Pesta Dansa
●
●
●
●
●
Malam telah tiba. Kereta kuda telah siap mengantar seorang wanita dengan dua putrinya menuju istana. Anastasia dengan gaun berwarna maroon dengan model off-shoulder nampak terlihat anggun dengan rambut yang diikat tinggi seperti ekor kuda, hiasan mahkota kecil di sekitaran ikatan rambut menambah kesan seorang puteri. Drizella, gaun tanpa lengan dengan bagian dada agak lebih rendah berwarna ungu dan rambut sebahu yang dibiarkan tergerai dengan hiasan mutiara berjajar yang nampak seperti bandana di atas kepalanya.
“Mereka cantik..,” gumam Jungkook.
Bugh
“Adawh,” desis Jungkook. Ia tak bisa bebas mengeluarkan suara karena jika begitu, semua akan menyadari keberadaan mereka. “Kenapa kau memukulku?!,” lagi-lagi suara kesalnya tertahan.
“Kenapa kau suka pada gadis jahat, Kook. Sebagai hyung-mu, aku tak setuju,” bisik Mingyu.
Jungkook memutar bola matanya dengan malas. Kenapa berlebihan sekali? memuji cantik bukan berarti suka.
“Sadar diri. Kau itu bagaikan upil diantara emas. Biarpun mereka jahat, mereka itu tuan puteri yang tentunya tipe idaman mereka adalah seorang pangeran. Bukan pengembara miskin sepertimu,” ucap Yerim dengan nada ketus.
“Kau cemburu, Fiona?”
Bugh
Jungkook mengaduh dengan mengusap punggungnya yang baru saja disapa oleh tangan Yerim. Kenapa dia menjadikan memukul adalah hobi? Mereka kembali fokus pada orang-orang yang akan pergi ke pesta.
“Ella, kami akan pergi. Jangan buat masalah, dan bereskan rumah selagi kami pergi,” ucap Lady Tremaine dengan nada ketus.
“Ibu, aku mohon.. sekali saja…. Ijinkan aku…,” Cinderella memasang wajah memelas karena dia memang ingin pergi ke pesta dansa. Dia ingin bertemu dengan pangeran dan melihat kehidupan di sekitar kerajaan.
“Jangan bermimpi terlalu tinggi, Ella,” ledek Anastasia kemudian tertawa dengan begitu lebar sehingga sang ibu melotot padanya.
“Ingat, Anastasia, bersikaplah anggun agar pangeran mengajakmu berdansa.”
Anastasia terdiam seketika.
“Tak perlu buang-buang waktu. Anak-anak ayo kita pergi,” ajak sang Ibu.
Ketiga orang itu segera masuk ke dalam kereta meninggalkan Cinderella yang menatap kepergian dengan sendu. Dengan melupakan fakta bahwa ada orang lain disekitarnya, Cinderella masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamar tempat yang digunakan ketiga orang berhati jahat itu bersiap-siap.
Tangan Cinderella tergerak lemas membereskan peralatan yang sengaja dibuat berantakan oleh saudaranya.
“Ella…,” panggil Yerim.
Mengetahui ada yang datang, Cinderella mengusap air matanya. “Oh, kalian. Ada apa kalian kemari? Kalian lapar?”
Ketiga orang yang baru masuk menggelengkan kepalanya.
“Kau bersiap-siaplah ke pesta. Kami akan membereskan ini semua,” ucap Jungkook.
“Aku tak akan bisa pergi kesana. Aku juga tak punya undangan itu…”
Cahaya tiba-tiba keluar didepan keempat orang yang saling memberikan tatapan sendu. Seorang wanita cantik dengan sayap keluar di belakangnya. Tubuhnya dilingkupi cahaya membawa sebuah tongkat dengan kepala bintang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Magical Book √
Fan-FictionApa jadinya jika tiga orang anak yang berbeda karakter menjelajahi negeri asing? Negeri yang bahkan hanya mereka temukan di buku dongeng atau film? Bagaimana mereka bisa mempertahankan hidup dan bebas dari jeratan atau aturan negeri asing itu? Temuk...
