tak terlihat dari permukaan tanah. Siapapun yang merancangnya pasti adalah seorang yang jenius karna mampu menciptakan tempat semenakjubkan ini.

Keadaan Yerim pun kian membaik. Jongin benar-benar menepati janjinya pada Seulgi untuk menjaga Yerim dengan baik. Yerim tidak pernah kekurangan selama tinggal diatas rumah pohon. Ia dirawat, diberikan pengobatan dan pelayanan layaknya seorang Ratu dirumah pohon tersebut. Semua yang ada disana segan bahkan senang dengan kehadiran Yerim dan menghormati wanita itu dengan memanggilnya Luna meski Yerim telah mengatakan bahwa dia bukan lagi seorang Luna sejak ia pergi dari pack Alpha Jeon.

Yerim sangat berterima kasih untuk hal itu. Ia sangat diterima ditempat ini dan lagi, kedua calon bayinya tumbuh dengan baik didalam tubuhnya. Yerim bersumpah akan menjaga dan melindungi keduanya dengan baik, ia tidak akan lagi membiarkan hal seperti kemarin dimana ia hampir kehilangan keduanya terjadi lagi.

Yerim menangis, kali ini bukan tangis kesedihan melainkan kebahagiaan karna tidak menyangka telah ada kehidupan lain didalam tubuhnya. Yerim mengangkat tangannya, menyentuh perutnya yang sedikit menonjol. Menurut seorang wanita yang menjadi ahli kesehatan di rumah pohon tersebut usia kandungan Yerim sudah memasuki bulan kedua dan Yerim baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu. Selama ini ia tidak seperti Seulgi yang sering meminta aneh-aneh pada Jimin atau bisa disebut juga sebagai ngidam. Tidak, Yerim tidak pernah merasakan kesulitan seperti itu dan ia bersyukur akan si kembar tidak menyusahkan ibu mereka.

"Terima kasih sudah bertahan, Eomma sangat menyayangi kalian berdua, Sayang..," gumam Yerim berbicara pada kedua janinnya. Ia tidak tau apakah kedua anaknya mendengar dan dapat mengerti yang ia katakan saat ini namun yang pasti memikirkan keduanya yang hampir pergi meninggalkan rasa penyesalan yang dalam dihati kecilnya. "Eomma tidak akan memaafkan diri Eomma sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada kalian berdua..," sambung Yerim.

Yerim mendongak, menatap jauh kedalam hutan yang berkabut dingin dari tempat ia duduk sampai suara pintu kayu yang dibuka oleh seseorang membuyarkan lamunan singkatnya.

"Apa aku menganggu?," tanya seorang pria tampan muncul dari balik pintu.

Yerim menggeleng lalu tertawa kecil melihat pria yang selalu muncul tak terduga ditempatnya dan membawa kesenangan sendiri untuknya. "Tidak, Yukhei, ayo masuk..," ajak Yerim.

Pria yang dipanggil Yukhei itu menganggukkan kepalanya polos lalu dengan cepat menghampiri Yerim dan duduk dilantai kayu, disamping Yerim sambil berpangku tangan memandang wajah cantik Yerim dari bawa.

"Eh, kenapa duduk dibawah, ayo naik, Yukhei."

"Biarkan aku disini, Luna, karena disinilah tempat paling dekat denganmu.."

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang