Chapter 6

7.4K 664 100
                                        

.

.

..

Chapter 6

.

.

.

Luhan tidak ingin menangis sesedih ini, tapi dia tidak bisa menahannya, bahkan tangisnya sudah mulai terisak. Luhan mencengkeram rok paha lingerienya. Baru kali ini dia dipermalukan telak oleh Sehun. Salahnya yang menganggap Sehun serius padanya, dan Luhan tidak pernah menduga Sehun akan mempermainkannya sesakit ini, mengobrak abriknya sampai tidak tertahankan.

"Bajingan.." desisnya.

Seharusnya dia tidak mempercayai mulut manis orang yang membencinya. Jelaskan, dari awal pernikahannya, Sehun memang tidak menyukainya. Kenapa Luhan bisa melupakan satu hal paling urgen dalam hubungan mereka. Apakah karena dia sudah terlalu jatuh pada sandiwara Oh Sehun?.

Dari awal mereka bertemu, mulut Sehun memang sudah kasar dan tajam padanya, tapi sekarang rasanya berbeda, sakitnya tak terelakkan. Luhan juga tidak mengerti Kenapa hatinya begitu sensitif sekarang.

Dengan perasaan yang masih kacau.

Luhan menyeka kasar air matanya, dia sangat kelelahan dan dia ingin berlibur sehari. Bekerja pun tidak akan konsen. Lagipula dia juga tidak ingin melihat wajah datar brengsek itu.

.

.

Sehun memejamkan matanya dibawah guyuran shower, kata kata Luhan masih mengetuk ingatannya, "Aku menunggu suamiku, aku menunggumu sebagai suamiku..."

Sehun juga bingung kenapa hatinya sesak ketika melihat tatapan terakhir penuh luka dimata Luhan padanya?!

Mendesah napas berat.

Terpaksa Sehun mengakui, dia memang mempermainkan Luhan, dia sengaja menghabiskan waktunya bersama Kai, dan berakhir tidur di sana. Di bar milik Kai.

Sehun penasaran apa Luhan masih menunggunya, maka dari itu dia sengaja pulang cepat. Dan apa yang dilihatnya! dia cukup terkejut wanita itu sampai tertidur di kamarnya menunggu kedatangannya. Lebih tidak menyangka lagi, Luhan benar benar ingin disentuh olehnya. Wanita penuh arogan itu seperti mengemis padanya.

Sehun bukannya tidak hafal tabiat Luhan. Luhan yang terkenal dengan keangkuhannya, yang menjunjung tinggi harga dirinya rela menunggunya! Bukankah itu menakjubkan. Bahkan Sehun juga terheran melihat Luhan merias dirinya supaya terlihat cantik.

Rasa puas langsung merambat dalam darah Sehun, Luhan sang angkuh sudah bertekut lutut padanya, telah rela membuang seluruh kehormatannya demi mendapatkan sentuhannya. Pandangan rendah langsung keluar dari matanya begitu melihat Luhan mencoba melewatinya meskipun tersimpan kegusaran dimata rusa itu.

Luhan memang benar, Sehun memang melecehkan dan menghinanya, terbukti Sehun dengan kurang ajarnya, ditambah dengan rasa percaya dirinya melakukan perbuatan yang membuat Luhan bertambah murka. Ternyata Sehun salah kaprah. Kalimat suami dan isteri yang dilontarkan Luhan membuat kesadarannya tertampar.

Luhan menunggunya karena menghormatinya? benarkah? wanita arogan itu menghormatinya? kalau dipikir pikir, sejak mereka menikah. Luhan memang tidak pernah bermain dengannya. Hanya saja sifat bossynya dan keangkuhannya yang membuat Sehun tidak suka, apalagi Luhan yang suka mengaturnya.

Sehun mematikan kran showernya, kemudian mengambil handuknya. Dia mengakui salah telah menghina Luhan seperti itu.

Sehun mendesah sekali lagi dirinya belum mempercayainya, Luhan menghargainya?

CEO & I || HunHan || CompletedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang