●
●
●
●
●
"Kau mengenal mereka?," kali ini Jungkook yang bertanya.
Taehyung mengangguk. "Dia... dia adalah mate-ku, Alpha..."
Semua yang ada di tempat itu serempak terdiam. Pengakuan Taehyung barusan seakan menjadi mantra paling ampuh untuk membuat suasana sekitar hening selama beberapa saat. Siapapun yang ada disana sama sekali tidak menyangka akan ada anggota pack yang juga memiliki ikatan dengan kaum yang sebenarnya tak mereka sukai. Masalah Jungkook belum menemukan titik terang, dan sekarang telah ditambah dengan permasalahan Taehyung yang memiliki Demon dalam wujud sempurna.
Seokjin mengacak surai hitamnya frustasi sementara satu tangannya tetap memegang tangan Jungkook. Hoseok juga menenangkan Jimin yang baru saja berganti shift dengan Jack.
"Aku rasa, selamanya kalian akan terikat dengan demon," ucap Yoongi secara asal. Entah apa yang direncanakan oleh sang Dewi. Namun, ia merasa ini semua bukan kebetulan semata. Dua orang petinggi pack memiliki mate dari kaum yang dibenci pack itu, bukankah itu sudah direncanakan dan memiliki tujuan yang baik?
"Taehyung...," panggil Seokjin. "Kau masih mau menuruti perkataan hyung-mu ini kan?"
Taehyung mengangguk lemah, entah mengapa perasaannya tidak enak mendengar nada bicara Seokjin. "Aku selalu menghormatimu, hyung," lirih Taehyung Ia tetap pada tekadnya berada di depan tubuh mungil Irene untuk melindunginya.
"Jungkook, kau percaya padaku?," tanya Seokjin pada Jungkook. Yoongi beralih menatap Seokjin dengan tatapan heran.
Jungkook mengangguk tapi tatapan tajam tak pernah luput dari Sooyoung dan Irene.
"Dengarkan aku. Jangan ada yang melawan apa yang aku katakan," Seokjin mulai mencoba meredamkan suasana. "Taehyung, kau ikut kami, suruh mate-mu kembali dan tak mengacau disini untuk saat ini. Dan kita bahas permasalahan ini bersama di dalam. Jimin, jika kau masih tak bisa mengendalikan emosimu, aku tak main-main, aku akan mengurungmu di bawah tanah."
Taehyung mengangguk. "Tunggu apa lagi kalian! Pergi dari sini!!!," bentak Taehyung pada warrior yang masih siaga untuk menerkam Irene dan Sooyoung sewaktu-waktu.
"Bubar kalian. Jangan memperkeruh suasana," perintah Seokjin pada warrior-warrior itu. Seketika, semua menjauh dari Irene dan Sooyoung.
Taehyung berbalik pada Irene yang masih memancarkan kebencian untuk Jungkook dan yang lain. Taehyung menangkup kedua pipi Irene. "Sayang, dengarkan aku. Pergilah untuk sekarang. Aku mohon..."
"Aku benci mereka yang menyakiti Yerim," desis Irene membuang muka menatap orang-orang dibalik punggung Taehyung marah.
"Biarkan aku selesaikan yang ada disini. Kembalilah bersama Sooyoung."
"Ayo, Irene. Kita kembali. Jangan buat ibumu khawatir," bujuk Sooyoung.
"Baiklah, aku pergi. Tapi aku tak menjamin jika orang tuaku akan diam saja. Bersiaplah jika mereka datang.."
Taehyung memejamkan mata mencerna semua kalimat Irene. Kalimat penuh emosi dan rasa sakit. ia kemudian mengangguk. Taehyung memeluk Irene dengan erat bahkan menciumnya dihadapan para penghuni rumah penguasa Bangtanmoon pack. Semua menjadi saksi ketulusan cinta Taehyung dan Irene. Bahkan hati Seokjin sebagai hyung tertua menjadi bergetar menyaksikan ketulusan Taehyung yang selama ini ia kenal sebagai adik yang sulit untuk serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Mate √
FanfictionKim Yerim sudah yakin betul bahwa ia hanyalah seorang gadis biasa tetapi mengapa ibunya selalu bersikeras membawanya pergi seolah dia adalah sebuah ancaman besar bagi orang lain.. Hingga suatu hari... Kehidupan Yerim berubah drastis ketika dirinya...
