23: Decision and another truth

241 46 3
                                        

[HAYEON POV]

Setelah aku terpuruk selama seminggu, akhirnya aku memilih untuk bangkit. Aku sudah memikirkannya matang - matang, dan aku menyadari bahwa menangis dan menyesali semuanya tidak akan mengubah apapun. Aku harus berhenti membuat orang tuaku khawatir, aku tidak bisa terus - terusan seperti ini. Ini bukan diriku, aku tidak lemah.

Jika dia menginginkannya, aku akan melakukannya.

Tapi sebelum itu, aku akan memenuhi janjiku terlebih dahulu.

Aku akan mencoba melindunginya, setelah itu aku akan mencoba menghapus semua perasaanku.

Dia benar, aku tidak seharusnya jatuh cinta padanya.

Aku akan menyelamatkanmu, Jeon Jungkook. Karena janjiku adalah membuatmu tetap hidup, bukan kapan aku harus menyelamatkanmu.

Hari ini adalah hari minggu, aku ingin keluar untuk menyegarkan pikiranku. Aku hendak menelepon Taehyung, namun aku sadar bahwa selama ini dia menghabiskan waktunya untukku, aku yakin dia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri.

Tidak, jangan mengganggu hari liburnya. Dia perlu istirahat juga.

Aku mengirim pesan pada Taehyng untuk tidak datang ke rumahku dan beristirahat saja dirumah, aku mengatakan kepadanya kalau aku sudah merasa jauh lebih baik karenanya dan aku juga mengucapkan terima kasih untuk semuanya.

Ayahku sudah tahu tentang Taehyung yang sering mengunjungi rumah kami, tetapi aku tidak melihat dia kesal atau tidak suka. Mungkin karena dia tahu aku butuh teman, meskipun aku tahu sepertinya dia agak kesal karena dia mungkin berpikir "seribu murid yang kumiliki tapi kenapa harus dia?" walaupun begitu Ayah masih menerimanya.

Dan, Ayah pernah mengatakan bahwa nilai Taehyung perlahan - lahan naik saat ini dan Ia jarang melihatnya membuat masalah lagi. Aku senang mendengarnya.

Kembali ke kenyataan, aku memeriksa daftar kontak di teleponku. Dan mataku langsung melihat sebuah nama. Nama seseorang yang aku butuhkan.

Meskipun aku sudah memiliki Taehyung yang selalu mengerti diriku, tapi dia seorang pria, dia tidak bisa mengerti seorang gadis lebih baik daripada gadis lainnya.

Aku memutuskan untuk menelponnya.

"Lisa, apa kau keberatan jika aku ingin pergi denganmu?"
  
  
   
   
   
   
   
    
  
   
***
  
       
   
   
   
  
   
   
  
   
"Makan yang banyak, oke?"

Kami berakhir di sini, di sebuah restoran. Sebenarnya aku ingin pergi ke tempat yang dapat menghiburku, tetapi dia menolaknya dengan cepat dan membawaku kemari.

"Lisa, aku sudah makan satu porsi jajangmyun. Kenapa kau memesannya lagi?"

"Yah, kau itu benar - benar kurus sekarang, seperti manusia kertas. Aku tidak ingin orang melihatku gemuk berjalan di sampingmu jadi kau perlu menambah berat badanmu terlebih dahulu! Berhenti bicara dan makan saja," Lisa langsung mengomel.

Aku hanya tersenyum, bahkan dia memaksaku disaat Ibuku sendiri tidak pernah melakukannya.

"Kau juga kurus, Lisa." Gumamku.

"Tapi aku sehat, tidak seperti dirimu." Wah, aku tidak menyangka dia bisa mendengarnya padahal aku hanya bergumam, malah hampir seperti bisikan.

Setelah aku menghabiskan dua porsi jajangmyun, aku memberitahu Lisa untuk berhenti karena dia akan memesan lagi. Ini sudah membuatku kekenyangan. Padahal aku tidak pernah makan dalam porsi besar, tapi Lisa membuatku mengalaminya.

DESTINY || JJKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang