.
.
.
Wanita yang sudah cukup lama meninggalkan kota kelahirannya, kini tersenyum bahagia begitu kaki jenjangnya menapaki bandara Internasional Inceon.
Pandangan matanya menyapu seluruh kegiatan orang orang yang berlalu lalang disekitarnya. Akhirnya dia dapat menghirup udara yang sudah lama kosong diparu parunya.
Senyuman itu semakin mengembang. sekalipun menempuh perjalanan jauh, Namun tidak ada garis garis kelelahan menempel diwajah cantiknya. "Suzy..."
Suzy berbalik begitu Bibi Han memanggilnya. "Ya bi..."
"Taksinya sudah datang... kita akan segera berangkat."
Dia mengangguk semangat. "Oppa, aku kembali.."
Langkahnya sudah tidak sabaran hendak bertemu dengan pria yang menjadi penyemangatnya untuk menjalankan pengobatannya, terutama operasinya. Tapi sebelum bertemu dengan Sehun. Dia ingin terlebih dahulu bertemu dengan penolongnya.
Nona Xi Luhan.
.
.
.
Sehun memeriksa file file yang diserahkan Chanyeol padanya. Sehun baru merasakan betapa beratnya beban pekerjaan yang ditangguhkan padanya. Lalu bagaimana dengan Luhan selama ini?
Mengurus Perusahaan sebesar ini cukup sulit. Sehun harus mengkerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk menyelesaikan maupun menangani permasalahan perusahaan. Sehun memberikan pujian pada Luhan yang begitu sabar selama ini duduk dikursi besarnya.
Sehun menjanjikan itu pada Luhan, Dia akan mengambil alih tugas besar ini dari isterinya. Karena Sehun tidak ingin hidup Luhan mengabdi pada perusahaan. Bagaimanapun Wanita secantik Luhan tidak cocok menjadi wanita karier, karena Luhan lebih pantas berkarier di rumah, menjadi isterinya, dan terkhusus untuk mengurusi dirinya.
"Jangan terlalu memaksa..." suara Chanyeol yang baru memasuki ruangannya menyita sebagian fokus Sehun.
Chanyeol membawa dua cup americano dan dua kotak makanan. Untung Pengacara ini rela meluangkan waktunya membantunya mengurus perusahaan Luhan.
Sehun segera berdiri dari tempatnya duduknya. "Terimakasih Hyung.."
Sehun mengambil tempat duduk didepan Chanyeol, dan langsung melahap makanan yang dibelikan Chanyeol. Kalorinya cukup banyak terkuras karena otaknya terlalu diperas paksa. "Bagaimana dengan Yonghwa? sampai sekarang kau masih membiarkannya berkeliaran bebas." Singgung Chanyeol lalu menyeruput minumannya.
Sejenaknya Sehun menghentikan kunyahannya. "Aku memang sengaja.."
Chanyeol memandang tidak mengerti.. "Apa tujuanmu Sehun..?"
Sehun meminum air mineral sebelum berbicara. "Aku sedang mengawasinya..."
"Untuk apa??"
"Yonghwa juga berusaha melakukan kejahatan pada Perusahaan ini.."
"Apa?!" Kaget Chanyeol tak percaya.
Sehun mengangguk pasti. "Selama dia disini. Aku mengawasinya. Pria itu tidak habis habisnya ingin menggilingku..."
"Apa maksudmu..?"
Mata Sehun tiba tiba menajam. "Bajingan itu ingin menghancurkan aku melalui Luhan..."
KAMU SEDANG MEMBACA
CEO & I || HunHan || Completed
FanfictionBeberapa Chapter di Private ✔🔞 Karena tujuan tertentu, Xi Luhan seorang CEO, terpaksa menculik Oh Sehun jadi pengantinnya. "Aku ingin menghancurkannya, tapi aku yang mendapatkan kehancuran." (Os) Hunhan slight Kaisoo/Chanbaek. Gs Fanfiction. Rate T...
