15. Pelukan

110 9 2
                                    

Liburan ke Bali sebentar lagi akan dilaksanakan. Garen yang baru saja mengetahui kegiatan ini pun tidak mau ketinggalan. Di sisi lain Rio and friends malah justru sibuk dengan latihan basket yang akan diperlombakan 2 hari setelah kepulangan dari Bali. Untuk itu Rio and friends lebih memilih latihan basket karena terbilang waktu yang sudah sangat mepet.

Aaron sedang memegang bola dan akan dilemparkan kearah ring, namun bola itu justru meleset keluar dari lapangan basket. Aaron kaget setengah mati bahwa bola yang ia lemparkan itu justru mengenai kepala seseorang. Dengan cepat Aaron berlari menuju orang tersebut. Begitu juga dengan Rio dan kedua temannya.

" gimana nihh? Nih cewe pingsan lagi! " ucap Aaron kebingungan.

" ya lo angkat bawa UKS dong geblek!! Lumayan noh cewe cantik! Kapan lagi lo bisa gotong cewe cantik hah?! " disaat seperti ini pun Darrell dapat meledek Aaron. Mungkin sebagai ajang balas dendam. Memang malang nasib bang Darrell gaes.

" bacot lo Rell!! " kebingungan Aaron bertambah. Tapi Darrell malah tertawa.

" Lief lo temenin gue ke UKS yaa Lief. Awas aja kalo lo nggak mau. Gue potong hidung lo biar pesek!! " Calief yang memang dasarnya pendiam itupun setuju tanpa mengelak.

Aaron membopong cewe itu sendiri sedangkan Calief berada di depan sedikit lebih cepat. Aaron membaringkannya di kasur ruang UKS. Aaron membiarkan Calief untuk kembali ke lapangan basket. Dia akan bertanggung jawab atas kejadian ini.

" lo nggak papa? Sorry gue nggak sengaja nimpuk kepala lo pake bola. Soalnya tadi bolanya meleset pas gue lempar " ucap Aaron sebagai ucapan permintaan maafnya setelah melihat cewe yang pingsan itu sudah sadarkan diri.

" lo yang waktu itu nabrak gue kan? " tanya Neta.

" ehh iya gue yang waktu itu nabrak lo dan sekarang gue nimpuk lo pake bola basket. Sorry yaa Ta " tak disangka ucapan maaf itu Aaron ucapkan sambil menggenggam tangan Neta.

Neta bingung berasa dilabirin nyari harta karun yang nggak ketemu ketemu. Yang membuat dia bingung, pertama cowo ini masih mengingat namanya padahal Neta sudah lupa siapa nama cowo itu. Yang kedua, ngapain dia pake pegang pegang tangan segala?. Jiahhh modus.

" eitssss ngapain pake pegang tangan gue? Ngomong sih ngomong tapi ya nggak usah grepe grepe tangan dong " ucap Neta sambil melepaskan tangannya dari genggaman Aaron.

Aaron yang mendengar ucapan Neta pun tertawa. Bahkan disaat sakit seperti ini Neta masih bisa membuat orang lain tertawa. Hebat nih Neta. Bakat terpendam nih namanya.

" yaelahhh kan gue cuman pegang aja kalee. Kali aja lu mau jadi pacar gue?! Haha " bahkan kalimat itu dirasa biasa saja oleh Neta.

" yaelah lu aja nggak nembak gue mana gue mau jadi pacar lu bego! " ucap Neta kasar pada Aaron tapi itu bukan berarti apa-apa baginya.

" ya udah lu mau nggak jadi pacar gue? Ta? " tanpa ragu Aaron mengucapkan kalimat itu di depan Neta. Neta yang ditanya malah melongo.

" yehhh lu beneran mau pacaran ama gue? Gue kira lu boongan!. Lu yakin mau pacaran ama makhluk macem gue? Gue cuman nggak mau lu nyesel. Kenapa lu nggak nyoba buat kenal lebih deket dulu? " terang Neta. Dirinya tidak percaya bahwa cowo yang di depannya serius menembaknya padahal dia hanya bercanda.

" gue nggak perlu waktu lama buat kenal ama lu. Dari pertama gue kenal lu udah gue pantau " ucap Aaron.

" abis lu pantau terus mau lu sleding? " tanya Neta sambil tertawa.

" iya gue sleding biar lu jatuh terus gue yang tangkep andddd greppp ke pelukan gue lu jatuhnya!! Hahaha " jelas Aaron yang kemudian rambutnya di tarik oleh Neta. Aaron meringis kesakitan.

MISHALLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang