23. Keputusan

40 4 0
                                    

" Neta, Lita, Lysta " panggil Mishall. Ketiganya tersenyum dan mendekati Mishall.

Neta melihat ada Garen keluar dari mobil yang tadi sudah sempat masuk. Raut wajah Neta sudah berubah, tapi Mishall tidak tau maksud perubahan ekspresi wajah Neta.

" kenapa ada Garen disini? Lo pergi sama Garen Shall? " ucap Neta keras. Membuat orang di sekeliling memandang mereka.

" lohh kok iya sihh ada Garen? " Lita dan Lysta berbinar saat melihat Garen. Berbeda dengan Neta.

" Neta tenang dulu, jangan suudzon dulu sama aku. Aku mau jelasin dulu yaa biar semuanya clear " ucap mishall.

Mishall berusaha menenangkan Neta dengan membawanya ke bangku depan toko. Garen ikut mendekat dan berdiri di samping mereka semua.

" Garen Masya allah " ucap Lita ambil tersenyum melihat Garen. Neta justru menyenggol Lita.

" Jadi tadi pas aku lagi bikin rangkaian bunga di taman, tiba-tiba Garen dateng. Dia bilang mau main. Terus mamah suruh aku buat beli barang-barang yang kurang. Terus Garen nawarin buat nganterin aku. Ya udah aku mau aja lumayan kan ngirit " jelas Mishall panjang lebar. Dia mengakhiri ucapannya dengan cengirannya.

" kalian nggak marah cuman gara-gara kek gini kan? " tanya Mishall.

" iya, kalian nggak usah marah atau kesel sama Mishall yaa. Gue nggak ada niat terselubung kok sama dia " ucap Garen.

Neta, Lita dan Lysta tersenyum mengangguk. Kemudian Lita ingat ada sesuatu yang harus di beritahukan pada Mishall. Dia membawa Mishall menjauh dari Garen, Lysta dan Neta pun mengikuti.

" hilihhhh kalian ngaco woyyy " jawab Mishall tiba-tiba. Garen terkejut mendengar ucapan Mishall.

" ada apa? " tanya Garen.

" nggak ada apa-apa kok hehe " jawab Lita. Sedangkan wajah Mishall masih terkejut.

Nada dering ponsel Mishall berbunyi. Dia merogoh ponselnya di saku celana. Dia melihat kalau itu telepon dari Harshel dan kemudian mengangkatnya.

" barang nya mana? Ini udah ditungguin bo! " ucap Harshel dari seberang.

" iya bang ini udah mau pulang. Sabar napa " jawab Mishall kemudian menutup teleponnya.

" okeee aku harus pulang. Barangnya udah ditungguin. Bye see u next time " pergi Mishall sambil melambaikan tangannya.

***

Semua anak basket sudah sampai di sekolahan. Semuanya sedang berkumpul di lapangan basket bersama dengan bang Bian dan bang Andi sebelum pulang kerumah masing-masing.

" oke alhamdulillah kita mendapat kesempatan ini. Jangan lupa belajar. Dan jangan lupa juga buat kalian jaga kesehatan, usahakan jangan sampe sakit. Karena setelah kalian UKK, kita akan langsung berlatih dan bertanding " ucap bang Bian.

" ciyeeee cihuyyy si abang perhatian amat " ledek Aaron. Semuanya tertawa mendengar ucapan Aaron.

" Darrell tuh kuper ples kurbel hahaha " ucap Rio. Sekali lagi semuanya menertawakan Darrell.

" ahhh bangke emang kalian " pasrah Darrell.

" oke oke. Karena sebentar lagi kalian juga UKK, jadi sementara ini kalian fokus UKK dulu, setelah itu kalian full fokus basket untuk pertandingan di Jogja " dan itulah kalimat penutup dari bang Bian. Kemudian mereka semua pergi.

Rio berjalan bersama dengan Calief. Sedangkan Aaron bersama dengan Darrell. Saat Rio hendak menaiki motornya, tapi Aaron memanggilnya.

" Yo! " panggil Aaron dari seberang parkiran. Sontak Rio pun menoleh. Calief dan Darrell pun ikut menoleh.

MISHALLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang