WDHR-15

45 10 3
                                        

Setelah selesai event semua anggota pelaksana Event dikumpulkan dalam ruang OSIS. Disana sudah ada Ali sebagai ketua satu yang merangkap ketua panitia event begitupula dengan Zelaya ia sudah ada disana, memperhatikan Nada yang diam, dengan banyak kertas di tangan.

"Oke, jadi langsung saya mulai aja." Ucap Ali membuka rapat. "Mulai dari bagian perlengkapan, bagaimana? Ada kendala apa?"

"Tadi, ada beberapa peserta lomba yang pingsan karena kita kurang tenda," jawab perwakilan bagian perlengkapan.

"Kurang tenda gimana?" Nada menyela dengan alis terangkat. "Kita masih ada lima tenda dari sponsor yang gak terpakai di depan ruang OSIS, loh. Kok bisa kurang?"

"Kak Nada, tahun ini kan anggota OSIS mayoritas cewek, kak. Jadi kami gak bisa bangun tenda."

"Mana bagian keamanan yang mayoritas cowok?" tanya Nada dengan intonasi sinis. "Mana?!"

Mendengar seruan Nada, bagian keamanan yang mayoritas beranggotakan anak laki-laki mengangkat tangan.

"Kalian gak bisa bantu anak perlengkapan?" tanya Nada.

"A-anu, Nad--"

"Apa? Keamanan di depan buat jaga parkir satu sampai tiga orang ngejaga dulu sebentar gak bisa, ya? Teman kalian kesusahan disini,"

"Tapi kak, kami gak ada diminta sama anak perlengkapan buat bangun tenda,"

"Ada kok, kami sudah hubungin lewat HT terus kalian bilang on the way tapi gak datang-datang."

"Tapi kan, kami sudah datangin terus anak perlengkapannya malah--"

"Udah cukup," sela Ali. "Sehabis rapat ini kita perbanyak tenda di tempat-tempat yang dibutuhkan. Sekarang bagian dekorasi, gimana?"

"Aman kak, semua terkendali. Kalau hujan photo booth sudah ditutupin pakai terpal."

Ali mengangguk-angguk.

"Bagian acara gimana? Keperluan guest star udah terpenuhi?"

"K-kak. Dana kita masih kurang,"

Semua orang di dalam ruangan terdiam.

"Kurang berapa?" tanya Nada dengan nada suara yang dingin. Membuat semua orang yang berada di ruangan mengatupkan bibir.

"Sekitar dua puluh juta, Ka." Jawabnya dengan takut.

Mata Ali melebar, "kok bisa sebanyak itu?"

"Gak tau, Kak." Yang ditanya menunduk takut.

"Kalian berarti gak bener waktu ngasih anggaran ke bagian bendahara. Ya mikir aja sih, sekarang malam puncak sudah H min lima. Gak mungkin kita dapat uang segitu banyak dalam lima hari kecuali ada yang mau jual ginjal. Bantah saya kalau saya salah."

Semua yang mendengarkan ucapan Nada terdiam.

"Selama lima hari saya bakal berusaha cari sponsor lagi dan minta dana ke pihak yayasan dan sekolah. Zelaya, tolong buatkan surat pernyataan kekurangan dana ke pihak sekolah dan yayasan juga surat untuk pihak sponsor." Nada mengambil napas sebelum melanjutkan, "jalan terakhir kita banting stir, cari guest star dalam kota yang mencukupi anggaran."

Ali mengernyitkan dahi, "gak bisa, Nada. Lo penanggung jawab, tiket malam puncak udah disebar dengan weird genius sebagai guest star. Kalau kita banting stir, lo bisa kena tuntut."

"Ya terus? Kalian ada yang bisa nutupin kekurangan ini? Ada?"

Semua yang ada di dalam ruangan kembali terdiam.

Nada terkekeh, kemudian bangkit dari duduknya dan pergi ke luar ruangan tanpa permisi ataupun pamit, membuat yang di dalam ruangan hanya terdiam mencerna apa yang terjadi.

We (Don't) Have RelationshipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang