Kenyataan yang Pahit

10.8K 868 167
                                        

Psssttt... rated chapter. Yg belom legal, skip part yg rated okey.. hehe. Happy reading..

"Sejak kapan?" tanya Seulgi terbata, ia tidak menyangka akan secepat ini.

"Entahlah tapi sebelum kesini aku merasakan sakit yang luar biasa dari punggungku seperti tercabik dan sesuatu yang memaksa keluar, aku tidak tau dengan pasti, aku sangat takut, Seul.." keluh Yerim, ia jujur akan setiap ucapannya, tidak ada candaan atau hal yang ia lebih-lebihkan.

Seulgi terdiam, ia mengingat kembali setiap kata yang pernah dikatakan oleh Jimin tentang kaum mereka. "Kapan ulang tahunmu, Yer?" tanyanya. Entah mengapa Seulgi merasa perlu mengetahui hari kelahiran gadis mungil dihadapannya.

Yerim menghembus nafas kasar. "Bulan depan, tanggal 5 maret, kenapa? Kurasa itu tidak ada hubungannya dengan rasa sakitku, Seul, aku serius dan sedang tidak ingin bercanda..," jawab Yerim malas tapi tak ditanggapi oleh Seulgi yang sibuk menghitung dengan jari-jari lentiknya mengabaikan Yerim.

"Seulgi...!," bentak Yerim yang merasa terabaikan.

"Itu tidak lama lagi, Yer..," balas Seulgi. Kedua matanya membulat menatap Yerim.

"Aku datang kesini bukan untuk membahas hari ulang tahunku, Kang Seulgi..," kesal Yerim menghentakan kakinya diatas lantai yang berkarpet bulu bewarna silver yang sangat lembut untuk dipijaki.

Seulgi mendekat, ia memegang kedua bahu Yerim. "Aku tau, Yer, tapi kau dalam bahaya.."

"Hah!! Apa.."

"Aku harus menghubungi Seungwan..," panik Seulgi berbalik menuju tempat tidur, mencari ponselnya dan ketika berhasil menemukannya, Seulgi langsung menghubungi Seungwan.

"Yeobseo..," jawab Seungwan pada panggilan kedua, terdengar dari suaranya, Seungwan sepertinya baru bangun tidur membuat Seulgi melirik Jam kecil yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya.

"Apakah terdapat perbedaan waktu disana? Ini sudah sore, Seungwan dan kau baru bangun."

"Aku kelelahan..," jawab Seungwan.

"Memangnya apa yang kau lakukan?"

"Tidak ada, sekarang katakan! Kabar apa yang kau dapat..," Seungwan bertanya.

"Apa kau sedang sendirian disana, suamimu?"

"Aku tidak akan bertanya jika dia ada bersama denganku sekarang, cepatlah, Seul, dia sebentar lagi akan kembali dari perbatasan karena yang ku dengar, ada sekelompok demon berkeliaran diwilayahnya sejak kemarin.."

"Bagaimana bisa? Apa itu juga yang menjadi alasan Jimin dan Jungkook juga sering mengecek wilayah perbatasan akhir-akhir ini?"

"Aku tidak tau, tanyakan itu pada Yerim karena mereka adalah sejenis.."

"Seungwan..," tegur Seulgi.

"I know, aku hanya bercanda..," kekeh Seungwan. "Bagaimana, apa ada perkembangan tentang perubahan Yerim?"

Seulgi mengembuskan nafas berat. "Ini gawat, sepertinya sayapnya akan muncul dan ku tebak dia akan berubah saat hari ulang tahunnya."

"Dari mana kau tau?"

"Aku hanya menebaknya saja, Seungwan.."

"Bisa jadi, aku juga mengalami perubahan saat ulang tahunku yang ke-15 tahun..," Seungwan terdiam sejenak. "Seul, apakah Yerim sudah ditandai oleh Jungkook?," lanjutnya bertanya.

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang