1. Awal

643 36 23
                                    

Suasana koridor kelas dari ujung kelas hingga ujung kelas lainnya yang terhubung pada satu atap dan lantai tampak ramai.

Waktu seperti inilah yang dinantikan oleh seluruh siswa. Istirahat.

Laki-laki berbadan tegap. Bola matanya berwarna coklat. Berjalan bersama dengan ketiga orang temannya.

Dia lebih memilih diam dan menikmati sebuah minuman botol yang ada di genggamannya. Lain halnya dengan temannya.

Di depan sana tampak segerombolan cewe. Berpakaian sesuai standar sekolah. Rok yang tidak terlalu pendek. Baju yang tidak terlalu press body.

" aduhhh " ringik salah seorang cewe. Salah satu tangannya mengelus-elus kepala bagian belakangnya. Dan dia sempat mendapati botol tergeletak di lantai.

" kenapa lo? " tanya salah satu temannya. Dengan tidak punya dosa laki-laki itu pergi dengan berjalan santai.

" hehh kamu! Berhenti nggak! " teriak seorang cewe.  Rambut berwarna pirang. Warna grey pada matanya mampu memberikan aksen lebih indah pada bola matanya.

Seseorang yang merasa bahwa dirinyalah yang dipanggil memutar tubuhnya 180°. Kini mereka sudah saling berhadapan dengan jarak yang cukup jauh.

" lo manggil gue? " tanya laki-laki tersebut.

Nadanya begitu datar dan dingin.

"ya iya lah kamu.  Siapa lagi! "

" ngapain lo manggil gue? " tanya laki-laki itu dengan nada yang ditinggikan. Dirinya berjalan mendekati cewe tersebut.

" BUAT MASTIIN KALO TEMPAT SAMPAH TUH NGGAK JALAN!! " teriak cewe tersebut.

Padahal laki-laki yang sedang dia ajak bicara sudah berada tepat di depannya.

" jangan seenak jidat kalo buang sampah sampe jatuh di kepala orang!! " lanjutnya.

Semua siswa yang sedang berada di sekitar mereka sudah mengedarkan pandangannya kearah perdebatan itu.

" apa urusannya sama lo? Yang kena juga bukan lo kan? Nggak usah jadi sok pahlawan deh lo! " nadanya sudah terdengar sangat ketus.

"lagian siapa sih lo sok mau ngelawan gue! " lanjutnya.

Cewe tersebut mengulurkan tangannya.  Ketiga temannya hampir tidak percaya dengan kelakuan temannya yang satu ini.

Namun belum lama, dia sudah menurunkan tangannya kembali. Dia yakin laki-laki seperti dirinya tidak akan membalas uluran tangannya.

Yang ada nanti tangannya malah terkontaminasi! Pikirnya.

" namaku Mishall Carabella " ya.  Mishall Carabella. Dia adalah cewe dari kelas XI A2. Cewe yang selalu terlihat manis dengan senyumnya yang mengembang hampir setiap harinya.

" nggak usah kenalin diri.  Aku emang nggak tau nama kamu.  Dan aku emang nggak mau tau!! " lanjut Mishall.

Dengan sikap acuhnya laki-laki itu pergi meninggalkan keempat cewe itu. Dan otomatis seluruh siswa yang menjadi penonton pun ikut bubar.

Panggilan nyaring dari Mishall sekali lagi telah memberhentikan langkah kaki keempat laki-laki tersebut.

"heh udah dibilangin kalo buang sampah itu di tempat sampah! Bukan di lantai!. Dan satu hal lagi kamu harus minta maaf sama temenku yang udah jadi korban timpukan botol nyasar sama kamu! " tegas Mishall. Dia masih berkacak pinggang menghadap laki-laki tersebut.

" buang aja sendiri apa susahnya sih!! " ketus laki-laki tersebut tanpa membalikkan badannya.

Dia kembali melangkahkan kakinya menjauh dari keempat cewe itu.

Mishall mengambil botol itu dengan suasana hati yang tidak bisa dibilang baik. Setelah itu dia bergegas menuju kelasnya. Ketiga temannya mengikutinya.

" Shall lo tau nggak sih siapa cowo yang lo ajak debat itu siapa?. " desak Neta saat mereka sudah tiba di kelas.

" aku nggak tau! Dan ku nggak mau tau! " jawab Mishall yang sibuk dengan kegiatannya yang sedang mencari sesuatu di dalam tasnya.

" Shall dia itu anak geng motor Shall. Namanya Rio.  Saverio Adelard. " sambung Lysta. Lysta lebih menekankan kata 'Saverio' pada Mishall.

Mishall masih sibuk dengan kegiatannya.  Ketiga temannya bingung dengannya. Entah apa yang sedang dia cari.

" kalo emang kamu nggak mau aku bela juga nggak papa kok! " jawab Mishall santai.

" Shall lo marah sama gue yah? " tanya Neta dengan wajah penuh penyesalan.

" gue nggak ada maksud buat marah sama lo.  Gue cuman nggak mau kalo lo ada masalah sama anak geng motor macem Rio. " lanjut Neta.

" tenang aja aku nggak marah kok.  Udah yaa aku mau ke kelas Bares dulu. Mau kembaliin buku. " dirinya sudah menggenggam buku dan berjalan hendak melewati ketiga temannya.

Belum sempat dia melewati temannya, dia merasakan ada yang mencekal lengannya. Ya. Kini tangan Lita sudah mencekal lengan Mishall.

" apah! Siapa? Lo mau ketemu Bares? " tanya Lita kaget. Wajah ketiga orang temannya sudah kaget mendengar nama yang diucapkan oleh Mishall.  Memangnya ada apa dengan nama Bares?.

Mishall menjawabnya dengan anggukan.

" ngapain lo pinjem buku dia? " tanya Lysta yang tidak kalah kagetnya.

" ya aku pinjem catetan lahh. Soalnya kemaren aku belum sempet kerumahnya.  Jadi aku baru bisa balikin sekarang. " jawab Mishall. Ketiga temannya masih tidak percaya dengan ucapan Mishall barusan.

Lita sudah tidak lagi mencekal lengannya.

" lo sering kerumah bares? "tanya Neta. Lagi-lagi Mishall menjawabnya dengan anggukan. Ketiga temannya benar-benar bereaksi berlebihan.

Mishall tidak habis pikir dengan ketiga temannya yang tiba-tiba terserang virus alay.

Membulatkan matanya lebar-lebar. Mulut terbuka. Hanya mendengar bahwa dirinya sering berkunjung ke rumah Bares, ketiga temannya memperlihatkan ekspresi aib mereka!.

Kalo mereka tau Bares tetangga Mishall aja udah kek gitu. Gimana kalo mereka tau kalo Mishall sering kencan dengan Bryce Hall? Mungkin mereka akan masuk UGD atau bahkan ruang sakura?.

" udah dulu yaa aku ke kelas Bares dulu " Mishall sudah pergi keluar kelas dan meninggalkan ketiga temannya yang masih terbengong.

See you next time guys!

Jangan lupa follow. Oke!!

@wattpadwandha
@wandhaagustina

I hope you like this story guys :)
Vote and comment 😋🤗

MISHALLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang