33. Penjelasan

3.3K 135 0
                                        

      Fernan memacu mobilnya dengan cepat, Ia sama sekali tak memedulikan sumpah serapah semua pengendara yang terpenting sekarang adalah Nessa.

Beberapa menit kemudian mobil Fernan sudah sampai di taman, segera saja Fernan turun dari mobilnya dan berlari mencari Nessa.

Fernan mencari kesana kemari namun tak urung ketemu, dan hanya tinggal satu lokasi yang belum di cari yaitu danau buatan yang ada di taman itu.

Fernan melangkahkan kaki dengan cepat ke danau, dan benar saja Ia menemukan Nessa sedang duduk dengan kepala yang dibenamkan di lututnya yang di tekuk. Untung saja suasan cukup sepi, sehingga tak terlalu sulit mencari Nessa.

Senyum kelegaan langsung terbit dari paras tampan Fernan. Fernan berjalan menghampiri Nessa.

"Sayang". Ucap Fernan lembut saat sudah duduk di samping Nessa, terdengar isakan yang berasal dari Nessa. Mendengar itu Fernan menjadi merasa bersalah.

"Nessa, dengerin Aku sayang. Itu tadi gak seperti yang Kamu bayangin". Ucap Fernan

Tangan Fernan mengusap lembut punggung Nessa yang bergetar, namun Nessa menolaknya.

"Gak usah sen...sentuh Aku hiks. Kamu itu ja...jahat tau gak hiks". Ucap Nessa yang kini sudah memperlihatkan wajahnya yang berantakan dan mata yang sembab.

Segera saja Fernan menarik tubuh bergetar Nessa kedalam pelukannya dan mendudukannya di pangkuannya. Di dalam pelukan Fernan, Nessa memberontak. Hingga akhirnya Nessa menyerah dan memukul mukul dada bidang Fernan, sembari menggumamkan semua uneg unegnya.

Cukup lama Nessa menangis, dan akhirnya sekarang tangisnya sudah reda dan lebih tenang dari sebelumnya.

"Udah Kamu tenang dulu, Aku gak ada hubungan apa apa sama Dia. Apa yang Kamu liat itu gak seperti yang Kamu pikirin. Mungkin Aku akan ceritain apa yang Aku janjiin kemarin. Kamu mau dengerkan??"

Terasa Nessa mengangguk di dada Fernan, Fernan tersenyum dan mulai menceritakan siapa Eline sebenarnya. Awalnya Nessa sedikit tersentak, dan mengeratkan pelukannya pada Fernan.

Hingga Fernan menceritakan adegan ciumannya tadi dengan Eline, memang benar jika tadi mereka ciuman. Namun setelah tersadar dari keterkejutannya Fernan segera mendorong kasar Eline. Fernan menceritakan semuanya dengan jelas dan penuh kelembutan, untung saja Nessa mau mengerti.

"Jadi Kamu gak usah mikir yang aneh aneh tentang Aku sama Dia. Kamu juga taukan bagaimana perasaan Aku sekarang". Ucap Fernan lembut

"Aku cuma takut Kamu kembali sama Dia". Ucap Nessa lirih, Fernan pun terkekeh

"Gak mungkin itu sayang, cinta Aku cuma buat Kamu. Aku gak akan lagi kembali sama Dia, cukup dulu aja. Dan sekarang Aku udah punya Kamu yang jauh lebih baik dari Dia"

"Yaa tapi Akukan takut". Ucap Nessa dengan kepala yang setia bersandar di dada Fernan

"Padahal Kamu yang sering buat Aku takut"

"Hah?? Kenapa emang?". Ucap Nessa lalu menatap Fernan dengan kening berkerut

"Iya Kamu sering buat Aku takut..... Takut kehilangan Kamu"

"Iiiihh gombal ih. Males deh". Ucap Nessa tersipu

"Males males tapi betah di pangkuan Aku". Goda Fernan seraya mencolek colek pipi Nessa

"Apaansih!! Ayo pulang sekarang!! Capek Aku"

"Yaudah ayo, turun gih kamunya"

"Gak mau, gendong". Ucap Nessa manja

"Dasar manja"

"Bodo! Capek tau nangis itu"

"Iya udah iya"

Be real (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang