Sebelumnya Aku mau minta maaf soalnya part 1 prolognya ketuker posisinya. Sorry yaa..:)
~♥~
Tok...tok..tok
"Masuk."
Nessapun masuk dengan ragu. Ia melihat disana ada Bu Dian dan Bang David. Dia menduga jika Ia di panggil bu Dian karena Bang David. Ya karena David adalah anak yang bandel. Namun bandelnya wajar. Seperti menggoda guru, bolos, atau lupa ngerajain tugas. Kalo untuk kegiatan negative ya.... You know lah. Itu paling anti buat keluarga Michael.
"Iya ada apa ya bu???". Tanya Nessa sopan. Bu Dian memerintahkannya duduk.
"Pertama ini karena kakak Kamu David. Dia membuat ulah lagi, dia mengganggu Mrs. Fely saat sedang mengajar". Ucap Bu Dian
"Lho Bu Saya tidak mengganggunya bu. Saya hanya mengungkapkan kekaguman Saya pada kepasa Mrs. Fely yang cantiknya mengalahi Ibu". Bela David.
"Hey Kamu itu sudah jangan mengelak!!! Sudah tiga kali ini Kamu mengganggu Mrs. Fely".
"Tolong maafkan Bang David ya Bu. Saya tau dia salah dan kurang ajar jadi harap makluk". Ucap Nessa
Pleetaaak.
"He cha tu mulut kalo ngomong enak banget ya?! Kagak di saring haaa!!! Gini gini Gue tu abang lo. Da--".
"Eh biarin ya. Emang Gue selalu bener kok. Guekan lebih baik dari pada Lo. Kalo Lo,, eehhw langganan bang---"
Braakk.
Suara gebrakan meja berasal dari Bu Dian.
"Hey kalian!!! Jangan debat di sini. Kamu juga David udah tau salah jangan mencoba membela diri. Dan untuk Kamu Nessa, apa kata Kamu tadi lebih baik??? Kamu Saya panggil ke sini karena Saya udah gak tahan ya. Masa hampir setiap hari nerima laporan kalo Kamu telat. Saya itu cape ngurus masalah kalian. Bukan karena kalian anak pemilik SMA ini kalian bisa bebas. Memang Mr. Bill menitipkan kalian agar tidak terlalu di ketatkan dengan segala aturan di Micho highschool ini. Tetapi Beliau juga berpesan jika menurut Saya apa yang kalian lakukan telah mencapai batas, kalian harus di peringatkan secara tegas. Mengerti!!!". Jelas panjang kali lebar Bu Dian. Keduanya pun mengangguk patuh. FYI, Micho Highschool adalah milik dari orangtua Nessa namun itu juga milik sahabat orang tua Nessa juga.
"Untuk sekarang Saya tidak akan memberi point kepada kalian namun Saya ingin kalian merubah sikap kalian. David??"
"Iya bu??".
"Kamu akan di ajar oleh Mr. Gayana selama satu bulan!!". Perintah tegas Bu Dian
"Whaattt!!!! Bu Mr. Gayana kan serem bu Saya takut. Apalagi kalo marah kumisnya kayak mau jatoh gitu. Gak ah serem bu. Ganti aja ya Bu sama yang dikit bohay atau cantik gitu." Tawar David.
"David!". Panggil Bu Dian dengan suara rendah. Semua siswa tau jika Bu Dian telah memanggil seseorang seperti itu brarti itu adalah peringatan besar. Sontak itu membuat David mengangguk pasrah.
"Dan Kamu Nessa, selama satu bulan ini Kamu akan mengalami binaan sikap dari salah satu anggota osis. Ia akan membuat Kamu menjadi disiplin terutama masalah ketepatan waktu".
"Iya bu. Kalo boleh Saya tau, nanti siapa ya yang akan membina Saya??". Tanya Nessa
"Sudahlah nanti saja Kamu datang ke Ruang Osis sepulang sekolah".
"Kalo begitu Kami kembali ke kelas ya Bu".
David dan Nessapun kembali ke kelas. Nessapun masih berkutat dengan pikirannya. Ia penasaran siapa yang menjadi pembinanya. Akhirnya David dan Nessapun berpisah. Karena David kelas 12 dan Nessa kelas11.
Lain halnya dengan di Ruang BK. Bu Dian nampak lesu, Ia berharap ini jalan terbaik.
'Semoga ini jalan terbaik yang Tante ambil buat Kamu. Semoga dengan adanya Nessa Kamu dapat menjadi seperti dulu lagi dan melupakan dia untuk selamanya'. Batin Bu Dian.
FYI, nanti yang menjadi pembina Nessa adalah keponakan Bu Dian. Siapakah orangnya??? Entahlah hanya tuhan dan Author yang tau wkwkwk.
~♥~
Kring...kriingg....kring..
Bel yang di tunggu Nessa akhirnya berbunyi. Nessa dengan langkah cepat. Setibanya di depan Ruang Osis Ia melihat Valdo.
"Hai kak". Sapa Nessa
"Oh hai. Nyari pembina Lo ya??? Itu udah ada di dalam. Good luck ya. Semoga setelah ini lebih baik lagi Lo jadi orang. Hehehe". Goda Valdo. Nessapun hanya tersenyum dan memasuki Ruang Osis. Ia melihat banyak anggota Osis berada di sana. Nessa akhirnya memberanikan diri menghampiri Chika salah satu anggota Osis dari kelas 11.
"Eeum...Chik Gue mau tanya boleh??"
"Apaan Nes??? Tumben kesini?".
"Gue dapet pembinaan sikap dari Bu Dian. Dan nanti yang jadi pembina Gue itu anak Osis, Lo tau itu siapa??".
"Oh itu. Iya Gue tau. Pembina Lo nanti i--".
"Maaf Gue telat". Potong seseorang
"Nah tu Dia orangnya baru dateng". Tunjuk Chika. Nessapun mengikuti pandangan Chika. Dan....
Deg
Pembinanya nanti adalah......Fernan. Antara senang, gugup, khawatir menjadi satu. Nessa pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Fernan.
"Kak Lo yang jadi pembina Gue ya???". Fernan mengernyitkan dahi tanda tak mengerti.
"Ituloh yang dari Bu Dian".
"Oh. Iya". Balas datar Fernan
"Jadi kapan kita mulainya. Terus nanti itu gi---"
"Nanti di bahas. Gue ada rapat". Potong Fernan cepat.
Nessa pun mengangguk dan menunggu Fernan di dalam mobilnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hey hey gimana. Vote and comment yaa. Kalo ada kekurangan comment aja gak usah sungkan. Maaf ya kalo kependekan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be real (Completed)
RomanceMemilikimu adalah anugerah terbesar bagiku. Hanya satu yang kusesali, kenapa tak dari dulu saja kutemukanmu? Tuhan memang memiliki cara tersendiri untuk memberikan kebahagiaan. . . . . . . Hey first story nih.....pensaran gak??? baca aja. Agak alay...
