WDHR-13

37 8 2
                                        

Rando : Nad, hari ini kita latihan musik bareng kan, ya?
Rando : Gue kayaknya udah dapat lagu yang pas buat gue dan lo juga
Rando : Lagu legend nih, kayaknya lo bakal suka. Hahaha

Setelah membaca pesan dari Rando, Nada refleks menepuk dahinya. Event yang dilaksanakan hari ini baru saja selesai dua jam yang lalu dan ia baru bisa beristirahat sekarang di dalam kelasnya sendiri. Sekolah sudah mulai sepi karna siswa selain anggota OSIS sudah memilih pulang. Dalam sepengetahuan gadis itu, Filan belum pulang karna laki-laki itu belum pamit. Tidak tahu jika laki-laki itu pergi mendadak seperti waktu itu.

Nada kemudian mengetikkan pesan balasan untuk Rando, setelahnya ia langsung beranjak dengan menyampirkan ranselnya di salah satu bahu. Di depan kelas ia dikejutkan oleh kehadiran seseorang.

"Ngapain lo disini?" tanya Nada, sedikit sinis.

"Ikut gue," ucapnya kemudian menarik pergelangan tangan Nada.

"Ih lepasin," gerutu Nada sembari berusaha melepaskan genggaman orang itu dari pergelangan tangannya. Namun hasilnya nihil. Genggaman orang yang menarik pergelangan tangannya terlalu kuat.

"Lepasin, Davilza. Gue bisa jalan sendiri tanpa harus lo tarik-tarik kayak gini." Tidak tahan Nada menghentakkan langkah dan menarik paksa tangannya hingga terlepas dari genggaman orang pemilik nama Davilza itu.

Davilza menoleh sebentar lalu kembali membalas, "gue mau ngomong sesuatu ke lo. Ikutin gue ke rooftop, sekarang."

Nada bergumam kemudian mengikuti langkah Davilza yang sangat cepat bahkan gadis itu sampai harus berlari kecil dan mengangkat sedikit bagian rok-nya agar tidak tertinggal. Mereka menaiki tangga yang berada diujung gedung sekolah, lalu melewati ruangan yang jarang sekali Nada masuki. Sampai akhirnya hembusan angin menerpa wajah Nada setelah ia sampai di rooftop.

Davilza berjalan lebih dulu, dan Nada hanya berjalan pelan mengikuti di belakangnya.

"Gue minta maaf soal kemarin. Lo mau marah sama gue, lo mau caci maki gue, lo mau tampar gue, atau lo mau bunuh gue. Silakan." Tiba-tiba saja Davilza mengucapkan itu pada saat ia membelakangi Nada.

"Dav..."

"Iya gue emang keterlaluan. Gue bego, ya? Gue cuman gak mau ngerasain sakit begini sendirian. Gue mau dunia tahu kalau gue sakit. Gue sendiri. Gue gak punya siapa-siapa. Gak ada yang paham sama gue sekalipun gue ceritain tentang sakit gue sampai seribu kali banyaknya. Psikiater sekalipun sebenarnya gak paham tentang gue. Gue sakit. Gue sekarat. Gue mati, Nada. Gue mati," setelah mengakhiri kalimatnya Davilza menoleh, membuat Nada bisa melihat betapa matanya sudah berlinang menahan air mata.

Nada berjalan mendekati Davilza. Ia menatap mata Davilza untuk ke sekian kalinya dan untuk ke sekian kalinya pula, ia merasakan sakit. Ia merasakan penderitaan yang dirasakan Davilza. Nada memegang pipi kanan Davilza dan kemudian ia memeluk laki-laki itu.

Davilza terkejut atas perlakuan gadis dihadapannya.

"Lo gak sendiri. Lo gak mati dan lo gak sekarat, Davilza Muhammad Tjadid. Lo punya gue, lo punya Filan, Alavan, Zavano, Wahyu, Zelaya, Alana dan yang lain. Lo punya kita semua. Lo gak sendiri, lo punya kaitan sama kita semua, Dav. Dan kalau lo bilang gue gak bakal paham, sekiranya lo mau cerita, gue berusaha buat paham. Karena gue juga pernah ngerasain sakit. Setiap orang pernah sakit, pernah sekarat dan pernah ngerasa sendiri."

Setelah mengatakan hal tersebut Nada melepaskan pelukannya dan menatap Davilza dalam, "dan lo gak perlu kejebak di dalam sakit itu. Semakin lo dendam, semakin lo benci, semakin juga lo ngerasain sakit. Gue gak tau apa permasalahan lo, tapi gue pernah dibenci dan hampir dibunuh sama seseorang, bahkan seseorang itu adalah orang yang ngelahirin gue. Gue marah, gue benci, gue dendam. Tapi semakin gue berlaku kayak gitu, semakin gue kesiksa sama perasaan gue sendiri. Sampai akhirnya ada orang yang datang dan genggam tangan gue terus bilang gue harus ikhlas sama semuanya, gue harus nerima ini semua sebagai bagian dari hidup gue. Dan setelah itu gue merasa baik."

We (Don't) Have RelationshipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang