WHDR-3

68 8 0
                                    

"Menurut Gordon B. Davis sistem merupakan bagian-bagian yang beroperasi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Kalau diibaratkan sistem itu seperti dua insan yang saling bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan hinga..."

Seorang wanita dengan pakaian dinas didepan sana menjelaskan tentang bagaimana sistem pada pelajaran Administrasi Perkantoran. Filan bukan laki-laki yang pintar jika disejajarkan diantara anak sekelasnya. Walau ia lolos masuk ke dalam jurusan Akuntansi, itu tidak menjamin bahwa otaknya seluar biasa itu.

Dan di jurusan Akuntansi ini, Filan hanya berdua dengan Alavan. Wahyu berada di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Kemudian, Zavano dan Davilza berada di jurusan Pemasaran. Alana berada di jurusan Administrasi Perkantoran dan Zelaya berada di Usaha Perjalanan Wisata sedang Nada berada di jurusan Multimedia.

Wajar jika dipikir bahwa Alavan dan Filan bisa berteman dekat, kemudian bagaimana ceritanya ia bisa berteman dengan Wahyu, Zavano, dan Davilza? Bisa kita ceritakan nanti.

"Jangan bengong," tegur Alavan yang bangkunya berseblahan dengan Filan.

Filan menoleh, "gak kok."

"Gak apanya? Daritadi Bu Sesil lagi dikte-in tugas kamu malah diem liat keluar jendela." Balas Alavan disela-sela ia menulis.

Filan segera membuka buku tulisnya, dan segera melihat apa yang Alavan catat sebelum ia mulai menulis. Namun, ternyata...

"Sialan lo," bisik Filan dengan nada yang sedikit tinggi, karna Alavan tidak sedang menulis apapun.

Alavan hanya tertawa kecil, "makanya jangan lamunin Nada mulu."

"Idih sotoy lo,"

Alavan kembali tertawa menanggapi.

"Kemarin Zavano bilang kalau Davilza memang serius mau gebet Nada. Posisi lo terancam,"

Ada perasaan aneh yang muncul di dalam dadanya ketika Filan mendengar Alavan mengatakan hal tersebut.

Filan terdiam lama sebelum akhirnya ia menyahut dan sahutan itu tidak lagi dibalas oleh Alavan.

"Gak apa-apa, itu hak orang untuk jatuh cinta kepada siapa aja."

[=]

Nada ArliPut : Fil, aku hari ini mau latihan biola dulu sama Pak Erga,
Nada Arliput : ada kontes instumen modern se- provinsi dua minggu lagi katanya.
Nada Arliput :Maaf, tadi ga sempat datengin    kamu soalnya ada rapat OSIS dadakan

Tukang Kentut 💨 : iya, kalau udah pulang bilang ntar aku jemput

Nada Arliput : Aye Aye, Captain

Nada kemudian pergi ke ruang musik. Sebenarnya diantara semua alat musik, Nada hanya bisa memainkan biola. Dan saat tiba di ruang musik ia bertemu dengan seorang laki-laki yang ia belum pernah lihat sebelumnya. Dan seragam anak laki-laki itu juga berbeda dari seragam sekolahnya. Mereka sama-sama hendak masuk ke dalam ruang musik.

"Maaf, lo duluan aja." Ucap Nada seiring kakinya berjalan mundur memberi ruang agar laki-laki itu masuk lebih dulu.

Laki-laki itu tertawa kecil, "ladies first, my lady."

Nada kemudian tersenyum kikuk menanggapi dan masuk ke dalam ruang musik lebih dulu. Ini bukan pertama kalinya ia digoda seperti itu. Hanya saja, setiap kali ada laki-laki yang memperlakukannya seperti itu ia merasa risih. Yang bisa membuatnya nyaman hanya Filan. Hanya laki-laki itu yang tetap bersamanya ketika ia sedang jatuh dan orang lain berpaling dari dirinya. Karena ia melakukan kesalahan. Hanya Filan yang paham tentang dirinya, apa yang ia suka, apa yang ia tidak suka, apa yang ia takuti dan apa yang ia senangi. Begitupun ia kepada Filan.

We (Don't) Have RelationshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang