Hukuman
●
●
●
●
●
Tiffany memerintahkan kepada ketiga muridnya untuk duduk. Tak ada pilihan lain selain menuruti kemauan sang guru, akhirnya mereka bertiga duduk dikursi yang telah disediakan diruang konseling.
"Tunggu sampai orang tua kalian datang," perkataan Tiffany membuat bola mata ketiga anak itu membulat sempurna.
"Mwo?!!!," ketiganya menjawab secara bersamaan.
"Ma'am, urusan seperti ini tak perlu memanggil orang tua kami! Kami bukan anak kecil yang sedikit-sedikit dilaporkan kepada orang tua. Tidak, ma'am...!!!"
"Kim Yerim, turunkan nada bicaramu. Atau, ketidaksopananmu itu akan menambah poin pelanggaran yang kau buat," Tiffany berbicara dengan nada tegasnya membuat Yerim mau tak mau menurut.
Yerim mengalah. Dia tak mau membuat urusan dengan guru bahasa Inggris itu semakin panjang. Ya, Tiffany memang guru bahasa Inggris, dia wanita yang lembut dan penuh perhatian terhadap muridnya, kenapa tiba-tiba berubah menjadi tegas seperti ini? Dan, kenapa dia mengurus konseling siswa-siswa yang bermasalah?
.
"Aigooo.... Kim Yerim.. apa yang kau lakukan sepagi ini?," Kim Joonmyun, ayah dari Kim Yerim datang dengan seorang lelaki yang mengenakan seragam sekolah yang sama dengan mereka. Kim Taehyung.
"Kau membuat kami nyaris terlambat, dan juga membuat masalah. Dasar berandal," cibir Taehyung.
Yerim membulatkan mata tak terima mendengar cibiran dari sang kakak. Apa? Kenapa ia disalahkan atas kesalahan yang Jungkook buat. "Ini karena teman sekelasmu, oppa!"
"Turunkan nada bicaramu itu. Kau anak gadis kenapa hobi sekali bicara dengan nada tinggi seperti itu?," keluh Joonmyun, ia kesal namun tak tega untuk memberi pelajaran pada anak gadis satu-satunya.
"Oppa! Kenapa kau kemari? Apa kau juga perlu konseling?," tanya Yerim pada TAehyung.
"Oppamu ini tak sepertimu yang hobi masuk ruang konseling. Aku heran dengan kalian, ini yang laki-laki siapa yang gadis siapa. Kenapa oppa-mu suka mendekam di perpustakaan tapi adiknya suka sekali keluar masuk ruang konseling?," Joonmyun mengusap-usap dahinya. Ia sangat bingung dengan keluarganya yang nampak tak ada yang jelas sama sekali.
Suara sepatu terdengar. Pintu ruang konseling terbuka menampakkan seorang wanita yang anggun dan terlihat sedikit angkuh secara bersamaan.
"Jeon Jungkook....!," wanita itu datang dan langsung memukuli Jungkook dengan dompet besarnya yang tebal. Tak hanya sekali tapi berkali-kali.
"Aww... Eomma, hentikan. Ya! Eomma!," Jungkook berusaha menghindar namun tak ada tempat lagi.
"Ya? Kau mengatakan Ya? Kau memanggil eomma-mu dengan kata Ya? Lihat sekarang, kau membawa hyung-mu masuk ke ruang yang paling eomma tidak suka ini! Kalau kau mau buat masalah, jangan ajak hyung-mu yang masih polos ini, Jungkook!!," Yuri berbicara dengan nada cepat yang membuat Mingyu, Yerim, Junmyoon melongo sementara Jungkook mendengus kesal.
"Kau mau kemana?," tanya Yerim pada Taehyung yang beranjak pergi.
Taehyung membalikkan badannya. "Aku menyadari satu hal, ternyata yang ada diruangan ini adalah keluarga-keluarga aneh," ucap Taehyung lalu pergi begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Magical Book √
FanficApa jadinya jika tiga orang anak yang berbeda karakter menjelajahi negeri asing? Negeri yang bahkan hanya mereka temukan di buku dongeng atau film? Bagaimana mereka bisa mempertahankan hidup dan bebas dari jeratan atau aturan negeri asing itu? Temuk...
