20

10.5K 1.1K 161
                                        

TYPO DIMANA-MANA

HAPPY READING

.

.

.

Sementara di lantai bawah sedang terjadi keributan besar, di lantai atas tepatnya di kamar Jaejoong sedang terjadi pertempuran panas, pakaian berserakan di lantai dengan aroma seks yang tercium sangat tajam di sekeliling kamar luas itu. Namun tak lama Yunho yang sedang asik menggauli Jaejoong, menghentikan aktivitasnya sejenak saat kedua telinganya samar- samar mendengar suara keributan.

"Kenapa berhenti?" Tanya Jaejoong menolehkan kepalanya ke belakang menatap Yunho yang terdiam dengan sebelah alis yang naik ke atas.

Menarik keluar kejantananya dari dalam hole Jaejoong, Yunho beranjak turun dan membuka lemari pakaianya. Jaejoong yang semula sedang menungging, duduk di tepi ranjang memperhatikan Yunho yang sedang memakai celana trainingnya.

"Waee..? Kita belum selesai, aku masih mau..." Rengek Jaejoong dengan bibirnya yang mencebil imut. Jaejoong ingin segera hamil agar Yunho tidak lagi membela Soojin dan akan fokus padanya dan juga kehamilanya.

Meraih kaos putihnya dan langsung memakainya, Yunho berjalan menghamliri Jaejoong lalu mengecupnya sekilas. "Kita akan lanjutkan nanti. Aku mendengar
keributan di lantai bawah, aku ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi."

Keributan??
Menajamkan pendengarnya, Jaejoong membulatkan kedua matanya mendengar samar- samar suara teriakan. Ia terlalu terlena dengan kegiatan panasnya bersama Yunho hingga tak mendengar apa- apa.

"Aku ikut." Ujar Jaejoong bergegas memakai pakaianya yang berserakan di lantai.

Setelah selesai, Yunho menggenggam tangan Jaejoong, lalu membawanya turun ke lantai bawah. Setelah sampai di lantai bawah, Jaejoong membulatka n kedua matanya melihat ayahnya yang sedang di pukuli oleh seorang pria paruh baya yang tak di kenalnya, ia juga melihat Soojin yang berteriak histeris melihat wajah ayahnya yang sudah babak belur. Yunho berlari manghampiri Mr Han dan membantu Yoochun yang sedang berusaha melerai perkelahian calon ayah mertuanya itu.

"Paman sudah hentikan, jangan memukul ayah mertuaku lagi." Ujar Yunho menahan tubuh Mr Han di bantu oleh Yoochun.

"Lepaskan aku, aku akan memberi pelajaran pada orang yang telah membuat keluargaku hancur lepaskan aku...." Histeris Mr Han meronta- ronta. Soojin menghampiri ayahnya dan membantunya untuk berdiri  emudian mendudukannya
di sofa.

"Hikss....appa...gwenchanayo?" Tanya Soojin dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Mr Kim hanya menggelangkan kepalanya, seraya meringis sakit.

Yunho dan Yoochun terus menahan tubuh Mr Han yang tak berhenti meronta.

"Paman tenanglah." Ujar Yunho menenangkan Mr Han.

Menarik nafasnya dengan dalam, Mr Han mencoba menenangkan dirinya, ia tidak boleh terus emosi, pria dia hadapanya akan membuatnya bertemu dengan putranya dia tidak boleh membuatnya mati sia- sia.

Melihat kondisi yang yang sudah mulai tenang, Mrs Kim memundurkan tubuhnya lalu berlari pergi meninggalkan rumah keluarga Jung, tanpa memperdulikan keadaan suaminya lagi, yang ada di dalam otaknya hanyalah pergi, pergi yang jauh untuk menyelamatkan diri, ia tak mau jika harus masuk kedalam penjara atas perbuatanya di masa lalu.

.

.

.

Mr Kim merasa tersudut sekarang tak bisa pergi kemana- mana, terlebih istrinya sudah pergi melarikan diri meninggalkan dirinya, padahal yang telah melakukan perbuatan jahat itu adalah istrinya, semua perbuatan mereka di masa lalu adalah atas rencana istrinya, ia hanya ikut- ikutan saja.

Second Wife (YAOI) REMAKE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang