Hari dimana mereka berlibur pun tiba. Semuanya sibuk dengan barang mereka masing-masing. Dan tak lupa dengan kamera dan ponsel yang selalu menjadi barang nomer satu untuk di bawa.
" KYAAAAAA GUE SENENG BANGET!!! " ucap Neta dengan suara keras. Hampir semua orang memasang mata kepadanya.
" Neta! Bisa di tabung dulu nggak itu suaranya?! " tegur Mishall karena bagaimanapun juga Mishall akan kena imbasnya karena berada di dekat Neta saat ini.
" ehhh pantat rusa!! Kagak usah bikin malu bisa nggak?! " ucap Lita yang membuat Mishall dan Lysta tertawa terbahak-bahak.
" ihhh cantik gini dibilang pantat rusa!! " sahut Neta tidak terima dengan ucapan Lita.
Mereka semua memang langsung mengunjungi tempat wisata yang sudah dijadwalkan sebelum menuju ke hotel. Satu kamar berisi maksimal 4 orang tidak boleh lebih. Mishall, Neta, Lita dan Lysta ada pada satu kamar yang sama.
" yo, gue agak dag dig dug der nihhh " ucap Darrell. Rio justru malah memasang wajah bingung.
" anjirrrr alay banget sih lo!!! Kena virus jenglot mana lo hah?!! " Ucap Rio pada Darrell.
" bangke! Gue deg-degan gegara basket kita bentar lagi tanding " jelas Darrell. Wajahnya memang memperlihatkan kalau dirinya sedang cemas.
" lah lo kok cemen amat sih Rell?! " sahut Calief yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" yehhh si mangki keluar-keluar banyak bacot lo! Kagak usah pamer otot lo yang jelek itu! " seru Darrell kesal. Calief kembali ke kamar mandi untuk menjemur handuk yang sempat ia pakai.
" gue bukan masalah cemen ato takut kalah, yang gue takutin itu, si nenek lampir ikut datang ke pertandingan kita! " lanjut Darrell.
" emangnya kenapa? Dia bukan kanibal kan yang suka makan manusia? " tanya Rio. Dia semakin penasaran kenapa Darrell sebegitu takutnya kalau Velin yang mereka panggil sebagai nenek lampir itu datang ke pertandingan.
" ya yaaa gue takut aja dia rusuh gitu. Malu-malu in. Takut aja kalo gegara dia lo jadi kagak fokus ama pertandingan" ucap Darrell.
" lo nggak usah mikir yang aneh-aneh. Berdoa aja kagak terjadi apa-apa. Udah ahhh gue mau pacaran dulu. Yuk Yo! " Aaron berusaha menenangkan Darrell yang tadi sempat cemas masalah Velin.
" iya bener tuh kata Aaron lo kagak usah mikirin masalah iu. Gue janji gak bakalan biarin si nenek lampir buat ngerusuhin pertandingan kita " ucap Rio sambil berdiri dan menepuk punggung Darrell untuk menenangkan.
***
" gimana masalah undangan? Udah selesai? " ucap Hernando saat melihat Sheilla berjalan menuju sofa. Sheilla duduk di samping Hernando yang sedang menonton sebuah acara televisi.
" udah pah, tapi masih ada sedikit yang belum aku bagi. Niatnya aku mau undang temen deket Mishall sama Harshel. Gimana pah? " Sheilla meminta pendapat dari Hernando. Belum Hernando menjawab, Raveena datang sambil berbicara dengan seseorang di telfon.
" iya boleh kok Shei, kamu boleh undang temen-temen Harshel sama temen Mishall. Jangan lupa temen Mishall yang kemaren yaaa diundang " senyum Raveena mengembang saat selesai berbicara.
Sheilla tau maksud dibalik senyum mamahnya itu. Sheilla pun tak bisa menahan untuk ikut tersenyum bahkan tertawa. Mamahnya ini ada-ada saja.
" kalian kenapa senyum-senyum gitu sih? " tanya Hernando yang terlupakan oleh Sheilla sedari tadi.
" hahaha papah nggak tau sihhh " tawa Sheilla pun pecah. Memang ini bukan hal yang bisa dianggap lucu tapi ini menggelikan kalau dibayangkan.
" emangnya apa? Kasih tau papah dong biar tau! " seru Hernando tidak sabar menunggu penjelasan dari Sheilla.
KAMU SEDANG MEMBACA
MISHALL
Fiksi RemajaRank #1 Geng motor 8/8/18 Rank #3 Ceria 8/8/18 Rank #10 Coolboy 8/8/18 Mawar hitam 1. Elegant, ya lo itu cewe elegant yang nggak banyak neko-neko. 2. Indah, lo enak dipandang, nggak bosenin dan manisnya lo itu nggak baik buat jantung gue. 3. Berharg...
