9

1.2K 214 38
                                        

Holla. . . Sudah hampir satu bulan mabok nggak Update. . #maafkeun. Pasti udah lupa sama ceritanya ya. . Mian karena Lily sempat hilang mood nulis ini. Ada alesan khusus. Karena stempelnya [Libur Sementara]. Sekarang judulnya udh ganti stempel. [Slow Update]. Harap dimengerti karena mabok sendiri tujuannya buat selingan jadi maaf kalo update nggak sekenceng yang lain. Dan. . .yang Lily usahakan juga hampir pastikan, cerita yang udah di publish akan diselesaikan entah yg fast up ataupun slow up. Jadi jangan khwatir mabok berhenti ditengah jalan (bagi yang nungguin)  sekian cuap-cuapnya. . Happy reading

—————————

Lets Run


Jungkook mengangkat nampannya tinggi-tinggi, ia kesal karena harus melayani Ratu ambisius itu. Jika diperkenankan, ia ingin bertemu dengan Snow White dibandingkan ibu tirinya. Ia membuka sedikit pintu. Disana nampak seorang wanita membelakangi pintu menghadap cermin berbentuk lonjong.
Wanita itu mengibaskan rambutnya seolah memamerkan kecantikan yang baginya tanpa ada habisnya. Wanita yang sangat ambisius menjadi cantik.

“Cermin… Cermin yang ada di dinding. Kutanya padamu. Siapakah, wanita yang paling cantik di penjuru negeri ini?”

Dengan segala rasa hormatku, aku menjawab engkau, Yang Mulia Ratu…”

Wanita itu tertawa. Suara tawa yang tak asing. Siapa dia?

“Tepat! Tak ada wanita yang bisa menandingi kecantikanku..”

Kau salah Yang Mulia Ratu..”

Pernyataan cermin lonjong itu membuat sang Ratu berhenti tertawa. Ia menatap tajam kearah cermin.
“Sial! Siapa yang berani menjadi sainganku?!! Tunjukkan!!!”

“Eomma…,” gumam Jungkook. Ia masih menyaksikan dibalik celah pintu.

Cermin itu nampak seperti pusara air. Ia akan menunjukkan sesuatu. Gambar wanita cantik berkulit putih dengan pipi bersemu merah. Rambut hitam membuat kecantikannya semakin terpancar.

Orang itu adalah puteri dari mendiang suamimu, Yang Mulia.. Snow White…”

“Apa?!!!”

Jungkook merasa, ia harus masuk untuk memastikan jika itu bukan eomma-nya. Ia harus memberanikan diri untuk melihat siapa yang menjadi tokoh Sang Ratu di kisah ini. Ia mengetuk pintu beberapa kali membuat Ravenna menyaari kehadirannya.

“Siapa?!!!”

“Teh dan kue untuk Yang Mulia,” Jungkook bersikap senormal mungkin dan semampunya. Ia tak tau harus mengatakan apa, tapi tak  ada salahnya mencoba.

“Masuk,” wanita itu mempersilahkan. Ia segera duduk di sofa yang ada disana lalu menyilangkan kakinya.
Jungkook masuk membawa nampan besar itu. Ia membawa dengans angat hati-hati. Ruangan Ravenna sangat dingin dan cukup mencekam. Cahaya didalam juga remang-remang. Semakin dekat, Jungkook semakin melihat dengan jelas wajah dari sang Ratu. Dalam hati, Jungkook mengumpat. Kenapa ibunya yang harus menajdi ibu tiri?

“Letakkan disana,” Ravenna menunjuk sebuah meja bundar dihadapannya.

Jungkook mengikuti perintahnya. Tak hanya meletakkan, Jungkook juga menata makanan dan minuman yang ia bawa di meja. Ia segera mempersilahkan Ravenna untuk makan lalu beranjak keluar.

The Magical Book √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang