Escape?

7.5K 964 179
                                        

​Jungkook terlihat marah. Nafasnya memburu melihat kedekatan mate-nya dengan Taehyung. Bagaimana tidak marah? Yerim tak pernah mau disentuh, tak mau dekat dengannya tapi dengan mudahnya gadis berparas cantik itu bermain bersama Taehyung. Sahabat yang bahkan keduanya belum Jungkook kenalkan secara resmi.

"Yerim, ikut aku," kata Jungkook.

Yerim tak bergeming. Dia bersembunyi dibalik badan Taehyung. Bahkan tangan keduanya saling bertautan. Taehyung tak mengerti. Kinerja otaknya melambat. Dia telah senang mendapatkan sosok adik seperti Kim Yerim. Tapi disatu sisi, gadis itu adalah mate Alphanya. Terlalu dekat dengan Yerim juga bisa mengganggu kelangsungan hidupnya.

Seungwan mencium aura yang tidak baik dari Jungkook. Aura yang mulai menggelap karena marah. Seungwan mendorong pelan badan kecil Yerim agar berjalan menuju Jungkook. Yerim tetap tak bergeming.

Seulgi membungkukkan badannya. Berbisik pada Yerim. "Bantet, jangan membuat pemimpin rumah ini marah. Kita tak bisa keluar dari sini. Jadi jangan bikin dia marah. Kau mau nanti tinggal nama karena membantah perintah si dia?," gelagat Seulgi menunjuk pada Jungkook. Tapi hanya dengan gerakan kepala.

"Mmmm... Alpha..... apa Alpha tak melihat ketakutan Yerim. Tenangkan dulu Justin... baru kalian boleh ke kamar," kata Taehyung. Dia sedikit gugup. Sial! Tak biasanya dia gugup seperti ini.

"Tutup mulutmu, Tae! Kim Yerim! Apa kau tak mendengar perkataanku?! Cepat kesini atau aku sendiri yang akan meyeretmu..," geram Jungkook.

Taehyung terdiam seribu bahasa mendengar jawaban Jungkook. Taehyung dapat merasakan tangan basah Kim Yerim yang bertautan dengannya. Seokjin menggelengkan kepalanya secara perlahan. Senyum mengembang diwajahnya. Dia berjalan kearah Yerim dan Taehyung. Melepas tautan tangan mereka lalu menggenggam tangan Yerim membawa gadis itu ke Jungkook.

"Tak perlu takut. Jika Jungkook macam-macam, katakan saja padaku. Aku Hyung-nya," kata Seokjin. Dia mengusap tangan basah Yerim karena keringat. Setelahnya memberikan Yerim pada Jungkook.

Jungkook menerima tangan Yerim lalu menariknya kekamar.

"Jungkook!," suara Seokjin menghentikan langkah Jungkook yang hampir menaiki anak tangga pertama di rumah itu.

Jungkook berhenti tanpa membalikkan badannya.

"Jangan kasar. Kendalikan dirimu. Mate adalah separuh jiwamu. Bersikaplah sebagaimana kau bersikap pada tubuhmu sendiri. Kau tak akan mungkin menyakiti tubuhmu sendiri kan?," ucap Seokjin. Hanya dia disana yang bisa berpikir jernih, karena Taehyung, Seungwan dan Seulgi tidak berani bersuara setelah apa yang mereka lakukan menyebabkan kekacauan. Jimin menatap Seulgi dibalik punggung Taehyung, sedangkan Yoongi tetap bersikap tenang namun dari tataan matanya jelas terlihat bahwa ia juga tidak menyukai Taehyung mendekati mate-nya sekalipun dia adalah adik dari Seungwan sendiri. Sangat berbeda dengan dua pria lain, Namjoon dan Hoseok, mereka kali ini diam tak berani melakukan apapun.

"Aku mengerti hyung," jawab Jungkook singkat lalu meneruskan langkahnya yang sempat tertunda.

"Seul...," panggil Jimin memecah kesunyian yang sempat melanda tempat itu setelah kepergian Jungkook dan Yeri.

Sama seperti Yeri, Seulgi juga ketakutan tapi mengingat fakta bahwa pria bersurai hitam sexy itu mengacuhkannya selama berada diruang tamu membuat rasa kesal Seulgi lebih besar dari ketakutannya.

Melihat tidak ada pergerakan dari Seulgi. Jimin melangkah maju melewati Seokjin didepan tangga menuju lantai dua. Kini pria itu mengulurkan tangannya kearah Seulgi begitu tiba dihadapan Taehyung.

"Ayo ikut aku ke kamar..," ajak Jimin mencoba bersikap lembut. Ia tidak mau teguran yang sama dari Seokjin berlaku juga padanya.

"Tidak mau.." tolak Seulgi semakin memperparah keadaan dengan berdiri dibelakang Taehyung, mengamit lengan pria itu seakan meminta perlindungan.

Unexpected Mate  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang