Tibalah hari dimana Nada dan Rando akan menampilkan apa yang sudah mereka latih sejak beberapa hari lalu. Banyak orang yang telah memenuhi tribun di depan panggung. Nada menggunakan sebuah gaun berwarna putih dan Rando menggunakan kemeja putih yang dilapisi jas berwarna hitam. Jika disandingkan, mereka berdua akan terlihat menggemaskan. Orang tata busana sendiri yang merasa gemas melihat pasangan itu.
"Are you ready?" tanya Rando ketika nomor urut mereka dipanggil oleh si pembawa acara.
Nada tersenyum kemudian mengangguk. Rando terdiam sejenak, ini bukan pertama kali untuk Rando melihat Nada yang dirias sedimikian rupa hingga gadis itu mengeluarkan aura dan pesona yang tidak bisa ditolak oleh laki-laki manapun yang melihatnya.
Tidak mau memakan waktu lebih lama lagi untuk mengagumi gadis yang sedang menggunakan gaun putih itu, Rando menjulurkan tangannya dan kemudian diterima oleh Nada. Lalu keduanya bersama-sama naik ke atas panggung dengan Nada yang sudah membawa biolanya. Sampainya diatas panggung, suara ricuh tepuk tangan memenuhi indra pendengaran keduanya. Rando sudah duduk di kursi yang ada di belakang piano yang akan ia mainkan.
Nada menoleh ke arah Rando dan Rando menjawab pandangan Nada dengan anggukan. Suasana ruangan menjadi sepi karena penonton hendak menikmati musik yang akan dibawakan oleh si gadis bergaun putih itu.
Nada mengembuskan napasnya pelan, badan biola sudah berada di lengan kirinya, kini tangan kanannya mulai menggesek biola tersebut. Lagu yang ia dan Rando bawakan hari ini adalah lagu Celline Dion-My Heart Will Go On.
p.s (ya kurang lebih Nada nge-cover lagunya kayak begini yak)
Feri yang ada di barisan penonton hanya bisa diam mendengarkan anak gadisnya membawakan lagu itu. Itu adalah lagu yang ia ajarkan pertama kali pada saat anak gadisnya meminta dirinya untuk mengajarkan sebuah permainan biola. Dua pria ber-jas hitam dan satu wanita bergaun merah ikut terdiam mendengarkan instrumen yang dibawakan Nada dan Rando. Bagi mereka yang bisa merasakan, mereka akan tahu kepada siapa lagu itu ditujukan oleh Nada. Dan ada salah satu laki-laki diruangan itu yang bisa merasakannya. Ia laki-laki yang menggunakan kemeja hitam yang lengannya ia gulung. Ia juga peserta yang tampil tiga nomor sebelum Nada dan Rando.
Tidak ada yang menyadari bahwa Nada sendiri menitikkan air matanya ketika memainkan instrumen itu. Ya, mungkin ini agak sedikit melankolis dan berlebihan jika dikatakan bahwa kisah hidupnya sedikit bersinggungan dengan kisah film yang lagunya sedang ia bawakan dalam bentuk instrumen itu. Apa bedanya ia dengan Rose? Nada juga ditinggalkan. Sama halnya dengan Jack, Filan juga laki-laki yang berani bertaruh untuk seorang wanita yang ia sayangi.
Banyak hal tentang Filan yang sedang berkecamuk di kepala gadis itu. Bohong, jika ia tertawa dan mengatakan semua telah baik-baik saja. Jauh di dalam dirinya ia berteriak mengatakan bahwa ia merasa sakit yang mendalam yang entah kenapa bisa sebegitu dalamnya.
"You're here, there's nothing i fear." Gumam Nada ketika ia memainkan biolanya pada bagian itu. Laki-laki berkemeja hitam itu menyadari gumaman Nada.
"And i know that my heart will go on," balas laki-laki itu. Walau posisi laki-laki itu berada di lantai dua, ia masih bisa melihat dengan jelas jika gadis yang membawa biola itu bergumam menyanyikan lagu yang instrumennya sedang ia bawakan.
"We'll stay forever this way," sambung Nada lagi, atensinya tentu tertuju pada biola yang sedang ia taruh di tangan kirinya. Tanpa ia sadari ada laki-laki yang tidak ia ketahui ikut menyanyikan lagu itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
We (Don't) Have Relationship
JugendliteraturTanpa aku, kamu masih tetap bisa ngejalanin hidup kamu sebagaimana biasanya. copyright©2018 by BlueNeptunies