1

2.5K 321 85
                                        

KACAU

Kriiiingggggggg

Teng.. teng.. teng.. teng..

Kukuruyuuukkk

Did you see my bag… did you see my bag..

Rookie rookie ma syuper rookie rookie…

Lima suara alarm yang berbeda memenuhi lima ruang yang berbeda. Pasukan pandawa di pagi hari sibuk berlarian kesana kemari menyiapkan diri mereka untuk aktivitas yang menanti. Ada yang berebut kamar mandi, ada yang berlarian ke dapur, ada yang menggulung selimut, sangat variatif.

“Hyung.. kenapa kau lama sekali eoh? Perutku mulas,” lelaki berwajah layaknya tokoh anime, meringis memegang perutnya. Handuk kecil berwarna maroon dikalungkan di leher dengan mata masih sedikit terpejam.

“Lima menit lagi,” sahut suara dari dalam.

“Jongin hyung! Lima menitmu itu sama dengan lima jam! Perutku melilit, hyung!,” lelaki itu semakin giat menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Taehyung, jangan di gedor seperti itu. Nanti kalau pintu rusak, biaya perbaikan tidak murah,” ujar sosok yang terlihat sangat dewasa. Ayah dari semua makhluk yang melakukan kekacauan dipagi hari.

“Jongin hyung lama appa! Bagaimana kalau aku tak kuat lagi menahannya! Appa mau aku keluarkan disini?!,” baru selesai mengatakan itu, lelaki bernama Jongin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutup bagian bawahnya.

“Kau cerewet sekali, bocah,” gerutu Jongin. Tanpa babibu lagi, Taehyung segera berlari masuk. Dia menutup pintu dengan keras mengagetkan Jongin dan Joonmyun, sang ayah.

“Taehyung! Kalau pintu rusak, uangmu yang akan appa ambil untuk biaya perbaikan! Appa potong uang sakumu!,” teriak Joonmyun pada Taehyung yang sudah bernapas lega didalam kamar mandi.

Sementara itu, keributan juga terjadi di dapur. Saudara tertua yang bertugas membuat sarapan tengah menggerutu layaknya ibu-ibu yang menawar harga di pasar.  Dia memarahi adik yang tak bisa diandalkan menurutnya. Pintar tapi tidak pintar. Entahlah...

“Astaga Kim Namjoon! Apa yang kau lakukan? Aku memintamu untuk menggoreng telur mata sapi. Tapi kenapa jadi kulit telur goreng?!!!”

Yang dimarahi tersenyum tanpa dosa. “Hyung, aku tadi mau memecahkan telur itu, tapi waktu mau aku pecahkan cangkangnya, telur itu menggelinding ke dalam penggorengan. Minyaknya panas hyung, akhirnya tak ada pilihan lain, aku memecahkan telur itu didalam penggorengan.”

Seokjin berkacak pinggang. “Ya! IQ 200-mu itu kau buang kemana?! Bagaimana bisa menggoreng telur dengan cara seperti ini? Kau mau makan kulitnya?”

“Maaf, hyung. Aku akan membereskannya.”

“Tak usah. Biar aku saja. Kau awasi di depan. Cegah appa masuk dapur. Bisa kena marah kalau aku ketahuan membuang sebutir telur.”

Pagi kacau sudah biasa dilewati keluarga itu. Tanpa sosok ibu, mereka berusaha bertahan hidup. Kim Seokjin, anak tertua yang kini bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran. Kim Namjoon, sedang menempuh semester akhir. Dia anak kedua dikeluarga Kim. Kim Jongin, anak ketiga yang baru menempuh semester kedua di universitas. Aktif mengikuti club dance sehingga dia memiliki pekerjaan sampingan sebagai pelatih dance di sekolah-sekolah. Anak keempat, Kim Taehyung. Si tampan yang aneh. Berada di tingkat kedua sekolah menengah atas.

The Magical Book √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang